Terbit: 12 Mei 2022 | Diperbarui: 7 Juni 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Memarahi anak adalah respons yang sering dilakukan oleh orang tua saat melihat anaknya sulit diatur. Pada beberapa kasus,  ini bisa terjadi tanpa sadar. Meskipun bermaksud mendidiknya ke arah yang lebih baik, tetapi anak sering dimarahi orang tua dapat memberikan dampak negatif. Apa saja dampaknya bagi anak? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

7 Dampak Buruk Anak Sering Dimarahi (Orang Tua Wajib Tahu)

Mengenali Dampak Anak Sering Dimarahi

Sering memarahi anak dapat memberikan dampak negatif, terutama jika hal ini dilakukan di tempat umum. Sebagai orang tua, Anda seharusnya lebih bisa bersabar dalam menyikapi perilaku anak. Bahkan jika sedang kesal, Anda tidak boleh memarahinya.

Berikut ini adalah berbagai dampak anak sering dimarahi, di antaranya:

1. Membuat perasaan tidak aman

Meneriaki anak di depan umum dapat membuat anak merasa tidak aman. Anak akan tumbuh dalam ketakutan dan merasa tidak berharga di depan orang lain.

Jika orang tua melakukannya terus-menerus, anak mungkin akan terbiasa. Jika tidak, anak akan menemukan cara untuk membuat orang tua meneriakinya setiap saat. Hal ini membuat Anda harus berbicara dengan keras berulang kali agar anak mendengarkan.

2. Hubungan anak-orang tua menjadi kurang harmonis

Ketika sedang dimarahi orang tua, perasaan marah, sedih, takut, dan kecewa yang dirasakan anak tidak akan hilang dengan mudah. Bahkan, perasaan ini bisa terbawa hingga dewasa.

Pada akhirnya, hal ini akan memengaruhi penilaian anak terhadap orang tua. Anak juga mungkin bisa memberontak, kasar, atau tidak menghormati orang tua. Selain itu, seorang anak juga akan merasa sulit untuk membuka diri kepada orang tuanya.

3. Perilaku anak menjadi lebih buruk

Kebanyakan orang tua berpikir bahwa memarahi anak-anak dapat mencegahnya berperilaku tidak baik di masa depan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut  dapat menimbulkan lebih banyak masalah dalam jangka panjang. Memarahinya justru akan memperburuk perilaku anak.

Penelitian yang diterbitkan dalam Society for Research in Child Development di tahun 2013 menemukan bahwa, anak-anak yang sering dimarahi oleh orang tuanya lebih cenderung berperilaku buruk. Penelitian ini dilakukan terhadap anak usia 13 tahun.

4. Memicu anak depresi

Dampak anak sering dimarahi sambil dibentak juga akan mengalami masalah psikologis.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa ada peningkatan gejala depresi pada anak yang sering dimarahi. Banyak penelitian lainnya juga menunjukkan adanya hubungan antara pelecehan emosional dan depresi atau gangguan kecemasan.

Gejala tersebut dapat menyebabkan perilaku anak memburuk dan dapat berkembang menjadi tindakan merusak diri sendiri, seperti penyalahgunaan narkoba atau peningkatan aktivitas seksual berisiko.

Baca Juga: 11 Tips Menghadapi Anak yang Keras Kepala secara Efektif

5. Memengaruhi kesehatan fisik

Tidak hanya masalah psikologis, dampak anak sering dimarahi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik si Kecil. Bahkan anak akan mengalami stres karena tindakan orang tua.

Stres di masa anak-anak akan meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu saat dewasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Psychological Bulletin Journal  menunjukkan bahwa, stres yang dialami anak akan berdampak jangka panjang pada kesehatan fisiknya.

6. Memberi contoh buruk

Sering kali orang tua mengambil sikap kaku dan dingin terhadap anak-anak yang tidak patuh untuk mengekspresikan ketidakpuasannya. Pada dasarnya apa yang orang tua lakukan adalah memberi tahu anak bahwa tidak masalah untuk kehilangan kesabaran dan bersikap kasar.

7. Membuatnya merasa kesepian

Anak-anak yang dimarahi dengan keras oleh orang tuanya akan mengalami rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit ini bahkan mungkin membuat anak merasa kesepian karena itu mereka menarik diri dari lingkungan. Hal ini membuat anak lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan.

Guna menghindari dampak negatif, tegurlah anak-anak dengan lembut agar tidak merusak kondisi psikologisnya. Kebaikan dan kasih sayang memberi tahu anak bahwa orang tua memahami situasi dan meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Baca Juga: Single Parent? Inilah 10 Cara Mendidik Anak Tanpa Sosok Ayah

Cara Mengendalikan Amarah pada Anak

Ketika dirasa mulai muncul amarah, perhatikan bahasa tubuh, nada suara, dan penggunaan kata-kata saat menghadapi tingkah anak. Jika Anda merasa kehilangan kesabaran, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatur emosi:

  • Istirahat sejenak untuk menenangkan diri.
  • Menjauh dari anak untuk sementara.
  • Tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
  • Dengarkan musik atau nyanyikan lagu.
  • Jalan-jalan sejenak.
  • Membaca buku
  • Minum segelas air.

Nah, itulah beberapa dampak anak sering dimarahi dan cara mengendalikan amarah yang penting diketahui orang tua. Jika Anda tidak ingin mengalami kondisi seperti di atas, mulai sekarang kurangi memarahi anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 5 Reasons To Not Scold Children. https://www.woschool.com/2019/09/10/5-reasons-to-not-scold-children/. (Diakses pada 12 Mai 2022)
  2. Angela, Geby. 2021. Negative Effects of Scolding Children in Public. https://www.ivanruna.my.id/negative-effects-of-scolding-children-in-public/. (Diakses pada 12 Mai 2022)
  3. Nguyen, Harvey. 2022. 7 Bad Effects of Frequently scolding children, will the memory carry over to adulthood?. https://www.newsdelivers.com/2022/04/23/7-bad-effects-of-frequently-scolding-children-will-the-memory-carry-over-to-adulthood/. (Diakses pada 12 Mai 2022)
  4. Prabha, S Divya. Tanpa Tahun. Scolding Your Child To Discipline Him? Parents, Know Your Limits. https://www.parentcircle.com/effects-of-parents-scolding-a-child/article. (Diakses pada 12 Mai 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi