Terbit: 12 February 2022 | Diperbarui: 9 February 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mengajarkan si Kecil adab yang baik sebaiknya dilakukan sejak dini. Bukan hal yang mudah, tetapi selalu ada cara untuk mengajarkan anak sopan santun. Orang tua dapat membuat hal ini mengasyikkan melalui permainan. Simak juga 10 cara mendidik sopan santun pada anak di bawah ini!

10 Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun

Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun

Cara-cara di bawah ini membutuhkan konsistensi dan kesabaran. Mengajarkan sopan santun adalah proses dari pembiasaan dan tidak bisa diburu-buru.

Berikut ini cara mendidik sopan santun pada anak:

1. Jadilah contoh bagi ana

Orang tua adalah model bagi anak-anaknya, termasuk soal adab dan kebaikan. Ketika seseorang menginginkan anaknya menjadi sosok yang sopan, maka orang tuanya harus mencontohkan sopan santun tersebut.

2. Lihatlah sisi baik anak

Setiap anak memiliki sisi baik. Jika si Kecil belum mampu menunjukkan adab sesuai keinginan orang tua, jangan khawatir. Carilah sisi baiknya. Dia mungkin belum bisa mengucapkan maaf, tolong, atau terima kasih tetapi lihatlah betapa manisnya saat menemani adiknya bermain.

Baca Juga: Mindful Parenting, Ini Prinsip dan Cara Penerapannya

3. Pujilah setiap usahanya

Berperilaku sopan terkadang tidak mudah, apalagi jika anak sedang dalam mood yang buruk atau bahkan tantrum. Namun, pujilah setiap usahanya untuk menjadi anak yang manis.

4. Penuhi rumah dengan aura positif

Rumah yang dipenuhi aura positif, saling menyayangi, dan mendukung, adalah lingkungan sempurna untuk membentuk kepribadian positif anak. Cara mendidik sopan santun pada anak akan jauh lebih ringan jika lingkungannya mendukung.

5. Kendalikan ekspektasi dan harapan pada si Kecil

Menurut John M. Grohol, Psy. D, ekspektasi dan rasa percaya terhadap seseorang seringkali dipengaruhi oleh perasaan. Maka pilihlah perasaan dengan baik.

Maafkan, maklumi, jika memungkinkan. Yakinlah dengan kesabaran anak akan belajari untuk jadi anak yang sopan dan membanggakan.

6. Kurangi kata ‘jangan’

Bagi anak di bawah usia 7 tahun, kata jangan terlalu abstrak. Mereka akan berpikir, “Kalau Mama bilang jangan berarti dilarang, lalu apa yang harus aku lakukan?”

Alih-alih menggunakan jangan, pakailah kalimat positif untuk mendorongnya melakukan hal yang lebih baik. Misalnya gantilah “Jangan lari-lari!” dengan kalimat “Jalan dengan hati-hati, ya.” Itulah salah satu cara mengajarkan anak sopan santun.

7. Bangun rasa percaya diri mereka

Rasa percaya diri akan membangun anak untuk berperilaku positif. Saat anak merasa down, bangkitkan mereka. Anak sangat sensitif terhadap perkataan orang tuanya. Alih-alih memojokkan mereka, semangati mereka agar menjadi lebih baik.

8. Jangan permalukan anak

Tidak selamanya anak menjadi si Baik Budi. Anak yang paling sopan pun sesekali bisa berulah.

Namun apapun yang dilakukannya, jangan permalukan anak di depan orang lain. Jika ingin menasehatinya, lakukan di tempat yang privat dan personal.

Baca Juga: Tiger Parenting: Definisi, Manfaat, Ciri-Ciri, Dampak Negatif, dll

9. Beritahu kesalahannya dengan lemah lembut

Saat anak berperilaku tidak sopan, tentu orang tua merasa kecewa. Namun, marah bukanlah solusi.

Beritahu kesalahannya dengan lemah lembut. Jangan lupa menyatakan rasa sayang. Sikap ini akan ditiru anak kelak.

10. Stop mencela, carilah solusi

Hampir sama dengan poin sebelumnya, lebih baik mencari solusi ketika anak berlaku tidak sopan.

Mencela hanya akan membuat mereka merasa terintimidasi. Kesabaran orang tua akan menjadi role model bagi anak untuk bersikap sama.

Itulah beberapa cara mengajarkan anak sopan santun yang Bunda dan Ayah bisa terapkan. Kasih sayang dan lingkungan yang baik dapat membantu anak bersikap sopan santun dan pintar.

Baca Juga: Moms, Ini 10 Cara Agar Anak Dekat dengan Ibu yang Bekerja

Cara Mendidik Sopan Santun Pada Anak Melalui Game

Sama halnya dengan mengajarkan matematika atau bahasa asing, orang tua juga harus kreatif mencari cara mengajarkan anak sopan santun. Tiga permainan di bawah ini dapat menjadi sarana mengasyikkan saat belajar adab dan kebaikan, sebagai berikut:

Akrostik

Alat permainan: kertas dan alat tulis

Cara bermain:

  • Tuliskan kata SOPAN atau SANTUN secara vertikal
  • Bersama anak, carilah padanan kalimat yang didahului oleh huruf dari kata tersebut.

Misalnya:

  • Sapa teman saat berpapasan.
  • Orang yang meminta maaf sebaiknya dimaafkan.
  • Penyandang disabilitas tidak boleh diejek.
  • Angkat tangan sebelum bertanya di kelas.
  • Nikmati hari dengan rasa optimis.

Hasil permainan:

  • Hasil akrostik dapat ditempelkan di kamar atau ruang keluarga sebagai pengingat.
  • Kata yang dijadikan akrostik dapat beragam. Bisa jadi menggunakan nama panggilan anak, nama kucing kesayangannya, atau kata yang lainnya.
  • Bukan hanya anak, orang tua juga sebaiknya melakukan tindakan yang tertulis di kertas, sekaligus menjadi panutan bagi anak.

Balikkan kartunya

Alat: 5-6 buah kertas karton berukuran 5×8 cm, alat tulis

Cara bermain:

  • Permainan ini dapat dimainkan bersama seluruh anggota keluarga.
  • Tuliskan tempat-tempat dimana anak beraktivitas. Misalnya: rumah, sekolah, tempat les, lapangan bola, tempat ibadah, dll.
  • Di balik masing-masing kertas, minta anak menuliskan masalah apa yang sering dialaminya. Misalnya diejek di sekolah, teman tidak mau bergantian di taman bermain, bosan di tempat les, dll.
  • Kocok kartu lalu letakkan dengan nama tempat di atas.
  • Balik kartu lalu baca masalah yang ditulis di sana. Diskusikan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut dengan tetap bersikap positif, serta apa tantangan yang dihadapi.
  • Melalui game ini orang tua juga dapat mengetahui apa saja yang dihadapi anak di luar rumah. Sesi diskusi dapat menjadi sesi curhat anak ke orang tua.

Adab dan sopan santun sejatinya adalah pelajaran yang harus diajarkan dengan kesabaran. Anak akan lebih cepat belajar jika orang tua mencontohkan sendiri bagaimana berlaku sopan. Demikian 10 cara mengajarkan sopan santun pada anak beserta dua game yang dapat dimainkan bersama keluarga.

 

  1. Achwal, Aarohi. 2019. 8 Ways to Help Your Children Develop a Positive Attitude Towards Life. https://parenting.firstcry.com/articles/developing-positive-thinking-and-attitude-in-kids-importance-and-tips/. (Diakses pada 03 Februari 2022).
  2. Molina, Katy. 2016. 10 Ways to Help Your Children Develop a Positive Attitude. https://medium.com/@kaytmolina/10-ways-to-help-your-children-develop-a-positive-attitude-e74611c71fad. (Diakses pada 03 Februari 2022).
  3. Morin, Amanda. 2020. Helping Kids Have a More Positive Attitude. https://www.verywellfamily.com/positive-attitude-activities-2086648. (Diakses pada 03 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi