Terbit: 8 March 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cuaca panas adalah salah satu kondisi yang membuat banyak orang merasa tidak nyaman. Hal ini membuat beberapa orang menggunakan kipas angin untuk menghilangkan kegerahan. Meski aman digunakan pada orang dewasa, kipas angin tidak dianjurkan pada bayi. Ketahui berbagai bahaya kipas angin untuk bayi, selengkapnya di bawah ini.

5 Bahaya Kipas Angin untuk Bayi, Penting Diwaspadai Orang Tua

Bahaya Kipas Angin untuk Bayi

Terdapat sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat ruangan tetap sejuk dan terhindar dari udara panas. Salah satunya adalah penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin. Sayangnya, hal ini dapat membahayakan kesehatan.

Udara yang bergerak akibat penggunaan kipas angin dapat membuat debu dan serbuk sari beterbangan di dalam rumah. Kondisi ini tentu akan membahayakan orang dengan asma atau alergi. Paparan udara dari kipas angin juga bisa menyebabkan kulit kering, padahal menjaga kulit tetap lembap adalah sesuatu yang penting.

Sementara itu, terkait apakah kipas angin bahaya untuk bayi, terdapat beberapa bahaya yang mesti orang tua waspadai, di antaranya:

1. Menyebabkan masalah otot pada bayi

Salah satu dampak dari penggunaan kipas angin di kamar bayi adalah menyebabkan masalah otot. Paparan udara dingin yang dihasilkan oleh kipas dapat mengakibatkan kontraksi otot. Kondisi ini akan meningkatkan risiko kekakuan leher saat bangun di pagi hari.

Saat merasa kesakitan akibat nyeri otot, bayi belum bisa mengutarakannya. Oleh sebab itu, bisa saja si Kecil menjadi lebih rewel. Untuk mencegah kondisi ini, sebaiknya tidak mengarah langsung kipas pada bayi.

meletakkan kipas angin mengarah langsung kepada bayi.

Baca Juga10 Tips Menjaga Bayi Tetap Hangat di Musim Hujan

2. Meningkatkan risiko sinusitis

Bahaya penggunaan kipas angin untuk bayi berikutnya adalah meningkatkan risiko sinusitis. Ya, tak hanya menimpa orang dewasa, kondisi peradangan pada dinding sinus ini juga dapat terjadi kepada bayi.

Penyebab sinusitis pada bayi adalah akibat udara dingin yang dihasilkan oleh kipas angin. Suhu dingin tersebut kemudian akan mengakibatkan selaput lendir di hidung bayi mengering.

Perlu Anda ketahui, semakin kering selaput lendir, maka semakin tinggi produksi lendir yang dihasilkan. Pada gilirannya, kondisi ini dapat memicu infeksi sinus.

3. Mengakibatkan infeksi pernapasan

Penggunaan kipas angin dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan pada bayi. Apalagi jika Anda mengarahkan secara langsung kipas tersebut ke arah bayi.

Kondisi ini dapat terjadi terutama jika kebersihan kipas angin yang tidak terjamin. Debu dan kotoran yang menempel pada baling-baling kipas akan masuk ke dalam saluran pernapasan bayi, lalu meningkatkan masalah pernapasan.

Oleh karena itu,  Anda harus rajin membersihkan kipas angin dari debu dan kotoran yang menempel. Dengan begitu, risiko infeksi pernapasan dapat menurun.

4. Meningkatkan risiko dehidrasi

Dehidrasi dapat menjadi salah satu bahaya kipas angin untuk bayi. Anda mungkin menganggap penggunaan kipas angin dapat menjaga si Kecil agar tetap sejuk dan terhindar dari panas.

Sayangnya, kipas angin justru berdampak pada risiko dehidrasi. Kipas angin menyebabkan saluran hidung dan mulut kehilangan kelembapan akibat terjadinya penguapan. Nah, kondisi tersebut pada gilirannya akan menyebabkan tubuh dehidrasi. Hal serupa juga berlaku pada bayi Anda.

5. Meningkatkan risiko hipotermia

Mengarahkan secara langsung kipas angin ke tubuh bayi sebaiknya tidak Anda lakukan. Pasalnya, masalah kesehatan seperti hipotermia bisa saja terjadi.

Bahaya kipas angin untuk bayi baru lahir ini terjadi akibat udara dingin yang dihasilkan. Lama-kelamaan, udara dingin tersebut menyebabkan suhu tubuh bayi turun.

Melansir Healthline, bayi yang terlahir di lingkungan dengan udara dingin menjadi salah satu penyebab hipotermia. Oleh sebab itu, menjaga suhu tubuh bayi agar tetap berada di suhu optimal penting untuk Anda lakukan.

Hipotermia sendiri adalah kondisi ketika suhu tubuh mengalami penurunan drastis hingga di bawah 35 derajat celsius. Perlu Anda ketahui, suhu tubuh normal adalah 37 derajat celsius.

Baca Juga5 Bahaya AC untuk Kesehatan Bayi dan Tips Menggunakannya

Penggunaan Kipas Angin saat Bayi Tidur Tidak Selalu Berbahaya

Kendati cukup banyak bahaya kipas angin untuk bayi, ada pula manfaat yang bisa didapatkan.

Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan kipas angin selama tidur pada bayi dapat menurunkan risiko SIDS (sudden infant death syndrome) alias kematian mendadak pada bayi. Para peneliti mengungkapkan, menggunakan kipas saat tidur berhubungan dengan penurunan SIDS sebesar 72 %. Penelitian ini melibatkan 185 partisipan bayi yang terdiagnosis SIDS

Sementara itu, melansir Webmd, penurunan risiko SIDS juga dapat terjadi saat tidur di kamar dengan jendela terbuka. Namun, penurunan risiko lebih kecil, yakni hanya sebesar 36 % ketimbang penggunaan kipas.

Nah, itu dia penjelasan terkait bahaya kipas angin untuk bayi. Guna mencegah berbagai masalah kesehatan seperti yang dijelaskan di atas menimpa si Kecil, langkah terbaik adalah hindari mengarahkan langsung kipas angin ke tubuh bayi.

 

  1. Anonim. Hot weather and child safety. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/hot-weather-and-child-safety. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  2. Anonim. Hypothermia. https://www.nhs.uk/conditions/hypothermia/. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  3. Anonim. Keeping a Fan On When Babies Sleep ‘could Dramatically Cut Cot Death Risk’. https://www.dailymail.co.uk/health/article-1070816/Keeping-fan-babies-sleep-dramatically-cut-cot-death-risk.html. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  4. Booth, Jessica., & Thorpe, JR. 2020. An Expert Explains The One Sneaky Reason You Might Want To Turn Your Fan Off At Night. https://www.bustle.com/p/does-sleeping-with-a-fan-on-at-night-dehydrate-you-you-might-want-to-keep-a-glass-of-water-by-your-bed-9960083. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  5. Boyles, Salynn. 2008. Fan in Baby’s Room May Lower SIDS Risk. https://www.webmd.com/parenting/baby/news/20081006/sleeping-with-fan-may-lower-sids-risk. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  6. Christiano, Donna. 2021. Identifying and Treating a Low Body Temperature in Babies. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-temperature-low. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  7. Coleman-Fox, Kimberly., dkk. 2008. Use Of A Fan During Sleep And The Risk Of Sudden Infant Death Syndrome. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18838649/. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  8. Forsey, Zoe. 2020. Sleeping with Your Fan On Could be Seriously Damaging Your Health – What to do Instead. https://www.mirror.co.uk/news/uk-news/sleeping-your-fan-could-seriously-12978612. (Diakses pada 7 Maret 2022).
  9. Rettner, Rachael. 2018. Is Sleeping with a Fan On Actually Bad for Your Health? https://www.livescience.com/63179-sleeping-fan-health.html. (Diakses pada 7 Maret 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi