Terbit: 6 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Saat hamil, Anda dituntut untuk berjaga-jaga dalam setiap melakukan aktivitas. Beberapa aktivitas berat memang tidak disarankan bagi ibu hamil. Namun meskipun kadang sudah berhati-hati, ibu tetap bisa saja mengalami cedera karena perut tertekan sesuatu. Bahayakah jika perut ibu hamil terkena benturan?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Perut Bumil Mengalami Benturan?

Banyak ibu khawatir jika perutnya tertekan atau tertindih sesuatu seperti terbentur meja atau terpukul oleh anak kecil. Namun jika tidak menunjukkan reaksi berbahaya, sebenarnya ibu masih tergolong aman-aman saja.

Sebenarnya pengaruh benturan pada janin tergantung oleh banyak hal, di antaranya usia kandungan dan seberapa keras benturan yang dialami oleh ibu hamil.

Pada trimester pertama, dinding rahim sudah mulai menebal dan hal ini akan melindunggi janin dari tekanan. Selain itu tulang panggul juga akan melindungi janin dan perut Anda dari tekanan.

Sedangkan pada trimester kedua, janin akan mulai membesar dan dilindungi oleh banyak cairan ketuban dan plasenta sehingga benturan pada perut tidak akan terlalu dirasakan oleh janin. Begitu juga dengan trimester ketiga ketika kondisi janin semakin mesar dan berat. Anda perlu lebih waspada dan hati-hati meskipun tubuh Anda sudah dirancang sekuat mungkin untuk melindungi janin.

Jika terkena benturan keras dan Anda merasakan reaksi tertentu dari benturan tersebut, maka jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan kesehatan lengkap termasuk USG untuk melihat kondisi janin.

Saat konsultasi ke dokter, ada beberapa hal yang perlu Anda tanyakan, di antaranya apakah keluhan yang dialami cukup normal? Apakah benturan yang dialami cukup berbahaya dan apa yang harus dihindari untuk mencegah komplikasi kehamilan terjadi?. Sampaikan semua keluhan yang Anda rasakan meskipun sekecil apa pun seperti pusing atau munculnya perdarahan.

Tetap waspada dan berhati-hati ya Mom!


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi