Terbit: 27 Mei 2018 | Diperbarui: 31 Mei 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selain untuk ibadah, puasa juga memberikan cukup banyak manfaat untuk tubuh. Pembatasan waktu makan ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, puasa yang dilakukan secara rutin juga baik juga menekan gula darah yang berlebih.

Mengenal 5 Jenis Diet dengan Konsep Mirip Puasa

Lebih lanjut, puasa yang dijalankan dari pagi hingga sore juga bisa menurunkan kadar lemak di dalam tubuh. Efeknya, Anda bisa lebih langsing dan memiliki berat badan yang lebih ideal.

Berangkat dari manfaat puasa ini, beberapa metode diet pun dibuat dengan konsep puasa. Dengan pembatasan waktu makan dan pembatasan jenis makanan yang disantap, tubuh bisa lebih langsing dan sehat.

Nah, kalau Anda tetap ingin melakukan puasa dengan maksud menurunkan berat badan pasca lebaran, lima jenis diet di bawah ini bisa digunakan sebagai rujukan.

  1. Intermittent fasting

Diet jenis ini banyak dilakukan oleh masyarakat karena tidak begitu menyiksa dan hasilnya cukup cepat. Konsep diet ini menggunakan jam puasa 16 jam dan jam makan 8 jam.

Anda diperkenankan makan selama 8 jam sehari dan dimulai dari siang. Biasanya kita bisa makan mulai pukul 12.00 sampai 20.00 setiap harinya.

Selain pada jam makan itu, kita tidak diperkenankan untuk makan. Namun, masih boleh minum karena diet ini hanya membatasi kalori saja, bukan air yang tidak memiliki kalori.

  1. Diet 5:2

Diet jenis ini dilakukan dengan melakukan pembatasan jam makan dan kalori selama 2 hari dalam seminggu. Selebihnya Anda tetap boleh makan seperti biasa dengan asupan nutrisi yang terjaga.

Selain pembatasan makan, pelaku diet juga harus mengurangi 500-600 kalori per harinya saat tidak puasa dan normal saat puasa. Pengurangan kalori itu dilakukan untuk mempercepat penurunan berat badan.

Oh ya,  konsep ini bisa dilakukan untuk Puasa Senin-Kamis.

  1. Eat, stop, eat

Konsep diet ini mewajibkan Anda puasa selama 24 jam lalu makan dan puasa lagi. Intinya puasa dilakukan selang-seling seperti saat Puasa Daud. Saat puasa ini Anda masih diperbolehkan minum jika kehausan.

Tidak makan selama 24 jam akan membuat tubuh melakukan pembakaran kalori lebih banyak. Lemak yang berlapis-lapis akan dijadikan energi utama pada tubuh.

Selain membakar lemak dengan lebih cepat dan mudah, diet ini juga bisa meningkatkan hormon pertumbuhan. Hormon ini akan membuat Anda lebih awet muda karena kulit akan lebih sehat dan kencang.

  1. The Warrior Diet

Diet ini dilakukan dengan pembatasan waktu makan dan tidak mengonsumsi jenis makanan tertentu. Pelaku diet ini hanya makan sehati satu kali, biasanya dilakukan saat malam hari.

Saat siang hari ada pembatasan kalori sehingga Anda masih bisa makan makanan dengan kalori rendah. Air putih sangat direkomendasikan dalam diet ini sehingga 8 gelas per hari adalah jumlah yang pas.

Diet ini memperbolehkan pelakunya makan banyak saat sore atau malam hari. Menunya lebih banyak terbuat dari sayur, daging, dan buah. Karbohidrat dibatasi atau tidak dimakan sama sekali.

  1. Diet 23:1

Secara konsep diet ini mirip dengan intermittent fasting. Namun, pembeda terbesarnya adalah waktu makan yang dilakukan atau break fasting.

Pelaku diet ini hanya boleh makan sebanyak-banyak asal masih berada pada angka 2.000-2.500 kalori per harinya. Waktu makan hanya satu jam dan biasanya dilakukan saat sore hari. Di laur jam makan ini, Anda hanya boleh minum air putih.

Nah, dari lima jenis diet dengan konsep puasa di atas, mana kira-kira yang ingin Anda terapkan setelah bulan Ramadan usai?


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi