Terbit: 27 July 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Gangguan belajar pada anak penting untuk diwaspadai oleh orang tua, karena jika tidak mendapatkan perhatian serius hal ini bisa memengaruhi kepercayaan diri dan motivasi anak. Bagaimana cara mengatasi keadaan ini? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenali Gangguan Belajar pada Anak dan Cara Mengatasinya

Tanda dan Gejala Gangguan Belajar pada Anak

Menurut dr. Ursula Penny P, gangguan belajar adalah kondisi ketika seorang anak tidak mampu atau kesulitan untuk berkonsentrasi dan fokus untuk mendalami suatu kemampuan atau keterampilan baru.

Meski begitu, tidak selalu mudah untuk mengidentifikasi ketidakmampuan belajar anak. Keadaan ini memiliki variasi yang luas. Namun, terdapat beberapa tanda peringatan lebih umum daripada yang lain.

Tanda dan Gejala pada Usia Prasekolah

  • Masalah pengucapan kata.
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat.
  • Sulit berima.
  • Kesulitan mempelajari alfabet, angka, warna, bentuk, atau hari dalam seminggu.
  • Sulit mengikuti arahan atau rutinitas belajar.
  • Kesulitan mengendalikan krayon, pensil, gunting, atau mewarnai di dalam garis.
  • Mengalami kesulitan saat menggunakan kancing, ritsleting, atau belajar mengikat sepatu.

Tanda dan Gejala pada Usia 5 sampai 9 Tahun

  • Kesulitan mempelajari hubungan antara huruf dan suara.
  • Tidak dapat memadukan suara untuk membuat kata.
  • Kebingungan saat membaca kata-kata dasar.
  • Lambat untuk mempelajari keterampilan baru.
  • Secara konsisten salah mengeja kata dan sering membuat kesalahan.
  • Kesulitan mempelajari konsep matematika dasar.
  • Kesulitan mengatakan waktu dan mengingat urutan.

Tanda dan Gejala pada Usia 10 sampai 13 Tahun

  • Kesulitan dengan pemahaman membaca atau keterampilan matematika.
  • Masalah dengan pertanyaan tes terbuka dan masalah kata.
  • Tidak suka membaca dan menulis, serta menghindari membaca dengan suara keras.
  • Tulisan tangan yang buruk.
  • Keterampilan organisasi yang buruk (kamar tidur, pekerjaan rumah, dan meja berantakan serta tidak teratur).
  • Kesulitan mengikuti diskusi kelas dan mengungkapkan pikiran dengan lantang.
  • Mengeja kata yang sama secara berbeda dalam satu kalimat.

Mengenal Lebih Jauh Gangguan Belajar pada Anak

Gangguan belajar bukanlah masalah dengan kecerdasan atau motivasi. Seorang anak dengan keadaan ini tidak malas dan bodoh. Faktanya, sebagian besar yang mengalami gangguan belajar sama pintarnya dengan yang lain.

Seorang anak yang memiliki ketidakmampuan belajar itu melihat, mendengar, dan memahami sesuatu secara berbeda. Hal ini membuatnya mengalami kesulitan dalam mempelajari keterampilan dan menggunakannya secara efektif

Gangguan belajar pada umumnya memengaruhi kemampuan anak dalam membaca, menulis, kemampuan matematika, atau keterampilan nonverbal.

Membaca

Gangguan belajar pada anak dalam membaca didasarkan pada kesulitan memahami kata yang diucapkan sebagai kombinasi suara yang berbeda. Hal ini dapat membuat anak sulit untuk memahami bagaimana huruf mewakili suara dan bagaimana kombinasi huruf membuat sebuah kata.

Pada beberapa kasus, masalah dengan memori kerja yaitu kemampuan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi juga dapat berperan.

Bahkan ketika anak menguasai keterampilan membaca dasar, anak-anak mungkin mengalami kesulitan dengan keterampilan berikut:

  • Membaca dengan kecepatan normal.
  • Memahami bacaan
  • Mengingat secara akurat apa yang baru saja anak baca.
  • Membuat kesimpulan berdasarkan bacaan.
  • Ejaan.

Gangguan belajar dalam membaca biasanya disebut disleksia, tetapi beberapa dokter mungkin menggunakan istilah ini untuk menggambarkan hanya beberapa masalah pemrosesan informasi yang menyebabkan anak sulit membaca.

Menulis

Menulis membutuhkan keterampilan visual, motorik, dan pemrosesan informasi yang kompleks. Gangguan belajar dalam ekspresi tertulis dapat menyebabkan hal berikut:

  • Tulisan tangan yang lambat.
  • Tulisan sulit dibaca.
  • Kesulitan menuangkan pikiran ke dalam tulisan.
  • Teks tertulis yang tidak terorganisir dengan baik atau sulit dimengerti.
  • Masalah dengan ejaan, tata bahasa, dan tanda baca.

Matematika

Gangguan belajar dalam matematika dapat menyebabkan masalah dengan keterampilan berikut:

  • Memahami bagaimana angka bekerja dan berhubungan satu sama lain.
  • Menghitung soal matematika.
  • Menghafal perhitungan dasar.
  • Menggunakan simbol matematika.
  • Memahami masalah kata.
  • Mengatur dan merekam informasi sambil memecahkan masalah matematika.

Keterampilan Nonverbal

Gangguan belajar pada anak dalam keterampilan nonverbal tampaknya mengembangkan keterampilan bahasa dasar yang baik dan keterampilan menghafal yang kuat di awal masa anak-anak.

Kesulitan hadir dalam keterampilan visual-spasial, keterampilan visual-motorik, dan keterampilan lain yang anak-anak perlukan dalam fungsi sosial atau akademik.

Seorang anak dengan gangguan belajar ini mungkin memiliki masalah dengan keterampilan berikut:

  • Menafsirkan ekspresi wajah dan isyarat nonverbal dalam interaksi sosial.
  • Menggunakan bahasa dengan tepat dalam situasi sosial.
  • Koordinasi fisik.
  • Keterampilan motorik halus, seperti menulis.
  • Perhatian, perencanaan dan pengorganisasian.
  • Pemahaman bacaan tingkat tinggi atau ekspresi tertulis, biasanya muncul di sekolah dasar.

Cara Mengatasi Gangguan Belajar pada Anak

Pendidikan khusus adalah perawatan yang paling umum untuk gangguan belajar. Banyak sumber daya yang tersedia di luar sistem sekolah umum, termasuk:

  • Sekolah swasta yang mengkhususkan diri dalam merawat anak-anak dengan gangguan belajar.
  • Program setelah sekolah yang dirancang untuk anak-anak dengan ketidakmampuan belajar
  • Layanan bimbingan dan terapi di rumah.

Penting untuk dipahami, gangguan belajar pada anak jangan menjadi penghalang menuju kesuksesan. Perawatan yang tepat dapat membantu anak mengatasi setiap tantangan.

Peran Orang Tua Dalam Mengatasi Gangguan Belajar pada Anak

Mengetahui anak  memiliki ketidakmampuan belajar bisa sangat melelahkan. Banyak orang tua merasa bahwa proses mendiagnosis gangguan ini bisa membuat frustrasi.

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua adalah mencintai dan mendukung anak. Berikut beberapa tips yang dapat membantu perkembangan anak lebih baik, di antaranya:

  • Pelajari semua yang Anda bisa. Dapatkan semua fakta tentang gangguan belajar anak Anda dan bagaimana hal itu memengaruhi proses belajar. Teliti layanan dan strategi pendukung sehingga Anda dapat berperan aktif dalam memutuskan perawatan yang tepat.
  • Pastikan anak memiliki kebiasaan yang baik. Anak yang cukup tidur di malam hari, makan makanan seimbang, dan banyak berolahraga adalah anak yang lebih sehat, baik mental maupun fisik.
  • Perhatikan suasana hati anak. Ketidakmampuan belajar bisa berdampak buruk bagi harga diri anak. Awasi gejala depresi, seperti kemurungan, perubahan dalam tidur atau nafsu makan, serta kehilangan minat dalam aktivitas yang biasa anak lakukan.

Nah, itulah berbagai jenis gangguan belajar pada anak dan cara mengatasinya yang wajib orang tua pahami. Semoga informasi ini bermanfaat!

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. Learning disorders: Know the signs, how to help. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/learning-disorders/art-20046105. (Diakses pada 27 Juli 2021).
  2. Byrd, Florence. 2020. Detecting Learning Disabilities. https://www.webmd.com/children/guide/detecting-learning-disabilities. (Diakses pada 27 Juli 2021).
  3. Kemp, Gina. 2020. Learning Disabilities and Disorders. https://www.helpguide.org/articles/autism-learning-disabilities/learning-disabilities-and-disorders.htm. (Diakses pada 27 Juli 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi