Terbit: 25 June 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Memasuki usia kehamilan 36 minggu, berarti Anda sudah mengandung selama 9 bulan penuh dan waktu kelahiran akan semakin dekat. Janin bertumbuh dengan cepat dan mulai mempersiapkan diri untuk lahir. Simak informasi seputar usia kehamilan 36 minggu berikut ini!

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 36 Minggu

Perkembangan Janin saat Hamil 36 Minggu

Pada usia kehamilan 36 minggu, janin dalam kandungan akan terus bertambah berat badan sekitar 28 gram per hari. Hal inilah yang menyebabkan bagian perut Anda terasa sesak dan tidak ada lagi ruang untuk pertumbuhan janin. 

Umumnya, janin memiliki berat 2,6 sampai 3,1 kg dan panjang badan sebesar 44,5 sampai 48,3 cm pada usia kehamilan ini. 

1. Paru-paru dan Sistem Tubuh Sudah Berkembang Sempurna

Paru-paru janin sudah siap untuk menghirup udara di dunia. Ketika pertama kali menarik napas, paru-paru bayi akan berkembang dan semua cairan dalam paru-paru digantikan dengan udara. 

Tidak hanya paru-paru, tetapi sistem tubuh yang lain juga sudah terbentuk dengan sempurna, seperti sirkulasi darah dan sistem imun. Namun, sistem pencernaan janin masih perlu waktu untuk terbentuk sempurna hingga beberapa bulan setelah kelahiran.

2. Tulang Fleksibel untuk mempermudah Kelahiran

Selain itu, tulang bayi akan semakin mengeras. Tulang-tulang bayi yang baru lahir kebanyakan terdiri dari tulang yang lebih fleksibel untuk membuat proses kelahiran menjadi lebih mudah. Tulang-tulang ini akan berubah menjadi lebih keras seiring dengan pertumbuhannya. 

3. Pendengaran Semakin Tajam

Pada usia ini, kemampuan mendengar janin akan semakin tajam pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Studi menunjukkan bahwa mereka bahkan dapat mengenali suara sang Ibu dan lagu favoritnya setelah lahir. 

Baca JugaPerkembangan Janin di Usia Kehamilan 35 Minggu

Perubahan Tubuh Ibu saat Hamil 36 Minggu

Kenaikan berat tubuh bayi terjadi lebih cepat sehingga tentunya perut ibu juga akan semakin terlihat membesar dan terjadi kenaikan berat badan. Berikut adalah gejala lain yang dirasakan ibu di kehamilan 36 minggu ini:

1. Nyeri Panggul

Tekanan akibat rahim yang semakin memenuhi perut dan tekanan dari kepala bayi yang semakin membenam ke panggul dapat membuat nyeri panggul semakin terasa. Ibu mungkin akan merasakan sakit dan tidak nyaman ketika berjalan.

2. Sakit Kepala

Mungkin Anda akan merasa frekuensi sakit kepala atau migrain meningkat pada usia kehamilan ini. Sakit kepala selama hamil dapat disebabkan oleh perubahan hormon, dehidrasi, dan masalah tidur.

Anda dapat mengatasi sakit kepala ini dengan minum airu putih dan makan yang cukup serta rajin olahraga.

3. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Bayi yang semakin memasuki panggul membuat kandung kemih semakin tertekan.

Hal ini membuat frekuensi buang air kecil meningkat, seperti yang ibu rasakan pada awal kehamilan. Tetap jaga asupan cairan agar tubuh terhidrasi dengan baik.

4. Keputihan dengan Darah

Keputihan dapat meningkat dan menjadi lebih kental di akhir kehamilan ini.

Keputihan disertai bercak darah tidak selalu berbahaya. Ini dapat terjadi setelah hubungan seksual atau pemeriksaan vagina. Semakin mendekati persalinan, serviks memang menjadi lebih sensitif.

5. Perut Gatal

Semakin membesarnya perut, gejala perut gatal dapat semakin terasa. Gunakan pelembap atau krim dengan kandungan cocoa butter atau vitamin E untuk meredakan gejala yang satu ini.

6. Insomnia

Sebagian besar calon ibu mungkin telah akrab dengan gejala insomnia selama kehamilan.

Perasaan pengap, sering buang air kecil, dan nyeri di berbagai bagian tubuh biasanya menjadi penyebab insomnia ini. Pastikan ibu mengetahui posisi ternyaman untuk tidur. Menggunakan banyak bantal yang disimpan di beberapa sisi tubuh dapat membantu.

Pemeriksaan Kehamilan

Semakin mendekati persalinan, ibu mungkin diharuskan untuk melakukan pemeriksaan rutin seminggu sekali. Pada kehamilan 36 minggu ini, ibu akan menjalani pemeriksaan umum dan pemeriksaan lain yang mungkin belum dilakukan di minggu sebelumnya.

1. Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan umum adalah pemeriksaan yang pasti dilakukan dalam kunjungan prenatal.

Jika sebelumnya pemeriksaan dilakukan setiap bulan, saat hamil 36 minggu, ibu kemungkinan akan disarankan untuk menjalaninya seminggu sekali. Pemeriksaan umum biasanya meliputi pemeriksaan berat badan, tekanan darah, dan ultrasonografi (USG) untuk memeriksa kondisi bayi.

Jika sebelumnya ibu tidak secara rutin menghitung tendangan bayi, dokter kemungkinan akan menyarankannya di kunjungan minggu 36 ini.

Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan serviks untuk melihat apakah serviks menipis atau mulai membuka. Namun tidak semua orang biasanya mau menjalani pemeriksaan ini.

2. Pemeriksaan Group B Streptococcus

Group B Streptococcus (GBS) adalah bakteri yang hidup pada tubuh manusia.

Sekitar 25% wanita membawa bakteri ini bahkan tanpa mengetahuinya. Maka dari itu pemeriksaan ini penting dilakukan agar bayi tidak mengalami infeksi meskipun terpapar ketika lahir.

Pemeriksaan GBS biasanya dilakukan antara minggu 34-37. Jadi jika Anda belum melakukannya di minggu sebelumnya, kemungkinan ibu akan menjalani pemeriksaan ini saat hamil 36 minggu. Tes dilakukan dengan cara menyeka vagina atau dubur untuk kemudian sampelnya diuji di laboratorium.

Apabila hasilnya positif, maka ibu akan diberikan antibiotik selama persalinan, sehingga risiko penularan pada janin akan jauh menurun.

Tips Kehamilan 36 Minggu

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan pada usia kehamilan 36 minggu:

1. Perhatikan Gerakan Janin

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memerhatikan pergerakan janin adalah hal yang wajib dilakukan selama menjelang kelahiran.

Ibu tidak perlu merasa khawatir apabila gerakan bayi berubah menjadi lebih lembut dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena bayi memiliki ruang yang lebih sedikit untuk bergerak.

2. Perhatikan Lendir Vagina

Lendir vagina yang normal berwarna jernih atau putih, bila bercampur dengan darah, bisa menjadi pertanda anda akan mengalami persalinan dan bayi akan lahir, apalagi bila disertai dengan kontraksi rahim yang teratur. Bila anda mengalaminya sebaiknya segera periksa ke bidan atau dokter terdekat.

3. Jaga Asupan Protein dan Vitamin B6

Vitamin B6 dan protein adalah nutrisi yang sangat dibutuhkan di trimester ketiga kehamilan ini.

Protein berfungsi untuk menunjang pembentukan sel-sel tubuh. Ini akan membantu mendukung perkembangan otak janin. Sedangkan vitamin B6 bertugas untuk mendukung protein agar lebih maksimal digunakan oleh tubuh.

4. Menggunakan Maternity Belt

Maternity belt dapat menjadi salah satu solusi bagi ibu yang merasakan nyeri panggul.

Kondisi ini merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari, namun ibu dapat mengurangi ketidaknyamanan dengan beberapa cara. Selain menggunakan maternity belt, cara lain untuk mengatasi nyeri panggul adalah:

  • Mandi air hangat
  • Pijat prenatal untuk menenangkan otot

Baca JugaHamil 37 Minggu: Perkembangan Janin, Gejala, Tips Kehamilan

5. Kenali Gejala Persalinan Dini

Memasuki trimester ketiga ini, calon orang tua sebaiknya mengenali berbagai gejala dan tanda-tanda persalinan dini. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, meskipun kehamilan Anda bukan tidak diindikasikan sebagai kehamilan berisiko sebelumnya.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda persalinan dini:

  • Kontraksi secara berkala yang semakin berdekatan (harus bisa membedakan kontraksi ini dengan kontraksi braxton hicks).
  • Air ketuban pecah (dalam jumlah sedikit maupun banyak)
  • Keputihan berdarah atau kecokelatan.

Jika tanda-tanda ini muncul, segera pergi ke rumah sakit atau klinik tempat Anda ingin melahirkan.

6. Menyiapkan Tas Melahirkan

Tanda akan melahirkan dapat terjadi dalam waktu yang cepat. Maka dari itu, di minggu 36 ini, Anda dan pasangan sudah harus selalu siap dan siaga untuk berangkat ke rumah sakit kapanpun.

Barang yang harus dipersiapkan bukan hanya untuk bayi dan calon ibu saja. Ayah yang akan menunggu di rumah sakit juga perlu mempersiapkan barang pribadinya yang siap dibawa kapan saja.

Anda kini sudah memasuki masa akhir dari penantian bertemu calon buah hati. Selagi sibuk mempersiapkan perlengkapan si kecil, jangan lupa untuk tetap menikmati waktu kehamilan ini. Anda tetap boleh tidur siang kapanpun Anda mau serta lanjutkan untuk makan makanan yang penuh nutrisi.

  1. American Pregnancy Association. 36 Weeks Pregnant: The 36th Week Of Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/week-by-week/36-weeks-pregnant/. (Diakses pada 29 Maret 2023).
  2. Blanding, Tahirah. 2022. 36 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/pregnancy/week-by-week/36-weeks-pregnant. (Diakses pada 29 Maret 2023).
  3. Donaldson-Evans, Catherine. 2022. 36 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-36.aspx. (Diakses pada 29 Maret 2023).
  4. Schaeffer, Juliann. 2022. 36 Weeks Pregnant: Everything You Need to Know. https://www.healthline.com/health/pregnancy/36-weeks-pregnant. (Diakses pada 29 Maret 2023).
  5. Weiss, Robin Elise. 2021 How to Protect Your Baby From Group B Strep. https://www.verywellfamily.com/how-to-protect-your-baby-from-group-b-strep-gbs-2758893. (Diakses pada 29 Maret 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi