Terbit: 18 November 2021 | Diperbarui: 30 August 2023
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Bagaimana cara menghitung masa subur haid tidak teratur? Pertanyaan ini sangat umum ditanyakan oleh calon ibu dengan jadwal menstruasi tidak teratur. Lantas, bagaimana menghitung masa subur saat haid Anda tidak teratur? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Cara Mudah Menghitung Masa Subur Jika Haid Tidak Teratur

Apakah Siklus Haid Anda Benar-Benar Tidak Teratur?

Sebelum menjelaskan mengenai cara menghitung masa subur haid tidak teratur dengan akurat, perlu Anda ketahui bahwa siklus menstruasi dikatakan tidak teratur apabila terjadi dibawah 21 hari atau lebih lama dari 36 hari.

Siklus haid juga dianggap tidak teratur jika bervariasi secara signifikan dari bulan ke bulan. Misalnya, jika satu bulan siklus Anda adalah 23 hari, dan yang lainnya adalah 35 hari. Hal ini dapat dikatakan haid tidak teratur

Jika siklus menstruasi Anda berhenti satu atau dua hari—lebih cepat atau lebih lama—dari bulan ke bulan, Anda tidak perlu khawatir. Saat variasinya lebih lama—lima hari atau lebih—mungkin Anda menghadapi gangguan kesuburan. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan evaluasi.

Siklus haid tidak teratur sesekali juga normal. Stres atau penyakit dapat menunda menstruasi, menyebabkan periode Anda menjadi lebih lama dan terkadang lebih pendek dari biasanya.

Baca JugaTelat Haid tapi Test Pack Hasil Negatif, Apa Sebabnya?

Cara Menghitung Masa Subur saat Haid Tidak Teratur

Setelah Anda mendapatkan penjelasan tentang siklus menstruasi, kini Anda perlu mengetahui cara menghitung masa subur. 

Berikut adalah panduan yang dapat digunakan dalam menghitung masa subur pada siklus haid yang tidak teratur, yaitu:

1. Catat Siklus Menstruasi Selama 6 hingga 12 Bulan Berturut-turut

Apabila Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka Anda perlu lebih disiplin dalam melakukan pemantauan siklusnya. Dalam menentukan masa subur, Anda perlu mencatat tanggal dimulai serta tanggal berakhirnya menstruasi. 

Untuk menentukan masa subur, Anda perlu tahu tanggal mulai dan berakhirnya menstruasi sebanyak 6 siklus berturut0turut. 

Perhitungannya:

  • Jumlah hari terpendek siklus haid dalam 6 bulan dikurangi 18, hasil menunjukkan hari pertama subur.
  • Jumlah hari terpanjang siklus haid selama 6 bulan dikurangi 11, hasil menunjukkan hari terakhir subur.

Contohnya:

  • Siklus terpendek: 28 dikurangi 18 = 10 (hari pertama subur).
  • Siklus terpanjang: 29 dikurangi 11 = 18 (hari terakhir subur).

Hal ini menunjukkan bahwa masa subur terjadi pada hari 10 sampai 18, terhitung sejak hari pertama menstruasi. 

2. Ukur Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh merupakan suhu tubuh pada pagi hari saat bangun tidur. Cara terbaik untuk mengetahui suhu basal tubuh adalah segera lakukan pengukuran suhu tubuh dengan termometer dan pengukurannya dilakukan di mulut.

Anda perlu mencatat suhu basal tubuh setiap pagi. Saat ovulasi, maka suhu basal tubuh akan mengalami kenaikan sebanyak 0,5 hingga 1 derajat Celcius. 

Apabila Anda sedang merencanakan kehamilan, maka saat yang tepat untuk melakukan hubungan seksual adalah saat suhu basal tubuh meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. 

3. Perhatikan Lendir Serviks

Tidak lama setelah haid selesai, serviks atau mulut rahim akan mengeluarkan lendir yang jernih dan tidak berbau. Lendir ini dikenal juga dengan keputihan normal. 

Ketika lendir serviks memiliki konsistensi yang agak encer dan mirip dengan putih telur, maka ini merupakan tanda wanita berada dalam masa subur. Lendir serviks yang encer dan jernih akan membuat sperma lebih mudah masuk ke dalam rahim dan membuahi sel telur. 

4. Gunakan Alat untuk Mendeteksi Ovulasi

Cara yang lebih praktis untuk mendeteksi masa subur adalah menggunakan alat uji masa subur wanita. Alat ini mirip dengan test pack dan memiliki cara kerja yang serupa. 

Test pack mendeteksi kehadiran hormon beta human chorionic gonadotropin (b-HCG) pada urine. Sedangkan, alat uji masa subur akan mendeteksi ada tidaknya luteinizing hormone (LH) dalam urine. 

Dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam menjelang ovulasi, hormon LH akan melonjak. Jika hasil uji masa subur menunjukkan hasil positif, maka kemungkinan besar Anda akan mengalami ovulasi dalam 24 sampai 48 jam ke depan. 

Menurut sebuah penelitian di Amerika, wanita yang menentukan masa subur dengan keempat metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, yaitu mencapai 90 persen. 

Baca JugaHasil Test Pack Positif Tapi Tidak Hamil, Apa Sebabnya?

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter saat Siklus Haid Tidak Teratur?

Jika Anda mengalami menstruasi yang tidak teratur, hal terbaik yang harus dilakukan adalah menemui dokter kandungan, bahkan jika Anda tidak mencoba untuk hamil.

Konsultasi dengan dokter dapat membantu Anda menentukan penyebab siklus menstruasi tidak teratur. Melalui pemeriksaan fisik, tes penunjang jika diperlukan (tes darah, USG), dan wawancara klinis, dokter akan menganalisis penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Terakhir, agar program hamil berjalan dengan baik, Anda harus menerapkan pola hidup yang sehat, seperti konsumsi makanan-makanan yang bergizi, menghindari stres dengan selalu berpikir positif, istirahat teratur, hindari aktivitas yang berlebihan, berolahraga sewajarnya, dan tentunya melakukan hubungan seksual saat masa subur.

  1. Anonim. Ovulasi dan Masa Kehamilan. http://repo.unand.ac.id/13297/1/Materi%20Pengmas%20ttg%20masa%20ovulasi.pdf. (Diakses pada 28 Juni 2023).
  2. American Pregnancy Association. How to Track Ovulation With Irregular Periods. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/track-ovulation-irregular-periods/. (Diakses pada 28 Juni 2023).
  3. Gurevich, Rachel. 2022. How to Get Pregnant With Irregular Periods. https://www.verywellfamily.com/how-to-get-pregnant-with-irregular-periods-1959933. (Diakses pada 28 Juni 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi