Terbit: 1 June 2018 | Diperbarui: 18 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Bunda, apakah si kecil sudah mulai belajar puasa selama bulan Ramadan? Dalam perintah agama Islam, anak-anak belum memiliki kewajiban untuk berpuasa. Bagi beberapa anak yang merasa tidak kuat, atau mengalami kondisi tertentu, disarankan untuk membatalkan puasanya.

Mom, Ini Tanda Anak Perlu Membatalkan Puasa

Kondisi yang mengharuskan anak untuk membatalkan puasa

Bagi anak yang belajar puasa untuk pertama kali, mungkin merasa puasa adalah hal yang berat. Wajar jika pada percobaan pertama anak merasa lemas dan lapar. Saat anak mengeluh demikian, Anda bisa memberinya pilihan untuk bertahan atau membatalkan puasanya.

Namun jika anak mengalami beberapa hal ini, maka sebaiknya segera batalkan puasa anak:

1. Dehidrasi parah

Anak yang berpuasa mungkin mengalami dehidrasi parah. Hal ini bisa disebabkan karena anak kurang asupan cairan saat sahur, atau anak memiliki aktivitas yang cukup banyak menguras tenaga sehingga mengalami dehidrasi.

Beberapa gejala dehidrasi yang bisa dialami anak-anak antara lain adalah warna urin menjadi pekat, anak demam, sembelit, dan pusing. Jika anak mengalami beberapa gejala tersebut, maka sebaiknya segera batalkan puasa anak dan penuhi cairan tubuhnya.

2. Metabolisme menurun

Selama berpuasa, wajar jika sistem metabolisme anak menurun. Salah satu gejalanya adalah keringat dingin di malam hari yang dialami si kecil. Apabila si kecil sering mengalami hal ini selama bulan puasa, sebaiknya hentikan dahulu puasa anak selama beberapa hari.

3. Nyeri lambung parah

Jika si kecil mengeluh mengalami nyeri lambung dan si kecil tampak kesakitan, maka sebaiknya batalkan puasanya. Nyeri lambung dapat ditimbulkan karena perubahan pola makan sehingga lambung akan mengeluarkan zat asam yang menyebabkan nyeri di bagian perut. Jika dibiarkan kondisi ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Tips puasa yang aman untuk anak-anak

Mengajarkan anak berpuasa sejak dini adalah hal yang baik, namun perhatikan juga kebutuhan gizi dan asupan cairannya. Pastikan anak cukup minum pada saat sahur dan setelah berbuka agar tidak dehidrasi. Selain itu, berikan makanan yang sehat dengan gizi seimbang untuk sumber tenaganya sehari-hari.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi