Terbit: 30 January 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Asma tidak hanya membuat Anda mengalami sesak napas, penyakit ini bahkan dapat memengaruhi kehidupan sekk! Lantas, apa pengaruh asma pada kehidupan seks? Lebih lanjut simak dalam ulasan di bawah ini.

Pengaruh Asma Terhadap Kehidupan Seks Anda

Pengaruh Asma pada Kehidupan Seks

Asma adalah kondisi yang membuat seseorang mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini salah satunya dapat disebabkan oleh kualitas udara yang buruk akibat polusi.

Masalah pernapasan bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Namun, menderita asma juga dapat memengaruhi kehidupan seks Anda, lho!

Mengalami asma yang kambuh terutama saat berhubungan intim akan membuat Anda kewalahan untuk memuaskan pasangan.

Banyak yang mengatakan bahwa mereka merasa minder saat menggunakan inhaler atau alat pengobatan asma lainnya yang terlihat di depan pasangannya, atau cemas tentang bagaimana respons pasangannya terhadap asma kambuh saat berhubungan seks. Kekhawatiran tersebut dapat memengaruhi hasrat atau kenikmatan seksual penderita asma.

Selain emosional, asma kambuh yang dipicu oleh stres atau iritasi (termasuk debu, wangi lilin, atau kondom lateks) sebelum atau selama berhubungan seks atau karena upaya seks itu sendiri, biasanya menghentikan keintiman dan memicu frustrasi.

Menurut survei pada tahun 2027 di Inggris, dengan menyoroti kebutuhan penderita asma untuk menggunakan inhaler selama atau setelah berhubungan seks. Karena alasan ini beberapa orang bahkan mengurangi frekuensi dan jumlah hubungan intim. Bagi sebagian orang, orgasme menjadi salah satu pemicu serangan asma. Bahkan responden tertentu mengaku mengalami kesulitan bernapas saat melakukan seks oral.

Baca Juga: Asma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Penyebab Asma Kambuh saat Bercinta

Saat berhubungan intim, gejala asma bisa muncul karena berbagai faktor. Ada beberapa penyebab asma saat berhubungan intim yang harus diwaspadai, di antaranya:

1. Melakukan Seks dengan Intens

Semua orang yang memiliki asma pasti mengalami gangguan kesulitan napas dan kumat kalau melakukan aktivitas yang cukup kuat. Itulah kenapa penderita asma banyak yang tidak bisa berolahraga selama sekolah karena bisa membuat tubuh menjadi lemas dan napas tersendat.

Meskipun tidak intens, tapi seks tetap saja memberikan efek samping pada penderita asma. Kesulitan bernapas bisa terjadi saat melakukan seks atau beberapa jam setelah seks. Sebagai tindakan pencegahan, biasanya dokter menyarankan untuk mengonsumsi obat beberapa saat sebelum melakukan seks.

2. Alergi Sperma

Cairan kelamin atau sperma yang dihasilkan oleh pria ternyata bisa menyebabkan wanita mengalami alergi. Nah, alergi ini bisa menyebabkan gatal hingga yang paling parah bisa menyebabkan asma dan gangguan sesak napas lainnya.

Wanita yang mengalami alergi ini bisa mengalami asma meski tidak ada gangguan pada paru-paru.

3. Alergi dengan Kondom Lateks

Selain alergi sperma, asma juga dapat dipicu oleh kondom lateks. Alergi ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Ketika kulit terkena lateks, alergi akan muncul secara instan.

Umumnya alergi yang terjadi akibat kondom lateks menyebabkan rasa gatal. Namun, pada kondisi yang lebih kronis bisa memicu asma.

4. Gangguan Mental

Tidak semua orang merasa nyaman saat akan melakukan seks. Ada kalanya seseorang merasa grogi, cemas, atau bahkan trauma karena kejadian di masa lalu yang membuat mereka ketakutan.

Gangguan mental menyebabkan tubuh jadi mengalami asma. Meski masalah pernapasan ini bisa segera diatasi dengan pemberian obat, kemungkinan kambuh kembali di masa depan tetap terjadi.

Baca Juga: Sesak Napas (Dyspnea): Gejala, Penyebab, Diagnosis, Cara Mengobati, dll

Cara Mengatasi Asma yang Kambuh

Asma bisa muncul karena banyak hal saat melakukan seks. Pengobatan atau cara mengatasinya juga berbeda-beda dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bila Anda sering mengalami asma, sebaiknya siapkan obat agar saat gejalanya muncul bisa segera diatasi.

Berikut beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengatasi asma, antara lain:

  • Inhaled corticosteroids. Obat jenis ini digunakan dengan menghirup bahan aktifnya selama beberapa saat. Setelah obat masuk, rasa sesak akan perlahan menghilang. Obat jenis ini biasanya lebih aman digunakan setiap hari sehingga penggunaan jangka panjang sangat disarankan.
  • Leukotriene modifiers. Obat ini jenis oral dan mampu meringankan gejala asma hingga 24 jam lamanya. Sayangnya obat ini memberikan efek samping pada kesehatan mental seseorang. Kondisi mood swing, mudah marah, hingga keinginan untuk bunuh diri bisa muncul. Lakukan konsultasi dengan dokter agar dosis yang diberikan benar.
  • Long-acting beta agonists. Obat ini berjenis inhaled atau yang dihirup dengan hidung. Saat menggunakan obat ini disarankan untuk mengombinasikan dengan inhaled corticosteroids. Kombinasi dua obat ini bisa mencegah terjadinya asma semakin parah. Selanjutnya hanya gunakan kalau kondisi asma yang muncul cukup ringan. Selalu konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Combination inhalers. Obat ini kombinasi inhaled corticosteroids dan long-acting beta agonists yang hadir dalam satu obat. Jadi Anda tidak perlu bergantian memakai inhaler.
  • Theophylline. Obat harian yang digunakan untuk merelakan otot di area dada sehingga napas bisa berjalan dengan lancar.
  • Allergy shots (immunotherapy). Digunakan untuk kondisi asma dadakan yang muncul karena alergi baik itu pada lateks atau cairan kemaluan.
  • Short-acting beta agonists. Obat hisap atau inhaler yang memberikan perasaan lega. Biasanya digunakan untuk serangan asma dadakan yang tidak dipicu alergi.

Baca Juga: Tips Seks untuk Penderita Asma Agar Tetap Nikmat dan Bergairah

Cara Mencegah Asma Muncul Saat Berhubungan Intim

Meskipun tidak ada obat untuk mengatasi asma, para ahli medis menekankan bahwa selama orang-orang mengetahui pemicu asma mereka dan mematuhi saran pengobatan, mereka dapat menghindari sebagian besar atau seluruh serangan asma.

Dalam hal kehidupan seks, penderita asma perlu melakukan pencegahan asma, berikut di antaranya:

  • Memantau tindakan atau posisi seks yang tampaknya dapat memicu serangan asma.
  • Memastikan tidak ada bahan iritasi di ranjang atau kamar.
  • Minum obat tertentu terlebih dahulu.
  • Berbicara secara terbuka dengan pasangan tentang asma dan cara menanganinya apabila kambuh.
  • Menghentikan hubungan seks untuk mengurangi gejala.

Membicarakan Asma dengan Pasangan

Asma adalah penyakit yang sulit disembuhkan dan memberikan pengaruh yang besar pada tubuh. Oleh karena itu, bicarakan penyakit ini dengan pasangan, berikut beberapa tipsnya:

1. Beri Tahu Pasangan Bahwa Anda Memiliki Asma

Bicarakan masalah asma dengan jelas dan terbuka dengan pasangan. Jangan ada yang disembunyikan. Minta pendapat pasangan tentang hal ini agar Anda dan pasangan bisa menyamakan persepsi terkait masalah gangguan napas.

2. Beri Tahu Pasangan Jika Asma Kambuh

Bicaralah pada pasangan jika asma Anda sedang kambuh, dengan menyebutkan ciri-ciri atau gejala asma. Minta pasangan tidak panik agar bisa segera mengatasinya. Ajari pasangan bagaimana cara mengatasi asma atau memberikan pertolongan pertama pada penderita asma agar bisa bernapas dengan baik.

3. Jangan Merasa Malu

Anda tidak perlu merasa malu kalau asma tiba-tiba kambuh. Kondisi ini bisa terjadi begitu saja karena memang ada gangguan pada tubuh dan karena ada pemicunya. Kalau Anda dan pasangan bisa terbuka, penyelesaian masalah asma ini bisa diselesaikan bersama-sama.

4. Mengunjungi Dokter

Ajak pasangan untuk mengunjungi dokter. Bicarakan masalah bersama-sama agar dokter bisa memberikan diagnosis. Dengan saran dari dokter, pasangan bisa sama-sama menyelesaikan masalah bersama.

5. Kenali Pemicunya Bersama Pasangan

Anda dan pasangan bisa sama-sama mengenali pemicu asma sehingga hubungan seks dapat dilakukan dengan hati-hati. Anda dan pasangan tidak khawatir lagi kalau pemicunya sudah bisa diketahui pemicunya dan bisa dihindari.

Demikian ulasan tentang pengaruh asma terhadap kemampuan seks pasangan hingga cara mencegahnya. Bila salah satu pasangan Anda memiliki asma, lebih baik dibantu dan dibicarakan dengan baik. Jika tidak ada dukungan, kehidupan Anda akan mengalami gangguan bahkan bisa mati sama sekali. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Asthma can affect even your sex life! Know how to reduce your triggers. https://www.healthshots.com/intimate-health/sexual-health/asthma-can-affect-even-your-sex-life-know-how-to-reduce-your-triggers/ (Diakses pada 13 September 2023)
  2. Hay, Mark. 2021. How Asthma Affects My Sex Life. https://www.vice.com/en/article/n7v5m7/how-asthma-affects-my-sex-life (Diakses pada 13 September 2023)
  3. Hicks, Tony. 2022. How an Asthma Attack Can Be Triggered by Sexual Activity. https://www.healthline.com/health-news/how-an-asthma-attack-can-be-triggered-by-sexual-activity (Diakses pada 13 September 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi