Terbit: 30 October 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Banyak kaum pria tidak begitu baik dalam hal membersihkan daerah intimnya, khususnya buah zakar atau testis. Hal ini dapat dilihat dari cara mandi pria yang biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, sehingga mengabaikan kebersihan bagian intim termasuk buah zakar.

Buah Zakar Turun Ciri Sebuah Penyakit?

Apa Itu Buah Zakar?

Buah zakar adalah kelenjar kelamin pria yang berbentuk oval. Buah zakar yang dibungkus oleh skrotum ini berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron.

Dengan kondisi yang nyaris jarang terpapar cahaya maupun udara segar, kondisi buah zakar pria pun rentan mengalami kelembapan, yang mana dapat memicu adanya pertumbuhan bakteri di area buah zakar.

Lebih berbahayanya lagi untuk pria yang memiliki pekerjaan berhubungan langsung dengan alat-alat berat, dapat berisiko mengalami penyakit kondor atau hernia dan buah zakar turun.

baca juga: Cara Merawat Buah Zakar Agar Berfungsi Baik dan Sehat

Selain adanya pembiaran akan pertumbuhan bakteri, kaum pria juga banyak yang tidak memperhatikan kondisi alat kelaminnya. Bahkan, bisa dikatakan kebanyakan kaum pria tidak tahu bagaimana bentuk atau kondisi kelamin yang sehat atau tidak.

Buah zakar (testis) dan kantungnya (skrotum) perlu dicek secara berkala setiap bulan khususnya untuk pria yang pernah mengalami masalah sebelumnya pada buah zakarnya. Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengecekan antara lain: jumlah buah zakar, kekenyalan, ukuran, benjolan dan rasa nyeri.

Penyebab Buah Zakar Turun

Masalah umum yang dialami sebagian besar pria adalah buah zakar turun. Perlu diketahui sebelumnya, buah zakar normalnya memang tidak selalu sama tinggi antara kiri dan kanan. Namun, perbedaan ini semestinya tidak terlalu signifikan.

Testis turun di salah satu sisi tubuh dan terkadang kembali normal seperti biasa bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, salah satunya adalah hernia skrotalis. Penyakit ini terjadi karena mencuatnya usus dari perlekatannya karena dinding perut yang melemah.

Pembesaran buah zakar akibat hernia bisa muncul secara terus menerus atau hilang timbul. Pada umumnya, pembesaran buah zakar akan teraba lunak. Selain itu, jika pembesaran cukup besar, maka penderita bisa merasakan nyeri, mual, atau muntah.

Jika tidak ditangani dengan tepat, hernia skrotalis bisa meningkatkan suhu sekitar testis sehingga mengganggu proses spermatogenesis (produksi sperma) yang bisa berujung pada kemandulan.

Selain karena hernia, ada banyak penyebab buah zakar turun, di antaranya:

  • Hidrokel.
  • Torsi testis.
  • Tumor.
  • Orchitis.
  • Abses.

Sementara itu, jika benar keluhan disebabkan oleh hernia skrotalis, biasanya dokter akan menganjurkan untuk operasi yang di mana perlu dilakukan untuk menguatkan dinding perut yang lemah.

Operasi ini dilakukan dengan cara memasukkan suatu jala (mesh) yang disebut dengan operasi hernioraphy. Namun, jika penyebab buah zakar turun berbeda, tentu akan berbeda pula penanganannya.

Oleh karena itu, periksakan langsung keluhan testis turun ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dibantu dengan tes iluminasi atau pemeriksaan USG guna menentukan penanganan yang tepat.

Apakah Buah Zakar Turun Berbahaya?

Telah disinggung sebelumnya, dalam keadaan normal salah satu testis cenderung menggantung lebih rendah dibandingkan testis satunya. Namun perbedaan penurunan testis ini semestinya tidak terlalu signifikan antara testis kiri dan kanan.

baca juga: Varises pada Buah Zakar Sebabkan Pria Susah Punya Anak

Guna memastikan apakah buah zakar Anda sehat atau tidak, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Pertama mandi dengan air hangat agar dapat membantu melemaskan skrotum sehingga memudahkan untuk memeriksa hal-hal yang tidak biasa. Berdirilah tanpa busana di depan cermin, kemudian Anda bisa melanjutkan dengan:

  • Mencari area yang membengkak. Caranya pegang dan sedikit tarik penis Anda ke arah luar dan mulailah nilai warna kulit disekitar skrotum Anda, apakah ada tanda kemerahan atau mungkin timbul pembengkakan yang merupakan tanda dari suatu infeksi.
  • Nilai kondisi kedua testis. Dengan menggunakan kedua tangan, letakkan jari telunjuk dan tengah Anda tepat di bawah testis dan ibu jari Anda berada di atas. Untuk membandingkan ukuran dari kedua testis Anda, apakah terjadi pembesaran pada salah satu testis atau tidak.
  • Lakukan gerakan seperti memijat dengan bantuan jari-jari Anda. Lihat dan rasakan untuk setiap perubahan pada testis Anda. Cara ini berguna untuk mendeteksi apakah ada benjolan keras dan halus pada testis, perubahan ukuran, atau konsistensi testis.

Pemeriksaan buah zakar secara mandiri ini disarankan untuk dilakukan setidaknya satu kali setiap bulan. Hal ini penting dilakukan terutama bagi Anda yang memiliki riwayat tumor testis, testis tidak turun ke sktrotum, atau memiliki keluarga yang pernah menderita kanker testis.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi