Terbit: 25 Januari 2022 | Diperbarui: 26 Januari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Montessori adalah metode pembelajaran berbasis ilmiah yang menekankan kemandirian, kebebasan dalam batas, dan menghormati perkembangan psikologis, fisik, dan sosial alami anak. Yuk, ketahui metode pendidikan ini selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Montessori, Metode Pembelajaran untuk Anak Usia Dini

Apa Itu Montessori?

Montessori adalah metode pendidikan yang didasarkan pada aktivitas mandiri, pembelajaran langsung, dan permainan kerja sama.

Selama pembelajaran ini, anak-anak dapat membuat pilihan kreatif. Sementara kelas dan guru yang sangat terlatih merekomendasikan kegiatan yang sesuai dengan usia untuk memandu proses tersebut.

Anak-anak berkegiatan dalam kelompok dan individu untuk menemukan dan mengeksplorasi pengetahuan tentang dunia dan untuk mengembangkan potensi maksimal anak.

Ruang kelas dengan metode Montessori adalah lingkungan yang dibuat dengan indah untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dalam rentang usia tertentu.

Dr Maria Montessori yang menggagas metode ini telah menemukan bahwa pengalaman belajar di kelas jenis ini menyebabkan pemahaman yang lebih dalam tentang bahasa, matematika, sains, musik, interaksi sosial dan banyak lagi.

Sebagian besar ruang kelas dengan metode ini bersifat sekuler, meskipun metode pendidikannya dapat berhasil diintegrasikan ke dalam program berbasis agama.

Keunggulan Metode Montessori

Metode pembelajaran ini mendukung pengembangan keterampilan yang merupakan bagian dari proses belajar. Metode ini tidak mengandalkan hafalan, tetapi menguasai proses pembelajaran untuk digunakan di semua bidang studi dan kehidupan. Anak-anak belajar  dengan kecepatan mereka sendiri.

Ada beberapa keunggulan dari menterrori, berikut di antaranya:

1. Lingkungan yang dipersiapkan

Lingkungan kelas Montessori berbeda dengan sekolah pada umumnya. Agar pembelajaran mandiri dapat berlangsung, seluruh lingkungan belajar, seperti kelas, materi, dan suasana sosial, harus mendukung anak.

Guru menyediakan sumber daya yang diperlukan, termasuk kesempatan bagi anak-anak untuk berfungsi dalam lingkungan yang aman dan positif.

Bersama-sama, guru dan anak membentuk hubungan berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat yang menumbuhkan kepercayaan diri dan memungkinkan anak mengeksplorasi dan menemukan.

2. Pendekatan pada seluruh anak

Montessori mengenalkan pengembangan keterampilan sosial, pertumbuhan emosional, dan koordinasi fisik, serta persiapan kognitif untuk akademisi masa depan.

Kurikulum memungkinkan anak untuk mengalami kesenangan dalam belajar dan memberi anak waktu untuk menikmati prosesnya.

Kesenangan belajar ini meningkatkan pengembangan harga diri, dan memberikan pengalaman dari mana siswa menciptakan pengetahuannya melalui pembelajaran mandiri.

3. Bahan materi dalam metode Montessori

Dr. Montessori telah mengamati jenis kegiatan yang anak-anak sukai dan lakukan berulang kali, yang membuatnya merancang sejumlah materi multi-indera, berurutan, dan mengoreksi diri.

Materi dapat memfasilitasi pembelajaran, yang membangun dari yang konkret (berwujud) dan sensorik ke abstrak.

4. Kualitas guru

Guru Montessori berfungsi sebagai perancang lingkungan, nara sumber, panutan, demonstrator, pencatat, dan pengamat yang cermat terhadap perilaku dan pertumbuhan setiap anak.

Pelatihan ekstensif (jangkauan luas) diperlukan untuk sertifikat Montessori penuh, yang mencakup pengajaran praktik di kelas khusus untuk kelompok usia yang akan diajak bekerja sama oleh guru, seperti bayi dan balita, yakni usia 3-6 tahun, usia 6-9 tahun, usia 9-12 tahun, dan remaja.

Baca Juga: 9 Cara yang Bisa Dilakukan Orang Tua agar Anak Rajin Belajar

Prinsip Pembelajaran Montessori

Montessori adalah metode pendidikan didasarkan pada keyakinan bahwa semua anak adalah individu yang unik, bahwa semua memiliki potensi yang sangat besar, dan mereka ingin belajar dan aktif.

Oleh karena itu, guru perlu membimbing setiap anak melalui proses pembelajaran dengan menggunakan bahan-bahan yang sesuai kebutuhan dan kecepatan khusus anak-anak.

Pendidikan Montessori didasarkan pada tujuh prinsip, berikut di antaranya:

1. Kebebasan untuk memilih

Pembelajaran dan kesenangan meningkat ketika anak-anak bebas untuk memilih apa yang disukai. Meski begitu, program Montessori memberlakukan batasan yang pasti pada kebebasan ini.

Anak-anak bebas membuat lebih banyak keputusan daripada mereka di ruang kelas. Ini termasuk apa yang harus dikerjakan, berapa lama mengerjakannya, dengan siapa mengerjakannya, dan seterusnya.

2. Minat

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika orang belajar dengan tujuan untuk mengerjakan ujian dengan baik, pembelajaran mereka singkat dan mudah lupa.

Anak-anak dan orang dewasa juga, belajar lebih baik ketika mereka tertarik dengan apa yang mereka pelajari.

3. Keteraturan

Penelitian terbaru di bidang psikologi telah membuktikan bahwa keteraturan dalam lingkungan memang sangat membantu untuk pembelajaran dan perkembangan.

Ruang kelas Montessori sangat terorganisir, baik secara fisik (dalam hal tata ruang) maupun secara konseptual (dalam hal bagaimana penggunaan bahan berlangsung).

Baca Juga: 20 Tips Cara Belajar Efektif dan Efisien (Praktikal dan Menyenangkan!)

4. Belajar dari teman

Anak-anak di ruang kelas Montessori belajar dengan model tiruan, melalui tutor sebaya, dan dalam kolaborasi. Di kelas usia campuran, anak-anak yang lebih kecil dapat belajar dari yang lebih tua dengan mengajukan pertanyaan kepada mereka sambil melihat mereka berkarya.

Anak-anak lebih tua yang mengajar anak-anak lebih muda mengulangi dan menggabungkan pengetahuan dan keterampilannya dan memperoleh keterampilan sosial.

5. Konteks

Alih-alih belajar secara lisan atau teks dari guru, anak-anak dalam program Montessori sebagian besar belajar dengan melakukan.

Karena anak-anak melakukan sesuatu, bukan hanya mendengar dan menulis, pembelajaran mereka terletak dalam konteks tindakan dan objek. Misalnya, anak-anak keluar dari kelas dan ke lingkungan untuk meneliti minatnya.

6. Gerakan

Otak manusia berevolusi di dunia tempat kita bergerak dan melakukan, bukan dunia tempat kita duduk di meja. Sehingga gerakan dan kognisi terjalin erat. Pendidikan, oleh karena itu, akan melibatkan gerakan untuk meningkatkan pembelajaran anak.

7. Panduan guru

Meskipun guru Montessori memberikan batasan yang jelas tetapi membebaskan anak-anak dalam batasan ini.

Para guru secara sensitif menanggapi kebutuhan anak-anak sambil menjaga harapan yang tinggi.

Jenis pengasuhan otoritatif ini mencari jalan tengah antara sikap otoriter tradisional (melakukan karena kami mengatakannya) dan pendekatan yang terlalu permisif dan berpusat pada anak dari sekolah progresif lainnya.

Baca Juga: Mengenali Gangguan Belajar pada Anak dan Cara Mengatasinya

Demikian penjelasan tentang metode pembelajaran Montessori yang bagus untuk usia dini. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. About Montessori Education. https://montessori-nw.org/about-montessori-education (Diakses pada 25 Januari 2022)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. What is Montessori. https://montessori.on.ca/resources/what-is-montessori/ (Diakses pada 25 Januari 2022)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. What is Montessori. https://www.montessorimallorca.org/montessori-seven-principles/ (Diakses pada 25 Januari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi