Terbit: 14 April 2018 | Diperbarui: 27 June 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Perlukah suplemen zat gizi untuk anak? Umumnya ibu sering merasa khawatir jika tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi anaknya maka ibu sering beranggapan bahwa suplemen anak harus diberikan. Padahal sebenarnya hanya ada beberapa jenis zat gizi yang perlu diberikan sebagai suplemen anak.

Suplemen Zat Gizi Yang Diperlukan Anak

Natalia Stasenko, pakar kesehatan dan gizi dari Academy of Nutrition and Dietetics, menyebutkan bahwa suplemen memang bisa mendukung pemenuhan gizi anak. Namun hanya empat jenis zat gizi yang rentan tidak terpenuhi pada anak.

Hal ini umumnya dipengaruhi oleh masa pengenalan makanan, baik jenis atau tekstur makanan, pada anak. Umumnya pengenalan satu jenis makanan baru tidak bisa diterima anak dalam waktu cepat sehingga hal ini akan memengaruhi asupan makanan anak.

Dalam masa pengenalan makanan tersebut, empat zat gizi yang rawan tidak terpenuhi, adalah:

1. Zat besi

Umumnya ketersediaan zat besi, utamanya dari asupan ASI yang cukup, hanya akan mampu bertahan hingga usia bayi 6 bulan. Selebihnya jika asupan makanan bayi yang tidak memiliki, atau tidak segera dikenalkan, kandungan zat besi yang cukup akan menyebabkan kekurangan zat besi. Selain itu, zat besi merupakan zat gizi yang paling mudah terpengaruh asupannya dengan adanya bahan makanan lain, untuk itu cermati pengolahan makanan zat besi dengan tepat.

2. Vitamin D

Umumnya vitamin D memang kerap mengalami defisiensi pada seluruh kelompok usia. Namun pemenuhannya pada anak perlu diperhatikan karena akan memengaruhi tumbuh kembang dan pembentukan tulangnya.

3. Vitamin B12

Vitamin B12 penting untuk pembentukan saraf neurologis anak. Vitamin B12 bisa diperoleh dari bahan makanan hewani yang umumnya anak masih dalam masa pengenalan. Maka dari itu asupan vitamin B12 untuk anak harus mendapatkan perhatian khusus.

Sebelum memutuskan memberikan suplemen pada anak, selalu usahakan untuk memenuhi kebutuhan anak dengan diet yang seimbang dan bervariasi.

Selain itu konsultasi dengan dokter pediatri atau dietitian harus dilakukan untuk menentukan dosis yang sesuai dengan tumbuh kembang anak, ya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi