Terbit: 26 March 2020 | Diperbarui: 8 March 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pemenuhan gizi anak adalah hal penting bagi tumbuh kembang si kecil. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui angka kecukupan gizi (AKG), sumber makanan terbaik, hingga tips pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak.

Pemenuhan Gizi Anak Usia Balita Hingga Sekolah (Panduan dari Nutrisonis)

Apa Itu Angka Kecukupan Gizi Anak (AKG)?

Angka kecukupan gizi (AKG) adalah ukuran dari kebutuhan rata-rata tubuh akan nutrisi per harinya berdasarkan usia, dari mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Nilai AKG anak tidak sama dengan nilai AKG dewasa. Hal ini mengingat antara anak-anak dan orang dewasa memiliki kebutuhan yang berbeda satu sama lain, di samping faktor-faktor lainnya seperti kondisi fisik. Untuk melihat nilai AKG lengkap untuk anak dapat di akses di sini: http://bit.ly/NilaiAKGAnak

Panduan Kebutuhan Gizi Anak Sesuai Usia

Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014, berikut adalah pedoman gizi seimbang anak sesuai usianya:

1. Kebutuhan Gizi Anak Usia 0-6 Bulan

Pada usia ini, anak hanya dapat mengonsumsi air susu ibu (ASI), mengingat anak belum bisa mengonsumsi segala jenis makanan. Kandungan ASI sudah mencakup semua gizi yang diperlukan oleh anak bayi usia 0-6 bulan guna menunjang pertumbuhannya.

2. Kebutuhan Gizi Anak Usia 6-24 Bulan

Memasuki usi 6-24 bulan, kebutuhan gizi anak semakin meningkat, sehingga ASI saja tidak cukup. Pada usia ini, anak sudah bisa diberikan sejumlah jenis makanan sebagai pendamping ASI (MPASI), seperti sayur dan buah. Pastikan untuk melunakkan makanan-makanan tersebut sebelum diberikan kepada si kecil.

3. Kebutuhan Gizi Anak Usia 2-5 Tahun

Anak usia 2-5 tahun sudah bisa diberikan berbagai macam jenis makanan, termasuk jajanan. Pola makan dan jenis makanan harus benar-benar diperhatikan untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian sesuai AKG pada usianya tetap terpenuhi. Pada usia ini pun sering terjadi gangguan pencernaan pada si kecil, sehingga penting untuk terus mengawasi pola dan jenis makanannya.

4. Kebutuhan Gizi Anak Usia 6-9 Tahun

Kebutuhan gizi anak usia 6-9 tahun semakin mengalami peningkatan karena merupakan usia pra-pubertas. Pengawasan terhadap jenis makanan yang dikonsumsi—terutama makanan jajanan—harus tetap dilakukan mengingat potensi infeksi yang bisa menyerang buah hati.

5. Kebutuhan Gizi Anak Usia 10-19 Tahun

Anak-anak usia 10-19 tahun berada dalam masa pubertas. Pada periode ini, sejumlah perubahan—terutama fisik—mulai terlihat. Hal tersebut lantas memengaruhi pola asupan nutrisinya. Tetap jadikan AKG sebagai panduan dan konsultasikan dengan dokter gizi guna menemukan formula gizi yang tepat agar tumbuh kembang anak tetap berjalan optimal.

Sumber Nutrisi untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak

Ada beberapa sumber nutrisi utama yang harus diberikan kepada si kecil agar gizinya terpenuhi sehingga proses tumbuh kembangnya berjalan dengan baik. Berikut adalah sumber nutrisi yang dimaksud:

1. Karbohidrat

Fungsi karbohidrat bagi tubuh adalah sebagai sumber energi. Karbohidrat terbagi menjadi dua, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Jenis makanan yang termasuk karbohidrat utama yaitu buah kering, keju, mentega, yogurt, dan gandum. Jenis makanan yang termasuk karbohidrat kompleks yaitu nasi, kentang, jagung, ubi, dan kacang-kacangan.

2. Lemak

Lemak adalah salah satu komponen untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, namun perlu diperhatikan asupannya. Ada dua jenis, yaitu lemak baik dan lemak jahat. Perlu diingat juga bahwa lemak bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit berbahaya (lemak jahat).

3. Protein

Fungsi protein sangat penting untuk menunjang perkembangan dan fungsi tubuh anak. Ada dua jenis protein, yaitu protein nabati dan protein hewani. Protein nabati terdiri dari sayur, buah, dan biji-bijian. Protein hewani adalah jenis protein yang dapat diperoleh dari daging hewan.

4. Vitamin

Vitamin adalah salah satu kebutuhan gizi anak yang sangat vital, terutama untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang. Anda dapat memberikan si kecil buah, sayuran, dan daging sebagai menu makanan harian. Selain itu, vitamin juga tersedia dalam bentuk suplemen anak yang banyak beredar di pasaran.

5. Mineral

Fungsi mineral bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan memang cukup penting. Jenis mineral seperti kalsium, fosfor, fluor, dan magnesium dibutuhkan dalam pembentukan tulang.

6. Serat

Fungsi utama serat adalah untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Hal ini menjadi penting dikarenakan sistem pencernaan anak-anak biasanya lebih rentan terhadap berbagai penyakit seperti sembelit dan diare. Buah dan sayuran adalah sumber serat terbaik. Pastikan selalu mencukupi kebutuhan serat harian si kecil dengan memberikan makanan yang kaya serat.

7. Air

Air adalah komponen yang tidak boleh dilupakan. Kurangnya kadar air dalam tubuh bisa menyebabkan dehidrasi. Apabila kondisi ini dibiarkan, beberapa masalah kesehatan akan muncul mulai dari yang bersifat ringan hingga serius.

Daftar Makanan Bergizi Tinggi yang Baik untuk Anak

Berikut ini beberapa makanan yang sangat baik untuk perkembangan anak:

  1. Yogurt
  2. Telur
  3. Alpukat
  4. Salmon
  5. Ubi jalar
  6. Bayam
  7. Kacang dan biji-bijian
  8. Oatmeal
  9. Buah berry
  10. Whole grain
  11. Sayur dan buah berwarna oranye

Pemenuhan gizi yang seimbang sangat penting untuk selalu diperhatikan. Hal ini dapat mengurangi bahkan mencegah risiko gizi buruk pada anak.

Apa Itu Gizi Buruk?

Malnutrisi atau gizi buruk adalah suatu kondisi yang disebabkan kekurangan gizi. Anak kurang gizi biasanya mengalami kekurangan vitamin dan mineral, terutama zat besi, zinc, vitamin A dan yodium.

Gizi buruk juga dapat terjadi dengan kelebihan berat badan. Hal ini dimungkinkan karena berat badan yang lebih diperoleh dari konsumi kalori yang berlebihan, tetapi tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral pada saat yang bersamaan. Contoh makanan pemicu gizi buruk yaitu gorengan dan makanan manis.

Gejala Anak Kurang Gizi

Sebagai bahan acuan, berikut ini tabel untuk mengukur berat badan normal dari usia 1-5 dalam rata-rata (data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia):

Usia

Anak Perempuan Anak Laki-Laki

1 Tahun

7 – 11,5 kg

7,7 – 12 kg

2 Tahun

9 – 14,8 kg

9,7 – 15,3 kg

3 Tahun

10,8 – 18,1 kg

11,3 – 18,3 kg

4 Tahun

12,3 – 21,5 kg

12,7 – 21,2 kg

5 Tahun 13,7 – 24,9 kg

13,7 – 24,2 kg

1. Kekurangan Energi Protein Ringan

Ditandai dengan berat badan anak hanya mencapai 80 persen dari berat badan normal

2. Kekurangan Energi Protein Sedang

Berat badan anak hanya mencapai 70 persen dari berat badan normal. Selain itu, ada tanda yang bisa dilihat dengan jelas, yakni wajah menjadi pucat dan warna rambut berubah agak kemerahan.

3. Kekurangan Energi Protein Berat

Berat badan anak hanya mencapai 60 persen dari berat badan normal dan diikuti dengan gejala lain.

4. Kekurangan Kalsium

Ciri anak kekurangan kalsium biasanya sulit tidur, rewel, kejang dan detak jantung anak lemah

5. Kekurangan Vitamin C

Ciri-ciri anak kurang gizi biasanya memiliki rambut kusut, mudah lelah, dan memiliki luka yang sukar sembuh.

6. Kekurangan Vitamin D

Anak yang kurang vitamin D akan berpengaruh pada pertumbuhan tulangnya, yaitu terjadi perubahan pada bentuk tulang kaki yang melengkung seperti bentuk O atau X.

7. Kekurangan Zat Besi

Ciri anak kekurangan zat besi akan kesulitan bernapas, terlihat pucat, lemah, sering kedinginan, dan rewel. Pertumbuhan dan kemampuan kognitif anak juga terhambat.

8. Kekurangan Protein

Anak yang kekurangan protein biasanya ditandai dengan rambut kering dan berubah warna, kulit kering dan kusam, perut buncit, pertumbuhan lambat, luka yang tidak kunjung sembuh, dan mengalami penurunan berat badan.

9. Kekurangan Zinc

Ciri anak gizi buruk yang satu ini adalah mudah mengalami sakit dan tidak nafsu makan, sehingga perkembangan tubuhnya terhambat.

10. Kekurangan Yodium

Ciri anak kekurangan yodium biasanya mengalami pembesaran kelenjar tiroid atau gondok, terhambatnya pertumbuhan fisik, dan bahkan berisiko mengganggu psikologis anak.

11. Kekurangan Vitamin A

Anak akan mengalami penurunan kemampuan penglihatan dan bahkan radang pada selaput mata.

12. Kekurangan Vitamin K

Ciri anak kurang vitamin K biasanya tampak pada kulit, seperti memar, pucat dan kekuningan, mimisan tanpa sebab, muntah, dan terkadang rewel.

13. Kekurangan Asam lemak

Anak yang kekurangan asam lemak ditandai dengan napsu makan menurun, demam, muntah, kulit pucat, dan mudah ngantuk.

Penyebab Anak Kurang Gizi

Kurang gizi pada anak bisa terjadi di usia balita atau di bawah usia lima tahun.

“Pedoman untuk mengetahui anak kurang gizi adalah dengan melihat berat dan tinggi badan yang kurang dari normal,” kata dr. Sri.

  1. Jarak umur kakak dan adik terlalu dekat
  2. Anak yang mudah terkena infeksi.
  3. Kebersihan lingkungan.
  4. Kurang pengetahuan tentang gizi.
  5. Kondisi ekonomi.
  6. Penyakit bawaan.

Cara Mengatasi Anak Kurang Gizi

Ketika anak kurang gizi, maka ia akan mudah terkena berbagai macam penyakit dan susah sembuh dalam waktu yang lama. Kondisi ini akan memengaruhi perkembangan intelegensi anak. Sangat disarankan melakukan beberapa upaya berikut ini untuk mengatasi anak kurang gizi:.

  1. Tingkatkan pengetahuan mengenai gizi anak
  2. Lakukan pengobatan pada anak
  3. Beri makanan yang dapat memperbaiki status gizi anak menjadi lebih baik lagi.

Gizi buruk juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami stunting dan wasting.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Umumnya ditemukan pada balita berusia 1-3 bulan. Dampak stunting yang terlihat yaitu tumbuh kembang anak tidak optimal, mudah sakit, kecerdasan dan kemampuan beajar anak terganggu.

Anak stunting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Seorang anak yang bertahan dengan kondisi ini, cenderung memiliki kemampuan belajar yang rendah dan lebih rentan terhadap penyakit.

Penyebab stunting pada anak yaitu kurangnya asupan nutrisi ibu saat hamil, kurangnya asupan sehat dalam MPASI, lingkungan kurang bersih.

Wasting pada anak adalah penyakit malnutrisi yang membuat berat badan di bawah rata-rata akibat kekurangan asupan nutrisi lengkap yang mengganggu pertumbuhannya.

Kondisi ini tentu berpengaruh buruk pada perkembangan otak anak, berkurangnya massa otot, merusak fungsi sistem kekebalan tubuh, menurunkan fungsi organ-organ vital, meningkatkan risiko infeksi, serta risiko kematian.

Anak wasting memiliki tubuh sangat kurus yang tidak sesuai dengan tinggi badannya. Dalam beberapa kasus kronis, wasting pada anak membuat postur tubuh anak terlihat sangat kecil, tulang kentara dari kulit, lingkar lengan atas sangat kecil kurang dari 12,5 cm, dan timbulnya edema atau pembengkakan beberapa bagian tubuh karena penumpukan cairan.

Pertanyaan Mengenai Pemenuhan Gizi Anak (Dijawab oleh Puteri Aisyaffa, S. Gz, RD.)

DokterSehat bersama @youvitforlife mengadakan tanya-jawab langsung bersama Puteri Aisyaffa, S. Gz, RD. melalui grup WhatsApp. Berikut beberapa pertanyaan seputar pemenuhan gizi anak yang dijawab langsung oleh Puteri Aisyaffa, S. Gz, RD selaku nutrisionis @youvitforlife:

1. Sa’diyyatul Azizah (Medan)

Usia Anak: 0-6 Bulan

Apa menu makan seimbang untuk anak yang alergi protein susu sapi?

Jawaban:
Menu makan seimbang untuk anak yang alergi protein susu sapi adalah memberikan semua jenis bahan makanan yang bervariasi (karbohidrat, protein yang bisa dari nabati dan hewani selain sapi), sayuran, dan buah-buahan). Jangan lupa untuk selalu mencoba variasi bahan makanan kepada anak setiap harinya. Ingat, masa pemberian MPASI adalah fase trial & error terhadap pencernaan anak (obsevarsi alergi yang akan muncul), jadi sewajarnya memberikan berbagai macam bahan makanan kemudian mengevaluasinya kembali.

2. Kikit Irawan (Paser, Kalimantan Timur)

Usia Anak: 7-12 Bulan

Setelah lepas ASI, apakah pemberian susu formula itu wajib atau tidak? Apakah pemberian sufor ada efek jangka panjangnya?

Jawaban:
Pemberian susu formula tidak wajib karena anak bisa mendapatkan protein dari lauk hewani dan nabati, lalu kalsium dari sayuran hijau. Jika dirasa anak memiliki kekurangan dalam mengonsumsi makanan-makanan tersebut, maka diperbolehkan untuk memberikan sufor dengan memperhatikan kandungan gula pada susu.

Dampak yang terjadi jika orang tua hanya bergantung pada sufor yaitu:

  1. Anak mengalami kegemukan di kemudian hari. Hal ini diakibatkan asupan gula yang tidak terkontrol
  2. Anak cenderung jadi malas makan. Pada beberapa kondisi, orang tua lebih mengutamakan pemberian susu dibandingkan dengan makanan berat yang penuh gizi. Apabila sudah masuk masa MPASI dan orang tua hanya memberikan susu, anak akan mudah merasa kenyang dan tidak ingin makan. Padahal, kandungan gizi yang terdapat di dalam susu hanya sedikit bila dibandingkan dengan pemenuhan gizi dalam 1 piring makanan (dengan komposisi karbohidrat, protein, sayur, dan buah-buahan).

 

3. Aisyah Putri (Gianyar)

Usia Anak: 1-4 Tahun

Seberapa penting pemenuhan gizi anak dengan suplemen?

Jawaban:
Seperti namanya, suplemen bukanlah makanan utama yang wajib dikonsumsi untuk anak (maupun orang dewasa) untuk memenuhi kebutuhan gizi. Suplemen hanya tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang kurang. Jika dirasa anak sudah mengonsumsi gizi yang kompleks dan lengkap dan tidak memiliki indikasi penyakit apapun yang membutuhkan suplemen, maka suplemen tidak harus dikonsumsi. Jika dirasa zat gizi anak masih kurang dan terdapat indikasi tertentu dari dokter terkait kesehatannya, maka suplemen dibutuhkan untuk memenuhi zat gizi dalam tubuhnya.

 

4. Laila Fitri Maharani (Mojokerto)

Usia Anak: 1-4 Tahun

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan gizi anak toddler di saat sedang aktif-aktifnya bergerak?

Jawaban:
Anak usia toddler akan memiliki tingkat keaktifan yang lebih tinggi dibandingkan dengan saat usianya lebih kecil. Jadi, kondisi “gemuk” bukanlah patokan gizi anak tercukupi. Penuhi kebutuhan gizi anak dengan memberikan berbagai macam komponen makanan yang kaya akan zat gizi, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang bisa didapatkan dari konsumsi sayuran dan buah-buahan.

 

5. Restya (Makassar)

Usia Anak: 1-4 Tahun

Apakah anak usia 1 tahun masih tercukupi gizinya dengan ASI hanya pada malam hari dan makan berat 3x sehari? Terima kasih.

Jawaban:
Semakin besar usia anak, maka kebutuhan ASI memang akan semakin berkurang. Seperti yang direkomendasikan oleh UNICEF, ketika sudah berusia 1 tahun, sebaiknya anak mengonsumsi 3-4 kali makanan berat ditambah dengan ASI, serta1-2 kali makanan selingan. Pemberian ASI hanya dilakukan ketika anak ingin atau dirasa anak membutuhkannya, karena sistem pencernaannya yang semakin membesar, anak lebih membutuhkan makanan sebagai suplai energi dan zat gizinya.

——

Masih punya pertanyaan lain? Segera konsultasikan langsung dengan tim dokter dari DokterSehat secara GRATIS!

Cukup follow dan tanyakan langsung pertanyaan Anda melalui Social Media DokterSehat berikut ini:


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi