Terbit: 4 October 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Menyimpan kondom dengan baik adalah langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan penggunaannya. Lantas, bagaimana cara menyimpan kondom yang benar agar tidak rusak? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Tempat Aman untuk Menyimpan Kondom, Boleh di Dompet?

Tempat Terbaik untuk Menyimpan Kondom

Agar kondom tetap dalam kondisi optimal, penting untuk mengetahui cara menyimpannya dengan benar. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar alat kontrasepsi ini tetap dalam kondisi baik dan efektif saat digunakan, di antaranya:

1. Lemari

Anda bisa menyimpan kondom di dalam ruangan yang sejuk dan agak gelap seperti di dalam lemari. Meski begitu, kondom bisa disimpan di mana saja asal tidak terkena cahaya matahari secara langsung karena berpotensi menyebabkan kerusakan.

Udara di dalam lemari cenderung stabil sehingga kualitas kondom tetap terjaga sehingga kapan saja digunakan tetap tidak berisiko asal tanggal kedaluwarsanya masih lama.

2. Dalam Tas

Kalau Anda dan pasangan suka bepergian, lebih baik menyimpan kondom di dalam tas. Sebaiknya sediakan tempat tersendiri yang aman dalam tas sehingga kemungkinan terjadi kerusakan akan rendah.

3. Tetap di Dalam Wadahnya

Cara menyimpan kondom berikutnya yang luput dari perhatian adalah mengeluarkan kondom dari wadah atau kemasan luarnya. Untuk mencegah kerusakan, tetap letakkan kondom di dalam wadah. Jika masih di dalam wadah, Anda bisa menyimpannya di mana saja asal tidak terkena udara, panas, dan cahaya matahari.

4. Dalam Kotak Makan

Kotak makan juga bisa menjadi tempat yang aman untuk menyimpan kondom. Agar kualitas kondom tetap terjaga, Anda juga bisa menambahkan silica gel di dalamnya.

Menyimpannya di kotak makan juga dapat melindungi kondom dari tekanan yang kuat seperti tidak sengaja terinjak atau diduduki.

Baca Juga: 8 Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual, Mudah dan Ampuh

Tempat yang Tidak Dianjurkan untuk Menyimpan Kondom

Berikut ini beberapa tempat yang sebaiknya dihindari untuk menyimpan kondom, di antaranya:

1. Dompet

Demi alasan kepraktisan banyak pria menyimpan kondom di dompet. Meski bisa diselipkan di dalamnya, dompet bukanlah tempat yang tepat untuk menyimpan kondom.

Kenapa hal tersebut tidak dianjurkan? Kondom yang disimpan di dalam dompet dapat tertekuk-tekuk sehingga bentuk dan fungsinya menjadi tidak sempurna.

2. Dalam Kendaraan

Selain dompet, pria juga sering menyimpan kondom di dalam kendaraannya seperti mobil atau bagasi motor. Pasalnya udara di dalam kendaraan bisa sangat panas. Udara panas bisa menyebabkan kerusakan pada kondom. Kondom yang rusak rawan sekali robek saat digunakan.

3. Dalam Kulkas

Kondom memang tidak bisa disimpan di lingkungan yang panas. Namun, tidak berlaku sebaliknya atau disimpan di tempat yang dingin seperti kulkas. Di dalam kulkas, kondom akan membeku dan pelumas yang ada di dalamnya juga ikut mengkristal.

Kondisi demikian akan berpotensi merusak kondom itu sendiri. Jadi, lebih baik disimpan dengan suhu kamar alih-alih di suhu yang dingin.

4. Dekat Jendela

Jangan menaruh kondom di dekat jendela yang setiap pagi atau siang terkena sinar matahari secara langsung. Udara yang panas bisa menyebabkan kondom menjadi rusak dan akhirnya tidak bisa dipakai. Daripada di dalam jendela, lebih baik dimasukkan ke dalam laci yang suhu udaranya lebih stabil.

5. Saku Belakang

Jangan sesekali menyimpan kondom di saku celana bagian belakang. Saat duduk, kondom akan terkena tekanan yang kuat. Kalau kondom hanya disimpan di sana sehari atau dua hari mungkin tidak akan jadi masalah. Namun, kalau sampai berhari-hari, kemungkinan rusaknya akan besar.

Baca Juga: 7 Cara Memakai Kondom yang Benar (Aman Maksimal)

Selain memperhatikan berbagai cara di atas, hal penting lainnya yang harus diperhatikan terkait penggunaan kondom adalah:

  • Gunakan pelumas berbahan dasar air. Kondom tidak selalu tahan dengan pelumas yang digunakan. Kalau Anda menggunakan pelumas dengan bahan dasar minyak, kemungkinan besar kondom lateks akan robek. Jadi, pastikan menggunakan pelumas dengan bahan dasar air.
  • Gunakan kondom sesuai ukuran penis. Kondom memiliki ukuran sesuai dengan panjang dan besar dari penis. Kalau Anda membeli kondom, pastikan ukurannya sudah sesuai. Kalau sampai kondom terlalu kecil, penis akan terasa sakit. Sebaliknya kalau terlalu besar bisa lepas dan tersangkut di dalam vagina.
  • Kondom lateks dan alergi. Kondom dengan bahan dasar lateks tidak cocok untuk semua pria atau mungkin wanita. Lateks bisa menyebabkan alergi yang memicu rasa gatal cukup kuat. Selalu beli kondom yang benar agar bisa digunakan dan tidak terbuang dengan percuma.
  • Jangan gunakan kondom secara rangkap. Kondom dibuat dengan teknologi khusus, jadi kemungkinan bocor akan rendah. Memakai kondom rangkap hanya akan membuat penis menjadi sakit dan gesekan menjadi lebih besar.
  • Kondom memiliki masa kedaluwarsa. Selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Menggunakan kondom yang tidak layak pakai bisa memicu kebocoran.
  • Gunakan kondom sekali pakai. Kalau terjadi masalah saat bercinta sehingga kondom terlepas, gunakan kondom yang baru.
  • Kondom masih berisiko menularkan penyakit. Menggunakan kondom memang berfungsi untuk melindungi penyakit menular seksual, akan tapi beberapa penyakit seperti infeksi HPV dan herpes tetap rentan menular.

Nah, itulah berbagai tempat menyimpan kondom yang benar dan tempat yang sebaiknya dihindari. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat.

 

  1. Anonim. 2021. How to Store Condoms: Expert Advice and Tips. https://flo.health/menstrual-cycle/sex/birth-control/how-to-store-condoms. (Diakses pada 19 September 2023)
  2. Anonim. Where to Store Your Condoms & Keep Them Discreet. https://www.mariestopes.org.za/where-to-store-your-condoms-keep-them-discreet/. (Diakses pada 19 September 2023)
  3. Walsh, Victoria. 2023. Where to Store Condoms & Why It Shouldn’t Be in Your Wallet. https://condoms.uk/blogs/sex-education/where-to-store-condoms-why-it-shouldn-t-be-in-your-wallet. (Diakses pada 19 September 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi