Terbit: 18 Mei 2022 | Diperbarui: 27 Mei 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Apabila Anda sebagai orang tua merasa kelelahan fisik dan mental selama mengasuh anak, kemungkinan mengalami parental burnout. Tidak hanya bagi orang tua, ini juga berdampak bagi anak, lho! Yuk, simak selengkapnya dalam penjelasan di bawah ini.

Bunda Mengalami Parental Burnout? Ini 8 Cara Mengatasinya

Apa itu Parental Burnout?

Parental burnout adalah kelelahan fisik, mental, dan emosional yang dirasakan orang tua akibat stres kronis saat mengasuh anak. Sebagian besar orang tua yang menghabiskan begitu banyak waktu dan energi untuk anak-anaknya sehingga mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri.

Banyak orang berpandangan bahwa kondisi ini adalah bagian normal dari mengasuh anak. Keadaan ini bisa menjadi lebih buruk jika orang tua merasa malu atau bersalah karena kelelahan yang dialami. Menyembunyikan perasaan yang dialami dan tidak melakukan apa pun dapat berdampak buruk pada kesehatan mental orang tua.

Dampak Parental Burnout bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Parental burnout dapat menyebabkan kelelahan yang luar biasa, jarak emosional dari anak-anak, dan perasaan menjadi orang tua yang tidak berdaya. Beberapa dampak buruk yang bisa terjadi adalah:

  • Brain fog (kabut otak).
  • Mudah emosi.
  • Mudah lupa.
  • Kebingungan.
  • Tingkat stres meningkat.
  • Depresi.
  • Perasaan terisolasi.
  • Kualitas tidur yang buruk.
  • Kecenderungan obsesif-kompulsif.

Efek lainnya yang bisa terjadi pada orang tua, di antaranya:

  • Saat kelelahan berlanjut, orang tua dapat mengembangkan ketidakseimbangan hormon, hal ini dapat menyebabkan penurunan gairah seks.
  • Apabila mengalami kurang tidur kronis, kemungkinan meningkatkan risiko kesehatan yang serius seperti penyakit jantung dan diabetes.
  • Tingkat stres yang lebih tinggi dapat meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan yang serius.
  • Memengaruhi hubungan dengan pasangan. Menyebabkan gangguan dalam komunikasi dan meningkatkan ketegangan. Hal ini menyebabkan miskomunikasi, adu argumen, dan kebencian.
  • Memengaruhi hubungan dengan anak-anak. Orang tua mungkin tidak merasa terhubung dengan anak. Jarak emosional dapat memengaruhi perkembangan anak, di mana hal ini dapat menyebabkan masalah di kemudian hari.

Baca Juga: 9 Ciri-Ciri Orang Tua Terlalu Keras dan Dampak Buruknya pada Anak

Bagaimana Cara Mengatasi Parental Burnout?

Saat tekanan dan harapan mengasuh anak menjadi terlalu banyak, cobalah meluangkan waktu untuk istirahat sembari meninggalkan hal-hal yang tidak penting. Beberapa langkah yang dapat membantu mengatasinya, antara lain:

1. Bicarakan dengan pasangan atau orang tua

Salah satu cara pertama yang dapat Anda lakukan apabila merasa lelah berbicara dengan pasangan, orang tua, orang terkasih, atau pasangan Anda.

2. Olahraga

Meluangkan waktu untuk berolahraga mungkin seperti saran yang menggelikan, terutama jika Anda merasa lelah setelah mengurus anak. Akan tetapi olahraga sebenarnya dapat meningkatkan tingkat energi  sekaligus mengurangi stres.

3. Tidur yang cukup

Tidur sangat penting untuk kesehatan mental seseorang. Cukup tidur mungkin bisa menjadi sulit, terutama jika Anda memiliki bayi baru lahir atau anak kecil di rumah. Namun, apabila Anda bisa memprioritaskan tidur, sebaiknya lakukanlah.

Misalnya, tidur siang selama dua puluh menit dapat membantu memulihkan dan mengurangi stres. Tidur yang cukup juga dapat meningkatkan fokus dan membantu mengatur emosi dengan lebih baik.

4. Bersantai jika memungkinkan

Pernahkan merasa terlalu banyak bekerja, kewalahan, atau sangat stres? Jika iya, luangkan waktu beberapa menit untuk bersantai. Misalnya, minum secangkir kopi atau teh hangat. Duduk di sofa dan menonton kartun bersama anak-anak atau mendengarkan musik.

5. Mencari dukungan dari orang yang berpandangan sama

Memiliki teman atau pasangan yang suportif memang bagus, tetapi banyak orang juga kekurangan sumber daya atau dukungan di rumah.

Kelompok pengasuhan anak adalah cara yang bagus untuk bertemu orang-orang yang berpikiran sama. Mereka dapat membantu Anda merasa didengar, dilihat, dan dipahami.

Mencari penyedia penitipan anak atau pengasuh adalah pilihan yang baik, terutama jika Anda perlu istirahat. Apabila Anda masih merasa kewalahan, konsultasi dengan psikolog atau psikiater mungkin diperlukan.

6. Sabar dengan diri sendiri

Membesarkan anak adalah hal yang menantang sekaligus bermanfaat. Perasaan frustrasi dan kelelahan dapat terjadi dan ini normal. Banyak orang tua akan mengalami parental burnout, akan tetapi bagaimana Anda memperlakukan diri sendiri juga tak kalah pentingnya.

Anda tidak harus menghadapi semuanya sendirian atau menjadi orang tua yang hebat. Ingatlah bahwa Anda adalah manusia yang tidak seratus persen sempurna.

Baca Juga: Strict Parents (Pola Asuh Ketat): Ciri-Ciri dan Dampak Buruk bagi Anak

7. Jangan lupakan perawatan diri

Meskipun terkadang terdengar mustahil, penting bagi Anda untuk melakukan perawatan diri setiap hari.

Cobalah luangkan waktu selama 2 menit setiap pagi untuk memikirkan diri sendiri. Anda juga dapat bermeditasi atau membuat jurnal. Mandi di sore hari secara rutin membantu merasa tenang baik bagi fisik maupun mental.

8. Jangan merasa bersalah

Tips selanjutnya, jangan merasa bersalah karena meluangkan beberapa menit untuk diri sendiri atau meluangkan waktu untuk diri sendiri dan pasangan.

Hal tersebut tidak akan membuat Anda menjadi orang tua yang buruk karena fokus pada kebutuhan diri sendiri seiring waktu. Bahkan, merawat diri sendiri dapat membantu menjadi orang tua yang lebih baik.

Nah, itulah dampak buruk parental burnout bagi orang tua dan anak serta cara mengatasinya. Apabila Anda mengalami masalah kesehatan mental yang berkepanjangan, sebaiknya hubungi profesional kesehatan mental.

 

  1. Anonim. 2021. What to Know About Parental Burnout. https://www.webmd.com/parenting/what-to-know-about-parental-burnout. (Diakses pada 18 Mei 2022)
  2. Huziej, Megan. 2021. What is parental burnout?. https://cpdonline.co.uk/knowledge-base/safeguarding/what-is-parental-burnout/. (Diakses pada 18 Mei 2022)
  3. Zapata, Kimberly. 2021. Dear Exhausted and Burnt Out Parents, We’re Here to Help. https://www.healthline.com/health/parenting/parental-burnout. (Diakses pada 18 Mei 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi