Terbit: 17 April 2020 | Diperbarui: 31 May 2023
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Pemeriksaan posisi janin dapat dilakukan dengan metode perabaan yang disebut dengan pemeriksaan Leopold. Hasil dari pemeriksaan ini membantu dokter untuk menentukan prosedur persalinan yang tepat dan sesuai dengan kondisi ibu dan janin. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini!

Mengenal Pemeriksaan Leopold pada Ibu Hamil Beserta Tahapannya

Apa Itu Pemeriksaan Leopold?

Pemeriksaan Leopold atau disebut juga dengan manuver Leopold adalah pemeriksaan yang melibatkan teknik perabaan perut pada ibu hamil untuk menentukan posisi dan presentasi janin. Nama pemeriksaan ini diambil dari Christian Gerhard Leopold, seorang ginekolog yang menciptakan teknik ini.

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan oleh bidan atau dokter kandungan ketika kandungan memasuki trimester ketiga atau mendekati kelahiran. Pada dasarnya fungsi pemeriksaan ini sama dengan pemeriksaan USG (ultrasonografi).

Selain untuk menentukan posisi dan letak janin, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk memperkirakan berat janin saat lahir. Pemeriksaan ini juga melibatkan penilaian bentuk panggul ibu.

Hasil dari pemeriksaan ini akan menentukan apakah persalinan normal mungkin dilakukan atau mungkin operasi caesar diperlukan.

Baca Juga: Jenis Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Setelah Melahirkan

Tahapan Pemeriksaan Leopold

Secara umum, pemeriksaan dibagi menjadi 4 tahapan. Langkah pemeriksaan ini disebut dengan langkah Leopold 1 sampai 4. Berikut adalah penjelasan dari setiap tahapan pemeriksaan Leopold:

Leopold 1

Dokter atau bidan akan meraba bagian atas rahim (fundus) untuk menentukan ujung janin mana yang berada di bagian atas rahim. Apabila kepala atau bokong janin berada di fundus, artinya janin berada pada posisi vertikal. Apabila tidak, maka janin kemungkinan besar berada pada posisi transversal.

Bagian kepala biasanya terasa kokoh dan keras dan berbentuk bulat. Sedangkan bagian bokong umumnya terasa lunak dan memiliki bentuk yang simetris.

Leopold 2

Pada langkah kedua, dokter atau bidan akan menekan bagian sisi perut. Perabaan ini dilakukan untuk menetapkan posisi tulang belakang dan ekstremitas (anggota gerak).

Cara melakukan manuver kedua ini adalah dengan meletakkan tangan kanan di satu sisi perut, lalu menggunakan tangan kiri untuk menjelajahi rahim di sisi kanan. Lalu mengulangi langkah yang sama untuk sisi perut yang berlawanan.

Bagian punggung atau tulang belakang janin terasa halus dan kencang. Sedangkan bagian ekstremitas akan terasa seperti tonjolan kecil. Bagian belakang harus terhubung dengan bentuk yang terasa di bagian perut bagian bawah dan perut bagian atas.

Leopold 3

Langkah ketiga ini dilakukan untuk mendeteksi bagian janin yang paling dekat dengan jalan lahir. Dokter atau bidan menggunakan jari dan ibu jari satu tangan untuk memegang perut bagian bawah yang terletak di atas simfisis pubis.

Hasil pemeriksaan dari langkah ketiga ini seharusnya memvalidasi hasil dari manuver pertama. Apabila di bagian atas yang teraba adalah bagian bokong, maka di bagian bawah yang teraba adalah tentu bagian kepala.

Leopold 4

Langkah pemeriksaan yang keempat ini harus dilakukan dengan posisi dokter atau bidan menghadap kaki pasien. Dokter atau bidan akan meraba bagian bawah perut menggunakan kedua tangan.

Apabila kepala janin tertekuk dengan baik, maka letaknya berada di sisi yang berlawanan dengan punggung janin. Jika kepala sudah sulit untuk dirasakan atau diraba, hal ini mungkin menandakan bahwa kepala telah turun ke jalan lahir.

Baca Juga: CT Scan: Kegunaan, Prosedur, Persiapan, hingga Risiko

Apakah Pemeriksaan Leopold Efektif?

Pemeriksaan ini dapat dikatakan cukup efektif sebagai skrining untuk malpresentasi janin atau mengetahui posisi janin yang kurang tepat.

Sebuah penelitian dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan Leopold pada 150 wanita hamil. Pemeriksaan ini kemudian diikuti dengan pemeriksaan USG sebagai perbandingan. Hasilnya membuktikan bahwa pemeriksaan Leopold yang dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman memang cukup efektif untuk mengetahui posisi janin.

Pemeriksaan ini akan sangat berguna, terutama jika dilakukan di tempat di mana USG mungkin belum tersedia.

Penunjang Pemeriksaan Leopold

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan Leopold, dokter dapat mempertimbangkan untuk menentukan prosedur persalinan yang aman sesuai kondisi ibu hamil. Selain itu dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan guna mengamati kondisi ibu hamil dan janin.

Berikut ini penunjang untuk pemeriksaan Leopold, meliputi:

  • Ultrasonografi (USG). Merupakan tes selama kehamilan yang memeriksa kesehatan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Selain itu, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan melahirkan, melihat posisi janin hingga volume air ketuban.
  • Cardiotocography (CTG). Alat yang digunakan untuk mencatat pola detak jantung bayi dalam hubungannya dengan adanya kontraksi atau aktivitas janin dalam rahim.

Baca Juga: Mengenal USG Doppler dan Bedanya dengan USG Biasa

Adakah Efek Samping Pemeriksaan Leopold?

Pemeriksaan ini hampir tidak pernah menimbulkan komplikasi atau efek samping apa pun. Prosedur ini relatif aman untuk dilakukan. Namun perlu diingat bahwa pemeriksaan ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional yang sudah terlatih.

Jika dilakukan dengan benar dan oleh orang yang telah terlatih, pemeriksaan Leopold tidak akan menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Hal Lain yang Harus Diperhatikan dalam Pemeriksaan Leopold

Terdapat beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar pemeriksaan yang Anda jalani dapat berjalan dengan lancar dan nyaman. Hal-hal tersebut meliputi:

  • Mengosongkan kandung kemih sebelum menjalani pemeriksaan agar tidak timbul rasa tidak nyaman dan kontur janin tidak tersamarkan.
  • Ambil posisi yang nyaman dengan lutut tertekuk selama menjalani pemeriksaan.
  • Angkat badan sedikit ke atas dan posisikan bantal di bawah kepala Anda.
  • Tanyakan semua hal yang ingin Anda tanyakan pada dokter atau bidan tentang pemeriksaan ini.

Nah, itu dia berbagai hal yang perlu diketahui tentang pemeriksaan kehamilan satu ini. Meskipun pemeriksaan ini relatif aman dan juga efektif, namun umumnya pemeriksaan ini juga dilanjutkan dengan pemeriksaan USG atau pemeriksaan lainnya untuk memastikan kondisi janin.

 

  1. Anonim. 2022. Ultrasound in Pregnancy. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/9704-ultrasound-in-pregnancy (Diakses pada 31 Mei 2023)
  2. Bellani, Priya S. 2022. What is cardiotocography (CTG) and why do I need it?. https://www.babycenter.in/x1045384/what-is-cardiotocography-ctg-and-why-do-i-need-it (Diakses pada 31 Mei 2023)
  3. Lydon Rochelle, Mona et al. 1993. Accuracy of Leopold Maneuvers in Screening for Malpresentation: A Prospective Study. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1523-536X.1993.tb00437.x. (Diakses 17 November 2019).
  4. Perinatology.com. Leopold’s Maneuvers. http://perinatology.com/Reference/glossary/L/Leopolds.htm. (Diakses 17 November 2019).
  5. RegisteredNurseRN.com. Leopold Maneuvers | How to Correctly Perform Leopold Maneuvers Clinical Nursing Skills. https://www.registerednursern.com/leopold-maneuvers-how-to-correctly-perform-leopold-maneuvers-clinical-nursing-skills/. (Diakses 17 November 2019).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi