Terbit: 19 July 2022
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Semanggi merah (Trifolium pratense) adalah tanaman perdu dari keluarga kacang-kacangan dan kacang polong. Tanaman berbunga liar ini banyak tumbuh di Eropa, Afrika Utara, dan Asia. Tanaman sering digunakan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan. Apa saja manfaat bunga semanggi merah? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Semanggi Merah: Manfaat, Kandungan, hingga Efek Samping

Kandungan Semanggi Merah

Sebelum menjelaskan mengenai manfaat tanaman semanggi merah atau red clover, perlu diketahui bahwa tanaman ini memiliki karakteristik bunga berwarna pink tua atau merah keunguan.

Red clover mengandung banyak nutrisi seperti kalsium, magnesium, fosfor, vitamin C, tiamin, dan lainnya. Maka dari itu, red clover dimanfaatkan sebagai obat herbal dalam sediaan teh herbal dan suplemen makanan.

Red clover adalah sumber fitoestrogen yang memiliki karakteristik serupa dengan hormon estrogen sehingga digunakan sebagai alternatif pengobatan untuk gejala menopause. Selain itu, red clover juga mengandung banyak nutrisi lain, yaitu:

  • Vitamin C.
  • Kalsium.
  • Kalium.
  • Magnesium.
  • Niasin.
  • Kromium.
  • Fosfor.
  • Tiamin.
  • Isoflavon.

Banyak kandungan dari semanggi merah diklaim dapat menyembuhkan beberapa penyakit dan sebagai suplemen untuk memelihara kesehatan sehari-hari.

Baca Juga: 17 Tanaman Herbal Pembunuh Virus Paling Ampuh

Manfaat Semanggi Merah bagi Kesehatan

Ada banyak tanaman yang diolah menjadi obat herbal, termasuk red clover. Beberapa perusahan farmasi pun memproduksi suplemen dan teh herbal dengan bahan utama tanaman ini untuk tujuan kesehatan.

Berikut ini manfaat potensial semanggi merah, di antaranya:

1. Mengelola Gejala Menopause

Red clover dikenal sebagai suplemen yang ampuh mengatasi gejala menopause, seperti berkeringat di malam hari, gangguan tidur, perubahan suasana hati, vagina kering, dan hot flashes (kulit merah dan panas).

Manfaat ini didapat dari kandungan isoflavon dari senyawa fitoestrogen yang memiliki karakteristik seperti hormon estrogen (hormon wanita).

Berdasarkan sebuah studi, wanita menopause yang menggunakan semanggi merah sebanyak 40-80 mg per hari mengalami gejala hot flashes yang berkurang hingga 30-50%.

Walaupun demikian, terdapat studi di tahun 2013 yang menyatakan perawatan gejala menopause dengan terapi fitoestrogen termasuk suplemen red clover tidak terbukti efektif mengelola gejala menopause.

2. Menjaga Kesehatan Tulang

Penurunan hormon estrogen (hormon reproduksi wanita) juga berakibat buruk pada penurunan mineral tulang. Akibatnya, risiko osteoporosis semakin tinggi pada wanita menopause.

Red clover mengandung isoflavon yang dapat menjaga kepadatan mineral tulang. Berdasarkan studi terhadap 60 wanita pascamenopause yang dilakukan pada tahun 2015, konsumsi 150 ml ekstrak red clover mengandung 37 mg isoflavon selama 12 minggu dapat mengontrol penurunan mineral tulang secara efektif.

3. Memiliki Potensi untuk Mencegah Kanker

Dalam studi di tahun 2019, para ilmuwan menemukan potensi ekstrak red clover untuk pengobatan kanker prostat. Red clover diklaim dapat menurunkan antigen spesifik prostat, yaitu protein yang meningkatkan kadar kanker prostat pada pria.

Walaupun demikian, belum ada penelitian medis lanjutan terkait alternatif obat kanker prostat ini.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Studi tahun 2015 terhadap 147 wanita pascamenopause yang menggunakan ekstrak semanggi merah menunjukan adanya penurunan kolesterol jahat dan menaikkan kadar kolesterol baik. Kontrol kadar kolesterol normal berpengaruh pada kesehatan jantung.

Walaupun demikian, ulasan lanjutan di tahun 2020 menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini tidak mengurangi kolesterol jahat. Jadi, belum diketahui penelitian secara medis tentang apakah ada manfaat semanggi merah bagi kesehatan jantung.

5. Kesehatan Rambut dan Kulit

Secara tradisional, ekstrak semanggi digunakan untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit khususnya pada wanita pascamenopause. Ekstrak semanggi merah diklaim dapat mengatasi siklus rambut rontok dan penampilan kulit.

Baca Juga: 10 Manfaat Teh Rooibos, Menjaga Kesehatan Kulit hingga Jantung

Dosis Semanggi Merah

Suplemen dibuat dari pucuk bunga kering yang kemudian diproduksi menjadi ekstrak. Ada berbagai suplemen dari perusahaan farmasi berbeda yang menjual suplemen red clover di pasaran.

Dosis obat herbal umumnya tidak diketahui, namun dosis suplemen red clover yang aman sekitar 40-80 mg setiap hari. Anda dapat memastikannya dalam petunjuk penggunaan yang tertera di balik kemasan.

Sementara penggunaannya dalam sediaan teh herbal diklaim lebih aman. Anda dapat mengonsumsinya setiap hari seperti minum teh pada umumnya. Jumlah asupan yang direkomendasikan adalah 1-3 cangkir per hari, sebaiknya jangan sampai 5 cangkir.

Suplemen semanggi merah tersedia dalam berbagai bentuk seperti tablet, kapsul, ekstrak cair, ekstrak yang distandarisasi, teh herbal, dan tincture (ekstrak herbal yang dicampur alkohol). Setiap merek dagang memiliki kandungan isoflavon dan nutrisi dengan kadar yang berbeda.

Maka dari itu, semua suplemen cenderung memiliki dosis berbeda. Baca petunjuk penggunaan di balik kemasan untuk khasiat yang tepat. Perlu diingat, obat herbal memang diklaim lebih aman namun tidak ada resep dokter yang mendasarinya.

Baca Juga: 10 Minuman Herbal untuk Menghangatkan Tubuh

Efek Samping Semanggi Merah

Meski terbuat dari bahan alami, ada risiko efek samping penggunaan suplemen semanggi merah seperti:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Iritasi kulit.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Bercak vagina.
  • Menstruasi berkepanjangan.

Selain itu, tidak ada pengawasan terhadap penggunaan obat herbal. Tidak diketahui apakah suplemen ini aman untuk anak-anak atau wanita hamil. Suplemen red clover juga mungkin berisiko bagi orang dengan riwayat gangguan pendarahan.

Food and Drug Administration (FDA) menyatakan suplemen red clover aman, namun beberapa merek dagang mungkin belum mendapatkan standarisasi yang sesuai dengan ketentuan obat dan suplemen.

Semanggi merah sering digunakan sebagai obat herbal tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Namun, beberapa penelitian pernah dilakukan namun masih membutuhkan pengakuan secara medis.

Anda harus tetap berhati-hati menggunakan suplemen herbal sesuai dengan aturan. Bila ingin lebih aman, Anda disarankan konsumsi teh herbal red clover yang dijual dipasaran atau membuatnya sendiri.

 

  1. Anonim. 2020. RED CLOVER. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-308/red-clover. (Diakses 21 September 2020)
  2. Davidson, Katey, MScFN, RD. 2020. Red Clover: Benefits, Uses, and Side Effects. https://www.healthline.com/nutrition/red-clover. (Diakses 21 September 2020)
  3. Wong, Cathy. 2020. What everyone should know about the benefits of Trifolium pratense. https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-red-clover-89577. (Diakses 21 September 2020)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi