Terbit: 26 July 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Diet atau pengaturan pola makan ada banyak sekali jenisnya. Setiap diet diciptakan untuk menghasilkan kondisi tertentu. Itulah kenapa protokol dari diet selalu berbeda-beda dan kadang sangat cocok untuk individu tertentu dan tidak cocok sama sekali pada individu lain, bahkan memberikan efek buruk. Salah satu diet yang menjadi tren saat ini adalah diet ala Tom Brady.

Diet Tom Brady, Efektifkah untuk Menurunkan Berat Badan?

Mengenal diet Tom Brady

Sebelum membahas apa itu diet Tom Brady, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu siapa pencipta pola makan ini. Tom Brady adalah seorang atlet profesional dalam olahraga sepak bola Amerika. Olahraga ini menuntut kekuatan fisik karena akan sering bertabrakan dengan banyak orang.

Karena butuh energi yang besar, diciptakanlah diet khusus yang akan memberikan cukup banyak energi, menghindari inflamasi, dan mampu menurunkan risiko terjadinya cedera. Walaupun cedera terjadi, proses penyembuhannya akan berjalan dengan lebih cepat.

Secara umum diet yang sering disebut sebagai The TB12 Method ini mengedepankan makanan yang segar dibandingkan makanan olahan. Mengonsumsi makanan olahan, kemasan, atau sejenisnya akan memberikan tubuh menjadi mudah sekali asam dan mempromosikan inflamasi yang lebih besar.

Beberapa aturan diet Tom Brady

Secara umum diet dilakukan dengan menggabungkan beberapa protokol dari diet alkali, Mediterania, dan diet anti inflamasi. Dari gabungan ini, makanan yang dikonsumsi sebagian besar atau sekitar 80 persen terdiri dari buah-buahan, sayur, gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan umbi-umbian.

Sisa sekitar 20 persen berasal dari beberapa jenis daging dan ikan yang tidak dibesarkan dengan menggunakan obat. Sebisa mungkin ikan tangkapan liar dari laut dan sapi atau domba yang diberi makan berupa rumput dan tidak memakai obat-obatan kimia.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh harus yang alami dan tidak menyebabkan tubuh menjadi asam. Seperti yang dikatakan sebelumnya, tubuh yang asam rawan terjadi inflamasi. Apa pun yang bisa memicu inflamasi bisa menyebabkan masalah pada tubuh dan wajib dihindari.

Aturan lain dari diet Tom Brady adalah tidak mengombinasikan buah dengan jenis makanan lainnya. Selanjutnya, minum dengan cukup banyak air atau minimal penuhi kebutuhan harian. Waktu makan juga harus diperhatikan dan maksimal 3 jam sebelum tidur.

Manfaat diet Tom Brady

Diet Tom Brady memiliki cukup banyak manfaat untuk tubuh. Kalau Anda melakukannya sesuai dengan protokol dan cocok untuk tubuh, beberapa manfaat di bawah ini bisa didapatkan.

  1. Meningkatkan kesehatan jantung

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, vitamin, rendah lemak yang berbahaya, dan minim pengawet akan membuat aliran darah berjalan dengan lancar. Selama ini kalau kita makan sembarangan, aliran darah bisa mengalami gangguan seperti tekanan darah meningkat hingga kolesterol.

Kalau Anda menjalankan diet Tom Brady, hal-hal seperti yang telah disebutkan sebelumnya tidak akan terjadi. Selain itu Anda juga bisa hidup dengan lebih sehat tanpa memiliki beberapa gangguan seperti gangguan pada jantung.

  1. Mencegah tubuh terkena penyakit tertentu

Makanan yang terlalu banyak diproses bisa menyebabkan cukup banyak gangguan pada tubuh. Misal kenaikan gula darah dan munculnya gangguan pada metabolisme tubuh. Kalau dua hal ini sampai terjadi, kemungkinan besar akan terjadi beberapa masalah seperti diabetes tipe 2.

Selanjutnya, mengurangi beberapa makanan kemasan yang mengandung pengawet juga bisa membuat Anda jadi lebih sehat. Inflamasi yang menjadi salah satu gangguan pada tubuh dan menjadi awal mula dari penyakit bisa segera diatasi.

  1. Meningkatkan kemampuan atletik

Karena diet Tom Brady diciptakan untuk kemampuan atlet, salah satu manfaat yang pasti didapatkan adalah kemampuan melakukan gerakan. Dengan menggunakan diet ini kemampuan fisik seseorang bisa mengalami peningkatan. Dengan peningkatan ini berbagai jenis perkembangan bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya kemampuan dalam bentuk menyembuhkan diri juga akan didapatkan. Seperti yang kita tahu, olahraga dengan sadar atletik ini sangat memengaruhi otot dan tulang di tubuh. Kalau terjadi inflamasi atau nyeri di otot, kita tidak bisa latihan lagi dengan maksimal. Itulah kenapa diet Tom Brady dibuat, agar tubuh mudah sembuh.

Kekurangan diet Tom Brady

Meski memiliki manfaat, ada beberapa kekurangan dari diet Tom Brady, kekurangan itu terdiri dari:

  • Tidak ada dukungan penelitian yang kuat.
  • Beberapa protokol kadang saling kontradiksi.
  • Bahan makanan yang dikonsumsi cenderung mahal karena banyak berasal dari bahan organik.

Efektifkah diet Tom Brady untuk menurunkan berat badan?

Jawabannya adalah ya. Diet ini membuat kita mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Kalau kita mengonsumsi makanan yang mengandung cukup banyak serat, kemungkinan besar tubuh akan kenyang lebih lama. Peluang kita mengalami defisit kalori lebih besar ketimbang surplus.

Makanan yang harus dimakan

Makanan yang dimakan pada diet Tom Brady terdiri dari:

  • Aneka buah dan sayuran yang diolah secara alami. Artinya tidak menggunakan pestisida serta organik.
  • Daging yang dihasilkan dari proses organik tanpa ada obat tambahan yang diberikan pada sapi atau ternak lain.
  • Ikan atau seafood tangkapan liar.
  • Biji-bijian dan umbi

Makanan yang harus dihindari

Makanan yang harus dihindari pada diet Tom Brady terdiri dari:

  • Makanan dan minuman berkafein.
  • Makanan olahan dari susu.
  • Berbagai jenis buah, sayur, dan biji yang tidak didapatkan secara organik.
  • Minyak goreng.
  • Olahan kedelai.
  • Alkohol dan makanan berpengawet.
  • Apa pun yang melalui proses GMO.

Inilah beberapa ulasan tentang diet Tom Brady yang banyak diikuti oleh masyarakat. Sekali lagi, diet jenis ini tidak menyebabkan banyak masalah pada tubuh kalau Anda cocok dan bisa beradaptasi. Cobalah selama beberapa minggu untuk mengetahui apakah pola makan ini cocok diikuti atau tidak. Kalau tidak cocok, Anda bisa segera menghentikannya.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi