Terbit: 13 September 2021 | Diperbarui: 18 July 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Dampak pelecehan seksual pada anak adalah sesuatu yang serius karena bisa memengaruhi perkembangan fisik dan mentalnya. Simak penjelasan mengenai dampak psikologis, fisik, hingga dampak sosial anak yang mengalami pelecehan seksual, selengkapnya di bawah ini.

Ini Dampak yang Bisa Terjadi pada Anak Korban Pelecehan Seksual

Berbagai Dampak Pelecehan Seksual pada Anak

Banyak studi mengungkapkan dampak pelecehan seksual memiliki konsekuensi yang luas dan serius. Pelecehan yang dialami dapat memengaruhi hubungannya dengan orang lain, keimanan, pendidikan, hingga karir.

Berikut ini adalah beberapa dampak pelecehan seksual pada anak, di antaranya:

  • Mengganggu Perkembangan Otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual pada anak memiliki efek yang dapat merusak perkembangan otak. Traumatis yang ditimbulkan dari perbuatan ini menyebabkan perubahan penting dalam fungsi dan perkembangan otak.

Hal itu terlihat dari perbedaan besaran otak otak sebelah kiri dan kanan secara asimetris. Seseorang yang pernah mengalami pelecehan, otak kirinya terlihat lebih besar.

Selain itu, tindakan ini juga membuat perbedaan relaksasi yang tidak normal saat melakukan pemeriksaan NMR (nuclear magnetic resonance) cerebellar vermis pada otak orang dewasa yang mengalami pelecehan seksual di masa kecil.

  • Kerusakan Organ Seksual

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kekerasan seksual yang terjadi pada anak menyebabkan kerusakan pada organ seksual. Selain kerusakan fisik yang terjadi, pelecehan seksual juga berisiko menularkan penyakit menular seksual.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa, pelecehan seksual pada anak dapat menyebabkan luka internal dan pendarahan. Pada kasus yang parah, kerusakan organ internal dapat menyebabkan kematian. Hal ini tergantung pada umur, ukuran, dan tingkat kekuatan yang digunakan pelaku.

  • Meningkatkan Risiko Menggunakan Narkoba dan Perilaku Menyimpang

Selain kerusakan fisik, pelecehan yang dialami anak juga berdampak pada gangguan psikologis. Dampak psikologis anak korban pelecehan seksual ini perlu segera diatasi karena bisa berdampak serius pada kehidupannya di masa mendatang.

Sebuah studi menunjukkan bahwa individu yang mengalami pelecehan di masa anak-anak dan dewasa, sebagian besar mengalami atau memiliki gejala post traumatic stress disorder (PTSD).

Kondisi ini bisa membuat seseorang cenderung untuk menggunakan obat-obatan terlarang atau konsumsi minuman beralkohol untuk mengatasi kegelisahan yang dialami, serta menghilangkan trauma yang dirasakan pasca kejadian. Selain itu, seseorang dengan kondisi ini juga cenderung lebih menyalahkan diri sendiri

Studi lain mengungkapkan, gangguan traumatis karena pelecehan seksual pada saat anak-anak memunculkan gangguan kecanduan alkohol pada saat dewasa. Bagi laki-laki keadaan ini dikaitkan kekerasan fisik, sedangkan pada perempuan hal ini terkait dengan keinginan untuk terlibat dalam seks berisiko.

Bahkan, penelitian lainnya mengungkap pengalaman pelecehan seksual pada masa kecil menyumbang varian unik dalam gejala keparahan PTSD dan memiliki hubungan langsung yang negatif dengan kepuasan pernikahan.

  • Gangguan Kecemasan Sosial

Dampak psikologis anak korban pelecehan seksual lainnya adalah gangguan  perilaku, gangguan kognisi , dan  gangguan emosional. Anak korban kekerasan seksual biasanya mengalami depresi, ketakutan, dan kecemasan  dalam  beberapa  bulan  atau  beberapa  tahun.

Sebuah studi mengungkapkan, pengalaman trauma yang dialami anak dapat membuatnya hilang kepercayaan pada orang dewasa, tidak berdaya, dan stigma negatif.

Stigmatisasi pada korban pelecehan seksual membuat korban merasa bersalah dan bertanggung jawab terhadap peristiwa pelecehan yang dialaminya. Hal ini bisa membuat korban akan menarik diri dari lingkungan.

Namun, penarikan diri dari lingkungan tidak terjadi pada semua korban atau mereka yang memiliki hubungan intrapersonal yang cukup baik dengan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, kekerasan seksual juga berdampak pada kegiatan keseharian anak seperti bersekolah dan menjalin relasi dengan teman-temannya. Pasca kejadian, seorang anak bisa merasa malu ditambah dengan teman-teman yang juga menjauh, sehingga membuatnya merasa tidak memiliki teman.

 

  1. Hidayat, Muslim dan Taufiqurrahman. 2020. Dampak Psikologis Kekerasan Seksual Pada Anak. http://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/coution/article/view/237/287. (Diakses pada 13 September 2021).
  2. Sakalasastra, Pandu Pramudita dan Ike Herdiana. 2012. Dampak Psikososial Pada Anak Jalanan Korban Pelecehan Seksual Yang Tinggal di Liponsos Anak Surabaya. (Diakses pada 13 September 2021).
  3. Wahyuni, Hera. Dampak Kekerasan Seksual Terhadap Perkembangan Generasi Penerus Bangsa. http://dspace.uphsurabaya.ac.id:8080/xmlui/bitstream/handle/123456789/1210/Hera%20Wahyuni.pdf?sequence=1&isAllowed=y. (Diakses pada 13 September 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi