Terbit: 8 June 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ejakulasi tidak hanya berhubungan dengan aktivitas seks dan kepuasan bagi pria. Lebih dari itu, ejakulasi juga memberikan banyak manfaat untuk tubuh khususnya dalam hal menjaga kesehatan alat reproduksi pada pria. Lebih lanjut simak dalam ulasan di bawah ini.

Manfaat Ejakulasi dan Seberapa Sering Pria Harus Melakukannya

Berapa Kali Ejakulasi agar Sehat?

Tidak ada jumlah berapa kali pria harus ejakulasi per hari, minggu, atau bulan. Frekuensi ejakulasi pria bervariasi tergantung pada usia, hubungan, dan kesehatan seksual.

Menurut studi eksplorasi seksual di tahun 2015, ejakulasi sering kali terjadi pada pria berusia 25-29 tahun. Ketika usia pria mencapai 30, jumlahnya sedikit berkurang.

Anda mungkin pernah mendengar penelitian yang mengatakan kalau dalam satu bulan melakukan ejakulasi sekitar 21 kali, risiko kanker prostat akan menurun. Itulah alasan kenapa dalam satu minggu pria disarankan untuk ejakulasi sekitar 4-5 kali.

Sayangnya frekuensi tersebut dianggap terlalu banyak dan berlebihan, untuk mereka yang sudah tua tentu tidak akan mampu ejakulasi atau bercinta selama 21 kali.

Terlepas dari 21 kali ejakulasi dalam satu bulan, Anda disarankan untuk lebih rutin melakukan ejakulasi, minimal sekali dalam seminggu. Sebanyak 2-3 kali seminggu jauh lebih baik karena tidak berlebihan dan tidak terlalu sedikit. Kehidupan seks dan kesehatan tubuh seseorang akan berjalan dengan lancar. Kalau ejakulasi dilakukan lebih intens, dikhawatirkan justru mengganggu fisik dan mental.

Apakah Bisa Mencegah Kanker Prostat?

Salah satu manfaat dari ejakulasi adalah membuang radikal bebas atau kotoran yang ada di prostat. Saat ejakulasi terjadi, prostat akan mengeluarkan cairan mani sebelum akhirnya bercampur dengan sperma. Bila cairan prostat sering dikuras, kemungkinan besar akan selalu bersih sehingga risiko kemunculan sel kanker akan kecil.

Selain masalah ejakulasi, perlu diingat lagi kalau kanker prostat dipengaruhi oleh banyak hal. Apa yang dimakan oleh pria dan kebiasaan yang dilakukan seperti sering merokok juga bisa meningkatkan kemungkinan itu. Jadi, jangan hanya mengandalkan masalah ejakulasi saja kalau hal lain justru diabaikan.

Manfaat Ejakulasi

Selain mengurangi risiko kanker prostat, sering ejakulasi juga memberikan banyak manfaat bagi tubuh secara keseluruhan. Manfaat kesehatan dari ejakulasi antara lain:

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Meningkatkan keintiman dengan pasangan.
  • Mengurangi stres dan meningkatkan perasaan senang.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • mengurangi gejala migrain.
  • Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Ejakulasi memang baik untuk pria dan memiliki banyak manfaat kesehatan selain menurunkan risiko kanker prostat. Namun, jika Anda merasa kecanduan atau masturbasi kronis hingga mengganggu kehidupan seksual karena kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi, sebaiknya konsultasikan ke dokter tentang disfungsi ereksi untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma, Efektif untuk Kesuburan Pria

Apakah Ejakulasi dari Masturbasi dan Seks Berbeda?

Satu pertanyaan besar yang sering sekali diajukan oleh pria, kira-kira ejakulasi dari seks dan masturbasi sama atau berbeda?

Jawabannya adalah sama secara umum. Pria akan mendapatkan sensasi orgasme yang sama meski tingkat intensitasnya berbeda-beda. Selain itu pria juga bisa lebih puas saat melakukan seks daripada melakukan masturbasi atau solo seks.

Lantas mana yang lebih baik, jawabannya adalah tergantung dengan kebutuhan Anda dan kondisi saat ini. Kalau memiliki pasangan mungkin seks bisa dilakukan. Namun, kalau belum memiliki pasangan, masturbasi mungkin cara yang paling aman. Bila Anda melakukan seks dengan bukan pasangan, bisa saja berisiko mendapatkan penyakit menular seks yang berbahaya.

Apakah Pria Bisa Kehabisan Sperma bila Sering Ejakulasi?

Mitos tentang ejakulasi memang banyak beredar di sekitar pria. Ada yang mengatakan bila sering ejakulasi bisa membuat sperma terkuras. Kalau sudah habis Anda tidak bisa mendapatkan keturunan. Jadi, lebih baik tidak ejakulasi terlalu sering sebelum menikah.

Mitos tersebut sebenarnya salah kaprah karena pria tidak akan pernah kehabisan jumlah sperma.

Dalam satu detik, tubuh pria akan menghasilkan sekitar 1.500 sel sperma baru. Jadi dalam satu hari saja ada jutaan sperma yang dihasilkan. Bila pria ejakulasi terus-menerus seperti lebih dari sekali dalam sehari, kemungkinan besar, sperma yang dihasilkan akan lebih sedikit dibandingkan jika tidak ejakulasi selama beberapa hari.

Apa yang Terjadi pada Sperma yang Tidak Dikeluarkan?

Sperma yang tidak dikeluarkan secara langsung baik melalui aktivitas seks atau melalui masturbasi akan diserap lagi oleh tubuh. Beberapa sperma juga akan dikeluarkan melalui nocturnal emission atau mimpi basah. Itulah alasan kenapa pria yang sudah lama tidak ejakulasi biasanya sering ejakulasi secara tidak sadar.

Intinya pria boleh ejakulasi sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi tubuh. Selama Anda merasa nyaman dan tidak terjadi gangguan pada tubuh, berarti tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Namun, kalau sampai muncul kecanduan, kendalikan ejakulasi dengan baik.

Efek Ejakulasi Terlalu Sering

Tidak ada yang lebih baik daripada ejakulasi yang berlebihan atau terlalu sering. Pria tidak akan mengalami masalah karena ejakulasi terlalu sering, dan tubuh tidak akan pernah kehabisan jumlah sperma.

Tubuh pria mampu memproduksi jutaan sperma, dan ejakulasi sekali sehari tidak akan membuat sperma menjadi lebih sedikit. Jika pria memiliki jumlah sperma yang normal, maka tidak ada salahnya ejakulasi setiap hari.

Namun, masalah akan terjadi ketika Anda terlalu sering berhubungan seks atau masturbasi. Terlalu sering berhubungan seks hanya akan menyebabkan luka bakar akibat gesekan, dan sebaiknya menggunakan pelumas untuk menghindari luka.

Baca Juga: Mengenal POIS, Penyakit yang Membuat Pria Terserang Flu Usai Ejakulasi

Kapan Harus Menahan Diri untuk Tidak Ejakulasi?

Sebenarnya setiap pria memiliki alasan sendiri-sendiri mengapa mereka memutuskan untuk tidak ejakulasi. Ada yang melakukannya karena pengaruh kepercayaan, misal sedang menjalankan puasa sehingga menahan tidak ejakulasi sama halnya dengan menahan hawa nafsu agar tidak berlebihan.

Beberapa pria tidak melakukan ejakulasi terlalu sering karena mereka menganggap ejakulasi membuatnya menjadi malas. Bila ejakulasi dilakukan sesekali saja mungkin tidak akan memengaruhi fisik dan mental. Namun, kalau dilakukan terlalu sering bisa menyebabkan gangguan fisik seperti lemas dan mental seperti kecanduan.

Alasan terakhir mengapa beberapa orang menahan diri untuk tidak melakukan ejakulasi adalah meningkatkan kemungkinan pembuahan. Kalau tidak melakukan ejakulasi selama 2-3 hari, jumlah sperma yang akan dikeluarkan lebih banyak sehingga kemungkinan melakukan pembuahan akan lebih besar.

Demikian ulasan tentang manfaat dan frekuensi ejakulasi yang dialami oleh pria serta efeknya pada tubuh. Secara umum, mengalami ejakulasi khususnya yang berasal dari seks bisa memberikan banyak manfaat seperti olahraga. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2021. How Often Should a Man Ejaculate? Effects of Releasing Sperm Daily or Not Ejaculating. https://preferredmensmedical.com/blog/how-often-should-a-man-ejaculate/ (Diakses pada 20 November 2023)
  2. Jewell, Tim. 2023. How Often Should a Man Ejaculate? And 8 Other Things to Know. https://www.healthline.com/health/mens-health/how-often-should-a-man-ejaculate (Diakses pada 20 November 2023)
  3. Ocampo, Alvaro. 2023. How Often Should a Man Ejaculate: Health Benefits of Ejaculation. https://gainswave.com/how-often-should-a-man-ejaculate-health-benefits-of-ejaculation/#:~:text=Some%20studies%20suggest%20that%20moderate,you’re%20attempting%20to%20conceive. (Diakses pada 20 November 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi