Terbit: 17 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tidur siang bagus untuk perkembangan otak dan antibodi anak, namun anak-anak sering sekali menolak untuk tidur siang dan lebih ingin main. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti nutrisi tidak seimbang atau banyaknya distraksi. Ayah dan bunda, pahami alasan kenapa anak susah tidur siang dan cara mengatasinya di sini!

Anak Susah Tidur Siang? Ini Penyebab dan Cara Mudah Mengatasinya

Manfaat Tidur Siang bagi Anak

Menurut John Hopkins Hospital, tidur siang sangat penting bagi perkembangan otak anak. Studi menunjukkan bahwa setelah tidur siang, kecerdasan spasial anak meningkat dan masih bertahan hingga keesokan harinya.

Berikut ini manfaat tidur siang bagi anak:

1. Memperbaiki Mood Anak

Studi menunjukkan bahwa anak berusia 2 tahun ke atas yang tidak tidur siang akan lebih sering marah dan sedih. Mereka juga akan lebih mudah frustasi saat mendapatkan halangan. Sementara anak yang tidur siang akan jadi lebih tenang dan terkontrol.

2. Meningkatkan Kemampuan Memori Anak

Tidur adalah saat dimana otak mengulang kembali pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya saat tubuh terjaga. Saat tidur siang hal ini juga terjadi. Akibatnya anak yang rutin tidur siang walau sebentar, daya ingatnya akan lebih tajam dibandingkan yang tidak tidur siang.

3. Memberi Kesempatan Beristirahat Sejenak setelah Beraktivitas

Anak butuh untuk beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga mereka. Tanpa tidur siang, anak akan merasa terlalu lelah hingga malamnya justru akan sulit tidur.

Tidur siang juga akan membuat anak usia sekolah lebih berkonsentrasi saat mengerjakan tugas di malam hari.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Susah Makan saat Sakit

Penyebab Anak Susah Tidur Siang

Berikut ini beberapa penyebab anak susah tidur siang:

1. Terlalu Lelah

Kenapa anak susah tidur siang? Oh, jangan bingung dulu. Coba perhatikan apa saja kegiatan si Kecil hari ini.

Jika terlalu tidak bertenaga, tubuh anak akan terasa sangat lelah, pegal, dan tidak nyaman. Harusnya anak memang mudah tidur, namun kondisi ini justru akan membuatnya sulit tidur siang.

2. Terlalu Terstimulasi

Televisi, games, dan suasana yang ribut dapat membuat perhatian anak menjadi terlalu terstimulasi. Mereka akan menjadi sangat penasaran, sehingga ingin terus terjaga, bermain, dan menolak untuk tidur siang.

3. Terlalu Bbanyak Makanan Manis

Makanan manis mengandung banyak gula yang menyumbang persediaan energi bagi anak. Jika persediaan energinya berlimpah, anak tentu akan sangat aktif dan tidak merasa mengantuk atau lelah.

Baca Juga: 6 Manfaat Tidur Siang dan Tips Agar Tidur Lebih Efektif

Cara Mengatasi Anak Susah Tidur Siang

Seringkali terjadi drama antara orang tua dan anak ketika masuk waktu tidur siang, berikut ini cara mengatasi anak susah tidur siang:

1. Tidur Siang pada Waktu yang Sama

Cara mengatasi anak susah tidur siang yang pertama adalah mengatur rutinitas, hal yang penting bagi anak.

Ketika bunda terbiasa mengajaknya beristirahat pada jam yang sama setiap hari, tubuhnya akan merespon juga. Anak akan menandai jam itu sebagai jadwalnya beristirahat, maka anak akan mengantuk pada jam tidur siangnya

2. Batasi Asupan Gula Anak

Terlalu banyak gula selain membuat anak menjadi hiperaktif, juga tidak baik bagi kesehatan. Asupan gula meningkatkan risiko diabetes serta menghalangi terserapnya zat gizi secara maksimal oleh tubuh anak.

3. Pastikan Dia dalam Kondisi Kenyang dan Tidak Haus

Paling tidak setengah jam sebelum tidur siang, pastikan anak telah memakan makanan yang cukup. Perut yang lapar akan membuat anak susah tidur dan malah akan jadi senewen.

Namun ingat jangan memberikan makanan manis atau mengandung kafein sebelum jam tidur siang. makanan-makanan ini malah akan membuat si kecil semakin aktif dan menolak untuk tidur.

4. Bangun situasi yang kondusif untuk tidur

Tutup sedikit gorden hingga kamar agak redup. Pastikan suhu ruangan nyaman, tidak terlalu panas atau dingin. Hindarkan anak dari suara ribut atau mainan yang dapat menarik perhatiannya.

Ajak anak untuk tidur dengan cara yang menyenangkan. Jika memaksanya, dikhawatirkan anak akan mengasosiasikan tidur siang sebagai momen yang tidak menyenangkan. Maka dia akan semakin menolak melakukannya.

Jika perlu nyanyikan lagu pengantar tidur yang lamban atau bacakan dongeng tidur siang agar dia merasa mengantuk. Menggaruk punggung atau menepuk-nepuk bokong anak juga bisa membuatnya terlelap.

Baca Juga: 5 Pertolongan Pertama saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

5. Persingkat Waktu Tidur Malam

Seringkali anak susah tidur siang karena jam tidurnya sudah terpenuhi saat malam hari. Jika ini yang terjadi, orang tua dapat membangunkan anak lebih pagi dari biasanya. Beraktivitas seperti biasa, lalu di jam yang diinginkan mengajaknya beristirahat dan tidur siang.

Setiap anak bahkan orang dewasa membutuhkan tidur siang yang cukup. Berbeda usia, berbeda pula waktu tidur yang dibutuhkan.

Berikut ini durasi ideal waktu tidur anak:

  • Bayi baru lahir hingga berusia 3 tahun membutuhkan total tidur 18 jam sehari. Mereka akan tidur sepanjang siang dan terjaga selama satu hingga dua jam.
  • Bayi berusia 3 hingga 12 bulan membutuhkan tidur siang paling tidak 2 jam setiap hari.
  • Balita membutuhkan total tidur 12 hingga 14 jam. Di usia ini kebutuhan tidur siang mereka masih sama yaitu 2 jam. Namun, bisa saja terbagi dalam beberapa sesi. Jika aktivitasnya banyak, si Kecil akan tertidur dalam waktu yang lebih lama.
  • Anak berusia 6 tahun ke atas tidak harus tidur siang. Mereka memang membutuhkan tidur 11-13 jam sehari namun tidur malam yang panjang dan lelap jauh lebih penting daripada tidur siang. Jika orang tua ingin anak-anak beristirahat sejenak di siang hari, mereka bisa saja tidur siang singkat (power nap) selama 30 menit.

Demikian pembahasan tentang penyebab anak susah tidur siang dan cara agar si Kecil mau tidur siang dengan teratur. Semoga informasi ini bermanfaat untuk ayah dan bunda!

 

  1. Freiner, Donna. 2020. Is Napping Necessary? https://www.stlouischildrens.org/health-resources/pulse/napping-necessary?__cf_chl_captcha_tk__=MfQQRmRIPKawdgwWcDEKuvsr14zbfyEY6kHBG2PaKe4-1639613136-0-gaNycGzNCNE. (Diakses tanggal 13 Desember 2021).
  2. Karp, Harvey. 2020. Tips for When a Toddler Won’t Nap. https://www.happiestbaby.com/blogs/toddler/toddler-fighting-naps. (Diakses tanggal 13 Desember 2021).
  3. Marquez, Jennifer Rainey. 2021. Naptime Know-How: A Parent’s Guide. https://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/recharge/kids-naps. (Diakses tanggal 13 Desember 2021).
  4. org. 2021. When Do Kids Stop Napping? https://www.sleep.org/sleep-questions/kids-stop-napping/. (Diakses tanggal 13-12-2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi