Terbit: 7 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Bunda, apakah anak-anak Anda termasuk anak yang malas sarapan? Kadang anak malas sarapan karena takut terlambat ke sekolah. Akibatnya, anak memilih melewatkan sarapan atau sarapan dengan makanan instan cepat saji.

Pentingnya Sarapan Bagi Tumbuh Kembang Anak

Sarapan merupakan aktivitas penting untuk memulai aktivitas anak. Karena itu, orang tua perlu memerhatikan kandungan gizi yang berada dalam menu sarapan anak. Jangan hanya karena waktu yang terbatas untuk menyiapkan sarapan anak, maka anak kemudian tidak sarapan atau Anda menyiapkan makanan instan untuk sarapan.

Sarapan yang baik adalah menu sarapan yang mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin. Pilihan menu karbohidrat bisa berasal dari sereal dan biji-bijian. Protein, lemak dan vitamin bisa Anda dapatkan dari telur, susu dan buah.

Memberi menu sarapan yang tidak berkualitas dapat berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan anak hingga ia dewasa nanti. Karena itu keseimbangan gizi anak harus diperhatikan dengan baik.

Lalu bagaimana jika anak masih menolak sarapan? Steven Dowshen, dokter konsultan untuk laman kidshealth menyebutkan bahwa orang tua tetap harus menyediakan sarapan yang sehat bagi anak. Jika anak tidak mau makan, Anda bisa membawakan bekal yang sehat untuk memenuhi kebutuhan anak. Bangunkan anak lebih pagi agar ia punya waktu banyak untuk sarapan. Terlambat sarapan dapat berpengaruh pada daya tangkap dan konsentrasi anak.

Dr. Dowshen menambahkan anak yang sering melewatkan sarapan berisiko mengalami gula darah rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan anak kehilangan fokus akibat lemas dan mengantuk. Selain itu anak yang memiliki gula darah rendah umumnya lebih mudah stres dan memiliki daya tahan tubuh rendah.

Penelitian lain menyebutkan bahwa anak yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegemukan. Hal ini disebabkan karena anak yang tidak sarapan cenderung ingin makan camilan lebih banyak sehingga lemaknya cenderung menumpuk.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi