Terbit: 28 July 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cara mencegah stunting pada anak penting untuk Bunda terapkan agar anak bisa tumbuh dengan sehat sesuai dengan usianya. Langkah pencegahan ini bahkan bisa Anda lakukan mulai dari masa kehamilan. Bunda, yuk simak bagaimana cara mencegah anak mengalami stunting di bawah ini!

6 Cara Mencegah Stunting pada Anak sejak Awal Kehamilan

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak baik pada tubuh dan otak, ini menyebabkan tinggi badan pendek dari anak normal seusianya dan keterlambatan berpikir. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kekurangan gizi berkepanjangan (terutama saat janin masih dalam kandungan), infeksi berulang, dan kebersihan yang buruk.

Selain bertubuh pendek, Anak stunting mungkin juga memiliki sistem kekebalan tubuh, fungsi otak, dan perkembangan organ yang lebih buruk. Tapi ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stunting, terutama di 1.000 hari pertama antara kehamilan dan usia dua tahun—ini berperan penting untuk memastikan perkembangan anak yang sehat.

Daftar Cara Mencegah Stunting yang Efektif

Stunting adalah kondisi yang menjadi masalah serius di bidang kesehatan di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, sekitar 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Namun masalah ini dapat diatasi dengan memberikan gizi seimbang di masa kanak-kanak untuk mencegah dampak buruk stunting. Dampak stunting seperti gangguan perkembangan otak, gangguan kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme.

Berikut ini beberapa cara mencegah stunting pada anak:

1. Memenuhi Kebutuhan Gizi Sejak Hamil

Mencegah stunting bisa Bunda lakukan sejak dini, yaitu dengan selalu memenuhi kebutuhan gizi baik bagi ibu dan jani. Dalam hal ini, ibu hamil  ada baiknya mengonsumsi makanan atau suplemen yang sehat dan bergizi yang direkomendasikan oleh dokter. Jika Bunda memiliki nutrisi yang cukup, pastikan tetap harus mengunjungi dokter secara teratur atau bidan untuk memeriksa kondisi kehamilan.

2. Berikan ASI Eksklusif Selama 6 Bulan pada Bayi

Cara mencegah stunting pada anak dengan memberikan air susu ibu (ASI) secara rutin selama 6 bulan pada bayi, maka akan membantu mengurangi stunting karena ASI mengandung zat gizi mikro dan makro. Selain itu, ASI juga mengandung whey protein dan kolostrum yang bisa meningkatkan kekebalan bayi yang rentan agar selalu sehat. Oleh karena itu, setiap ibu sebaiknya untuk tetap menyusui anaknya secara rutin selama 6 bulan.

3. Dukung ASI Eksklusif dengan MPASI

Bunda bisa memberikan makanan pelengkap atau makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat jika bayi sudah menginjak usia 6 bulan ke atas. Pastikan makanan yang Anda pilih mampu memenuhi nutrisi makro dan mikro yang sebelumnya berasal dari ASI.

Selain itu, Bunda harus berhati-hati dalam memilih makanan tambahan tersebut. Jika Bunda mengalami kondisi yang tidak menyenangkan setelah mengonsumsi makanan padat, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

4. Memantau Perkembangan Anak

Setelah melakukan langkah sebelumnya, Bunda didorong untuk memantau kondisi si Kecil secara teratur dari tinggi hingga berat badannya. Selain itu, penting untuk membawa anak secara rutin mengunjungi posyandu atau klinik anak agar dapat mengetahui gejala awal stunting dan juga cara mencegah stunting.

5. Selalu Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan anak juga tidak luput dari perhatian Bunda. Ketika bermain, anak belum bisa memerhatikan kebersihan tempat bermain. Di sisi lain, anak sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Oleh karenanya, orang tua harus berperan aktif dalam membersihkan area bermain anak dan selalu memantau anak.

Salah satu pemicu stunting adalah diare yang disebabkan oleh paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, penting untuk selalu membersihkan area bermain secara rutin sebagai salah satu cara mencegah stunting pada balita.

Kebersihan air bersih dan sanitasi juga harus orang tua perhatikan. Tanda-tanda air bersih adalah jernih, tidak berbau, terasa tawar, dan tidak memiliki zat kimia. Mulailah ajarkan si kecil bagaimana cara mencuci tangan dan untuk tidak buang air besar sembarangan.

6. Pola Asuh yang Baik

Peran orang tua dan keluarga sebagai lingkungan pertama tumbuh kembang si kecil, merupakan faktor yang penting untuk perilaku. Orangtua harus memahami edukasi perkembangan kesehatan anak bahkan sejak masa kehamilan. Hal ini mencakup pemenuhan gizi selama kehamilan, dan memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan.

Tak hanya janin atau bayi, psikologis dan mental untuk  ibu juga perlu dijaga agar tetap stabil. Oleh karena itu, kerja sama ibu dan ayah agar tetap harmonis juga tak kalah penting untuk tumbuh kembang anak.

Pengaruh Stunting bagi Anak

Anak-anak yang menderita stunting lebih cenderung mengalami kesehatan yang buruk dan berisiko terkena penyakit dan kondisi terkait pola makan. Tetapi stunting tidak hanya memengaruhi kesehatan anak, tetapi juga menghambat perkembangannya di masa depan.

Berikut ini pengaruh buruk stunting untuk anak:

  • Anak-anak yang menderita stunting mungkin tidak akan pernah tumbuh setinggi mungkin atau mengembangkan potensi kognitif sepenuhnya.
  • Kemampuan kognitif anak rendah.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh yang membuat anak mudah sakit.
  • Rentan terhadap beberapa penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker.
  • Sekitar 43 persen anak balita di negara berpenghasilan rendah dan menengah berada pada peningkatan risiko kemiskinan karena stunting.
  • Ibu yang mengalami kurang gizi cenderung memiliki anak yang menderita stunting, ini mempertahankan siklus kemiskinan dan kurang gizi.

Itulah beberapa cara mencegah stunting pada balita yang harus orang tua pahami. Mulai dari menjaga nutrisi janin dari masa kehamilan, memberikan ASI optimal atau susu formula, serta memberikan nutrisi terbaik untuk anak. Semoga informasi ini bermanfaat!

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2021. 5 Effective Ways To Prevent Stunting in Children. https://herminahospitals.com/en/articles/5-cara-ampuh-cegah-stunting-pada-anak.html (Diakses pada 28 Juli 2021)
  2. Anonim. 2019. Pencegahan Stunting Pada Anak. https://promkes.kemkes.go.id/pencegahan-stunting (Diakses pada 28 Juli 2021)
  3. Anonim. 2020. Apa dan cara mencegah stunting. https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/apa-dan-cara-mencegah-stunting/ (Diakses pada 28 Juli 2021)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Stunting Prevention. https://www.unicef.org/wca/stunting-prevention (Diakses pada 28 Juli 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi