Terbit: 25 Mei 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Layaknya orang dewasa, anak juga memiliki sejumlah hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Hal ini juga telah diatur oleh Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak. Lantas, apa saja hak anak di rumah? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!

10 Hak Anak di Rumah yang Harus Dipenuhi Orang Tua

Hak Anak di Rumah yang Harus Dipenuhi

Setiap anak memiliki hak untuk hidup layak. Hal ini akan membantu mendukung tumbuh kembang anak secara lebih optimal.

Sekaitan dengan hal itu, setiap negara sudah memiliki aturan masing-masing dalam memenuhi hak-hak anak. Aturan-aturan tersebut mengacu kepada Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak.

Secara garis besar, konvensi tersebut mengatur apa saja yang dapat mendukung anak dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Berikut beberapa hak-hak anak di rumah yang harus dipenuhi oleh orang tua:

1. Mendapatkan perlindungan dan keamanan

Pada dasarnya, anak harus bergantung kepada orang dewasa untuk mendapatkan pengasuhan dan bimbingan. Dengan begitu, anak akan tumbuh lebih mandiri ketika dewasa kelak.

Hal ini juga berlaku bagi anak penyandang disabilitas. Mereka sama-sama berhak atas pendidikan, pelatihan, dan perlindungan khusus untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Mengacu pada Unicef Indonesia, setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang layak serta dilindungi dari kekerasan, penganiayaan, dan pengabaian.

Bukan hanya anak-anak yang diasuh secara langsung oleh orang tua kandung, tiap anak yang tidak bisa diasuh oleh keluarganya sendiri juga berhak mendapatkan pengasuhan serupa.

Pastikan pengasuh adalah orang-orang yang menghormati agama, budaya, bahasa, dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan si Kecil.

Baca JugaCara Mengembangkan Bakat Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

2. Mendapatkan Kebutuhan

Hak dasar anak yang tidak boleh luput dari perhatian orang tua adalah hak untuk mendapatkan kebutuhan. Berbagai kebutuhan dasar anak untuk, di antaranya, makanan, pendidikan, tempat tinggal, dan fasilitas kesehatan.

Secara garis besar, hak anak di rumah adalah memperoleh perawatan medis yang terbaik, air bersih, makanan bergizi, dan lingkungan tinggal yang bersih serta aman.

3. Memperoleh kasih sayang

Hak anak di rumah selanjutnya adalah hak untuk memperoleh kasih sayang. Hal ini akan membuat si Kecil merasa disayangi dan dicintai.

Melansir Elemental Medium, menunjukkan kehangatan kepada anak dapat membentuk berbagai aspek perkembangan pada si Kecil, seperti kebahagiaan, penerimaan diri, hubungan sosial, dan membantunya lebih berkontribusi pada masyarakat.

Oleh karena itu, tunjukan kasih sayang kepada anak sesering mungkin dengan berbagai cara, seperti memberikan perhatian lebih, mengungkapkan rasa sayang kepadanya, ataupun dengan memberikan pelukan hangat.

4. Mendapatkan pendidikan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap anak—bahkan penyandang disabilitas sekalipun—berhak untuk memperoleh pendidikan, pelatihan, dan perlindungan khusus.

Adapun cara untuk memberikan hal ini, salah satunya dengan menyekolahkan anak. Selain memfasilitasi anak untuk mendapatkan pendidikan formal, penting bagi orang tua untuk mengajari anak berbagai hal di rumah.

Perlu Anda ingat, rumah adalah tempat bagi si Kecil untuk belajar segala sesuatu. Jadi, maksimalkan hak ini, ya.

5. Memperoleh hiburan

Sebagai orang tua, Anda juga harus memperhatikan hak anak di rumah yang satu ini. Biarkan anak bermain dengan teman sebayanya atau mengikuti kegiatan rekreasi.

Menurut Unicef Indonesia, setiap anak memiliki hak untuk beristirahat dan bermain. Anak juga berhak mengikuti berbagai kegiatan budaya dan kesenian.

Selain itu, Anda sebaiknya tidak mengeksploitasi aktivitas anak dengan memaksanya melakukan kegiatan orang dewasa. Jadi, pastikan untuk memperlakukan anak sesuai usia mereka.

Baca Juga: Pentingnya Family Time untuk Anak dan Orang Tua

6. Mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan

Hak anak di rumah yang satu ini dapat mendukung tumbuh kembangnya. Anak berhak dilindungi dari berbagai hal-hal berikut:

  • Konsumsi, produksi, atau peredaran obat-obatan berbahaya.
  • Eksploitasi dan penganiayaan seksual, termasuk di antaranya prostitusi dan keterlibatan dalam pornografi.
  • Eksploitasi dalam bentuk apa pun sekiranya merugikan.

Jika anak hidup di lingkungan dengan kekerasan, banyak konflik, dan kondisi lain yang menjauhkan anak dari kata ‘damai’, maka hal ini akan memengaruhinya saat dewasa nanti.

7. Dibesarkan dengan baik

Setiap anak memiliki hak yang sama untuk dibesarkan dengan baik. Oleh karena itu, pastikan orang tua mencurahkan kasih sayang dengan cukup dan memberikan anak kebutuhan yang layak.

Penting untuk Anda ketahui, anak yang dibesarkan dengan baik akan memiliki kepribadian yang baik pula. Jadi, pastikan hak anak di rumah ini terpenuhi, ya.

8. Memiliki kesempatan untuk beropini dan memberikan aspirasi

Meski masih anak-anak, mereka sudah memiliki hak untuk mengemukakan opini dan aspirasi, lho.

Maka dari itu, berikan si Kecil kesempatan untuk beropini, dengarkan aspirasinya, dan pertimbangkan pendapatnya.

Dengan catatan, orang tua harus mengarahkan anak untuk beropini secara bijak tanpa merugikan orang lain. Ajarilah bagaimana cara beropini yang baik tanpa perlu melanggar hak-hak orang lain.

9. Memperoleh jaminan partisipasi

Selain mengizinkan anak beropini, hak anak di rumah berikutnya adalah berpartisipasi. Sebagai orang tua, ajarkan si Kecil untuk bersikap baik di tengah masyarakat. Bila perlu, contohkan agar anak dapat dengan mudah menirunya.

Hal ini akan membantu anak lebih siap dalam berinteraksi dengan orang lain, baik di lingkungan sekolah, komunitas, dan lingkungan yang lebih besar.

Sebagai contoh, libatkan anak untuk mengambil keputusan dalam suatu kesempatan. Tak perlu beropini seputar isu-isu berat, coba libatkan anak seputar pemilihan menu makan malam ini.

10. Mendapatkan informasi

Anak berhak memperoleh informasi dari berbagai sumber, misalnya televisi, internet, dan lain sebagainya. Cara untuk memberikan hak anak di rumah ini adalah dengan memfasilitasi si Kecil untuk mendapatkan akses terhadap informasi tersebut.

Kendati demikian, pastikan informasi tersebut bermanfaat dan mudah dipahami oleh si Kecil. Oleh karena itu, tetap dampingi anak ketika sedang menonton TV atau bermain gawai.

Baca Juga10 Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun

Kewajiban Anak di Rumah

Jika hak sebagai anak di rumah terpenuhi, kini saatnya bagi mereka untuk memahami kewajibannya.

Secara garis besar, berikut adalah beberapa kewajiban anak di rumah yang penting Anda ajarkan:

  • Berbakti kepada orang tua.
  • Mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
  • Membantu menjaga kebersihan rumah.
  • Menghormati dan menyayangi seluruh anggota keluarga.
  • Menjaga nama baik keluarga.

Kini Anda sudah mengetahui beberapa hak dan kewajiban anak di rumah. Pastikan untuk mengajarkan si Kecil untuk memahami keduanya, ya.

 

  1. Anonim. Child Rights and Why They Matter. https://www.unicef.org/child-rights-convention/child-rights-why-they-matter#. (Diaskes pada 25 Mei 2022).
  2. Anonim. Every Child Has The Right to Survival, Protection and Education. https://www.savethechildren.org.uk/what-we-do/childrens-rights/united-nations-convention-of-the-rights-of-the-child. (Diaskes pada 25 Mei 2022).
  3. Anonim. Konvensi Hak Anak: Versi Anak anak. https://www.unicef.org/indonesia/id/konvensi-hak-anak-versi-anak-anak. (Diaskes pada 25 Mei 2022).
  4. Escalante, Alison. 2020. The Science of Affection: Why Showing Love to Kids Matters. https://elemental.medium.com/how-loving-were-your-parents-e82e3926e8e7. (Diaskes pada 25 Mei 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi