Terbit: 21 February 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Jika seorang anak ingin mencoba untuk belajar puasa, sebagai orang tua Anda perlu memperhatikan kondisi kesehatannya lebih cermat. Agar tidak terjadi hal-hal yang berbahaya, mengenali tanda anak perlu membatalkan puasa adalah sesuatu yang penting.

Tanda-tanda Anak Harus Batalkan Puasa, Orang Tua Jangan Lengah

Kondisi yang Mengharuskan Anak untuk Membatalkan Puasa

Meskipun tidak menjalani puasa secara penuh seperti orang dewasa, namun belajar puasa bisa menjadi sesuatu yang berat bagi si Kecil. Wajar jika pada awalnya anak akan mengeluh lemas, lapar, dan haus. 

Namun, ada beberapa kondisi tubuh yang menandakan seorang anak harus batalkan puasa, di antaranya:

1. Pusing hingga Napas Berat

Anak yang berpuasa mungkin mengalami dehidrasi parah. Hal ini bisa disebabkan karena anak kurang asupan cairan saat sahur, atau anak memiliki aktivitas yang cukup banyak menguras tenaga sehingga mengalami dehidrasi.

Beberapa gejala dehidrasi yang bisa dialami anak-anak antara lain warna urine menjadi kuning tua atau coklat, pusing, mual, sakit kepala, bibir kering, serta napas menjadi berat. 

Jika si Kecil mengalami beberapa gejala tersebut, maka sebaiknya segera batalkan puasanya dan penuhi cairan tubuhnya.

2. Mengalami Keringat Dingin

Saat menjalani puasa, tidak heran jika si Kecil mengalami penurunan asupan kalori. Penurunan jumlah kalori ini dapat menyebabkan sistem metabolisme ikut menurun yang ditandai dengan keringat dingin di malam hari.

Jika si Kecil mengalami keringat dingin di malam hari setelah berpuasa, Anda sebaiknya hentikan puasa selama beberapa hari. 

Apabila terjadi dalam jangka panjang, kekurangan kalori pada anak akan menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan kemampuan bejalarnya. 

Baca Juga7 Cara Menghadapi Anak yang Rewel saat Puasa, Orang Tua Wajib Tahu

3. Sakit Perut

Jika si Kecil mengeluh sakit perut, sebaiknya segera batalkan puasanya. Merasa sakit pada bagian perut dapat menjadi tanda gastritis atau radang pada lambung. 

Radang lambung pada anak yang puasa dapat terjadi karena perubahan pola makan. Lambung akan mengeluarkan zat asam saat waktu makan tiba.

Saat menjalankan puasa, anak akan melewatkan waktu makan ini. Akibatnya, zat asam akan mengikis dinding lambung dan akhirnya muncul iritasi pada dinding lambung. 

Tips Puasa untuk Anak Agar Tetap Sehat

Mengajarkan si Kecil puasa sejak dini adalah hal yang baik. Namun, yang paling penting adalah memperhatikan kesehatan tubuhnya. 

Berikut adalah beberapa tips agar si Kecil tetap sehat ketika berpuasa, di antaranya:

1. Jangan Lewatkan Sahur

Sarapan merupakan waktu makan yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Begitu juga dengan sahur. 

Sahur dapat memberikan asupan energi, cairan, dan nutrisi yang dibutuhkan si Kecil selama puasa hingga waktu berbuka mereka. Sahur juga dapat mencegahnya untuk mengalami dehidrasi.

2. Ingatkan untuk Minum Air Putih

Anda perlu memberikan dan mengingatkan si Kecil untuk minum banyak air putih selama waktu berbuka dan sahur untuk mengurangi risiko dehidrasi. 

Anda juga bisa memberikan susu, jus buah, dan sup untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Namun, air putih tetap pilihan yang terbaik. 

3. Pilih Menu Sehat dan Bergizi Seimbang

Anak-anak perlu nutrisi lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh sebab itu, Anda perlu menyiapkan menu buka puasa dan sahur yang mengandung gizi seimbang. Jangan lupakan protein, karbohidrat, serat, dan lemak baik pada setiap menu makannya. 

Anda juga sebaiknya hindari memberikan gorengan dan makanan yang terlalu asin saat sahur agar si Kecil tidak terlalu merasa kehausan selama puasa. Memberikan makanan yang mengandung sumber serat tinggi saay sahur baik untuk membuatnya merasa kenyang lebih lama. 

Melatih si Kecil puasa sejak dini adalah hal yang baik. Agar tidak memberikan efek buruk terhadap kesehatan, sebaiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter anak untuk bisa mengetahui durasi puasa dan batasan sesuai dengan kondisi tubuhnya.

 

  1. Anonim. 2020. 10 Possible Reasons Why Your Child Isn’t Growing. https://health.clevelandclinic.org/10-possible-reasons-why-your-child-is-not-growing/. (Diakses pada 16 Februari 2023).
  2. Anonim. 2020. Dehydration and Your Child. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8276-dehydration-and-your-child. (Diakses pada 16 Februari 2023).
  3. Chumari, Alvin. ?Healthy Ramadan Fasting. https://www.healthxchange.sg/food-nutrition/food-tips/healthy-ramadan-fasting-tips. (Diakses pada 16 Februari 2023).
  4. Wint, Carmella. 2021. Gastritis. https://www.healthline.com/health/gastritis. (Diakses pada 16 Februari 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi