Terbit: 21 February 2018 | Diperbarui: 31 August 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Berat badan sebelum hamil ternyata penting bagi persiapan kehamilan. Jika bobot Anda kurang, pastikan untuk mencapai berat badan ideal sebelum merencanakan kehamilan. Pasalnya, ada berbagai risiko pada ibu hamil yang terlalu kurus.

Waspada, Ibu Hamil yang Terlalu Kurus Berisiko Mengalami Hal Ini!

Berapa Berat Badan Ideal saat Hamil?

Ibu hamil disebut terlalu kurus jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di bawah 18,5. Angka IMT dihitung dari berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. 

Secara umum, berikut ini adalah panduan hasil perhitungan berat badan menggunakan kalkulator IMT:

  • Kurang dari 18,5 artinya berat badan kurang.
  • 18,5-24,9 artinya berat badan normal.
  • 25,0-29,9 artinya berat badan berlebih, cenderung obesitas.
  • 30 atau lebih artinya berat badan obesitas.

Idealnya kenaikan berat badan saat hamil oleh wanita dengan IMT normal adalah 8-12 kilogram. Jika sebelumnya ibu hamil termasuk kategori kurus, maka perlu menaikkan berat badan minimal sekitar 12 kilogram.

Namun, perlu diketahui juga bahwa berat badan ibu hamil tidak selalu menentukan kesehatan janin. Beberapa ibu hamil mengalami kenaikan berat badan berlebih, tetapi berat bayinya tetap kecil.

Hal yang perlu diperhatikan adalah pertambahan berat badan janin selalu bertambah dengan bobot ideal. Jika berat janin tidak bertambah, dikhawatirkan nutrisi dari ibu tidak sampai ke plasenta.

Baca JugaBerapa Berat Badan Ideal Ibu hamil? Ini Cara Hitungnya

Sejumlah Risiko yang Dapat Terjadi Jika Hamil Terlalu Kurus

Jika ibu hamil terlalu kurus selama kehamilan dan tidak mengalami kenaikan berat badan, ada sejumlah risiko yang dapat terjadi, di antaranya:

1. Keguguran

Ibu hamil yang berat badannya kurang berisiko mengalami keguguran lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil dengan berat badan normal.

Pada umumnya, rendahnya berat badan Bumil disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang selama kehamilan. Oleh sebab itu, dokter biasanya akan menganjurkan untuk memperbaiki asupan nutrisi setiap hari.

2. Kelahiran Prematur

Salah satu risiko ibu hamil terlalu kurus lainnya adalah kelahiran prematur. Menurut penelitian, risiko ini dapat meningkat jika kenaikan berat badan Bumil di trimester kedua dan ketiga kurang.

Kelahiran prematur adalah kondisi ketika persalinan terjadi lebih awal dari waktu perkiraan lahir. Kelahiran disebut prematur apabila persalinan terjadi sebelum usia kandungan 37 minggu.

Bayi yang terlahir pada kondisi ini lebih berisiko mengalami sejumlah gangguan kesehatan, seperti gangguan metabolisme, masalah jantung, gangguan pernapasan, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Baca JugaWaspada! Ini 7 Risiko jika Ibu Hamil Kelebihan Berat Badan

3. Berat Badan Lahir Rendah

Normalnya, bayi yang baru lahir memiliki berat badan sekitar 2,5-3,5 kg. Pada ibu hamil yang terlalu kurus, bayi mungkin dapat lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg.

Jika berat badan lahir rendah dan kelahirannya prematur, bayi berisiko mengalami kekentalan darah karena banyaknya sel darah merah, gula darah rendah, rentan terkena infeksi, dan gangguan pernapasan.

4. Ukuran Janin Sangat Kecil

Ukuran janin yang terlalu kecil merupakan salah satu risiko ibu hamil terlalu kurus. Hal ini disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak cukup selama kehamilan.

Ibu hamil yang terlalu kurus cenderung memiliki asupan nutrisi yang kurang. Padahal, janin di dalam kandungan juga membutuhkan asupan nutrsi dari ibu. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan ukuran janin sangat kecil.

Cara Menambah Berat Badan yang Aman saat Hamil

Mengetahui sejumlah risiko yang dapat terjadi pada ibu hamil yang terlalu kurus, mulailah untuk memperhatikan berat badan sebelum merencanakan kehamilan.

Jika berat badan Anda cenderung kurang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Perbaiki pola makan. Jangan sampai Anda melewatkan waktu makan, apalagi sarapan.
  • Perbanyak konsumsi biji-bijian, makanan dengan protein tanpa lemak, buah-buahan, sayur, dan makanan yang mengandung lemak sehat.
  • Tambahkan susu dan produk turunannya ke dalam menu makan sehari-hari, misalnya keju dan yoghurt.
  • Berolahraga secara rutin.

Baca JugaPenyebab Berat Badan Ibu Hamil Susah Naik dan Tips Mengatasinya

Sementara itu, bagi ibu hamil yang memiliki berat badan kurang, Anda bisa mulai memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang.
  • Jika sulit untuk makan, Anda bisa makan dalam porsi sedikit, tetapi lebih sering. Bagi menjadi 5-6 kali dalam sehari.
  • Selalu sediakan camilan sehat agar tidak kelaparan. Beberapa camilan yang direkomendasikan bagi ibu hamil, misalnya yoghurt, kacang-kacangan, dan buah.
  • Hitung jumlah asupan kalori harian. Jika masih bingung untuk melakukannya, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi.
  • Rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh. Anda bisa melakukan olahraga dengan intensitas ringan.

Supaya risiko bahaya pada ibu hamil terlalu kurus tidak terjadi, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter kandungan mengenai cara menambah berat badan yang aman dan sesuai dengan kondisi. Semoga bermanfaat!

 

  1. Cervoni, Barbie. 2021. What to Know If You Are Underweight While Pregnant. https://www.verywellfamily.com/underweight-while-pregnant-4589291. (Diakses pada 18 Juli 2023).
  2. Crider, Catherine. 2020. What Does It Mean to Be ‘Skinny Pregnant’? Risks, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/skinny-pregnant. (Diakses pada 18 Juli 2023).
  3. WebMD Editorial Contributors. 2023. Is It Safe to Be Skinny While Pregnant?. https://www.webmd.com/baby/is-it-safe-to-be-skinny-while-pregnant. (Diakses pada 18 Juli 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi