Terbit: 28 Mei 2018 | Diperbarui: 4 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Penyakit slapped cheek syndrome merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai baik oleh ibu hamil maupun anak-anak. Pada ibu hamil, penyakit ini dapat ditularkan ke bayi dan memicu keguguran. Seperti apa sebenarnya penyakit ini?

Bahaya Slapped Cheeck Syndrome pada Ibu Hamil

Apa itu penyakit slapped cheek syndrome?

Penyakit slapped cheek syndrome sering disebut juga dengan penyakit fifth disease yang ditandai dengan ruam merah pada pipi bayi sehingga disebut slapped cheek syndrome. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut parovirus yang dapat menghalangi porduksi sel darah merah.

Gejala slapped cheek syndrome umumnya mirip gejala flu seperti bersin, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam. Selain itu gejala yang khas adalah ruam merah pada pipi namun bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit slapped cheek syndrome pada ibu hamil dan anak-anak

Pada ibu hamil yang terjangkit virus ini, ada kemungkinan janin bisa ikut terinfeksi melalui plasenta. Sekitar 10 persen ibu yang terinfeksi virus ini sebelum kehamilan usia 20 minggu berisiko mengalami keguguran. Namun keguguran ini baru akan terjadi jika kondisi ibu dan janin tidak dalam kondisi prima. Selain keguguran, penyakit ini juga dapat memicu stillbirth dan peradangan pada jantung bayi serta anemia.

Sedangkan pada anak-anak, umumnya penyakit ini menyerang anak berusia 4-12 tahun meskipun anak yang lebih dewasa juga bsia dapat terserang penyakit ini. Secara umum kondisi ini sebenarnya tidak mengkhawatirkan, terutama jika anak dalam kondisi prima. Penyakit ini dapat sembuh tanpa menyebabkan komplikasi serius lainnya.

Penanganan slapped cheek syndrome pada ibu hamil dan anak-anak

Bagi ibu hamil yang mengalami gejala ini sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Umumnya dokter akan memeriksa dengan USG apakah si kecil memiliki kelebihan cairan pada jaringan. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan apakah plasenta terlihat terlalu besar dan janin memiliki banyak cairan ketuban atau tidak.

Jika janin terlihat sehat dan dalam kondisi baik, ibu tidak perlu khawatir akan kondisinya hingga persalinan. Infeksi virus ini tidak menyebabkan bayi mengalami cacat lahir atau masalah perkembangan ketika lahir.

Sedangkan pada anak-anak, penyakit ini bisa diatasi dengan banyak istirahat, makan makanan bergizi, memperbanyak ciaran tubuh dan memberi pereda nyeri. Ruam umumnya akan hilang dalam beberapa hari namun butuh waktu beberapa minggu untuk menyembuhkan infeksinya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi