Terbit: 1 July 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Seorang fisioterapi berusia 45 tahun bernama Masayuki Ozaki melakukan sebuah hal yang sangat aneh. Meskipun sudah memiliki istri dan satu anak perempuan yang sudah menginjak usia remaja, Ozaki mengaku jatuh cinta dengan sebuah boneka seks seukuran manusia bernama Mayu. Yang lebih gila lagi, Mayu dibawa ke rumahnya dan kini tinggal bersama dengan anak dan istrinya.

Semakin Banyak Pria Jepang yang Memilih Untuk Hidup Dengan Boneka Seks

Ozaki menyebutkan bahwa setelah kelahiran putrinya, Ozaki merasa ada kekosongan dalam kehidupan cintanya. Ia dan istrinya sudah tak lagi berhubungan intim dan Ia pun semakin merasa sendiri. Namun, tatkala pertama kali melihat Mayu di pameran, Ia langsung jatuh cinta dan memutuskannya untuk membawanya ke rumah. Istrinya memang marah saat pertama kali melihat boneka ini meski kini lebih memilih untuk tidak mempedulikannya. Putrinya juga menganggap apa yang ayahnya lakukan sangat menjijikkan. Namun, kini putrinya bahkan terkadang ikut berbagi baju dengan Mayu.

Apa yang dialami Ozaki ternyata menjadi perhatian banyak pakar kesehatan di Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pria di Jepang yang memilih untuk hidup bersama dengan boneka alih-alih dengan wanita semakin meningkat. Dalam setahun saja, setidaknya ada 2.000 boneka seukuran wanita dewasa yang terjual di Negeri Matahari Terbit tersebut.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ozaki menyebutkan bahwa sifat alami wanita Jepang yang cenderung berhati dingin, egois, dan tidak benar-benar bisa mendengarkan keluhan para pria yang lelah atau mengalami berbagai masalah di tempat kerja membuat pria merasa tidak lagi tertarik untuk hidup bersama dengan wanita. Meskipun boneka tidak bisa berbicara, namun boneka bisa mendengarkan berbagai keluhan mereka dan tidak menuntut apapun, khususnya uang atau komitmen.

Mengingat angka kelahiran bayi di Jepang juga semakin menurun, banyak pakar kesehatan yang khawatir jika di masa depan jumlah generasi muda di negara yang dikenal modern dan kaya ini tidak lagi mampu menyokong perekonomian negeri tersebut.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi