Terbit: 9 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Berhubungan intim saat haid atau menstruasi mungkin terdengar berisiko. Apakah aktivitas seksual ini sebaiknya tidak dilakukan, ataukah justru ada manfaat tersembunyi di baliknya? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini

Fakta Penting Seputar Berhubungan Intim saat Haid

Manfaat Berhubungan Intim saat Haid

Faktanya, Anda boleh-boleh saja berhubungan seks ketika datang bulan. Mengutip Very Well Health, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa aktivitas seks saat haid akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

Sebaliknya, ada sejumlah manfaat yang bisa Anda dapatkan, di antaranya:

1. Mengurangi Kram

Kram saat datang bulan adalah gejala umum yang dapat dirasakan. Kram menstruasi adalah hasil dari uterus yang berkontraksi untuk melepaskan lapisannya.

Berhubungan intim bisa membantu kram yang Anda rasakan berkurang. Hal ini berhubungan dengan orgasme pada wanita.

Perlu diketahui, saat Anda orgasme, otot-otot rahim ikut berkontraksi, lalu dilepaskan. Hal ini akan mengurangi ketegangan yang terjadi ketika kram.

Seks juga dapat memproduksi endorfin, hormon yang dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dari rasa sakit dan ketidaknyamanan saat menstruasi.

2. Menambah Kepuasan

Peningkatan gairah seksual saat haid bisa terjadi karena perubahan hormon selama periode ini. Oleh karena itu, berhubungan intim saat haid bisa memberikan “tantangan” tersendiri.

Menurut laporan, banyak wanita yang mengatakan jika dorongan seks mereka meningkat selama ovulasi. Ovulasi terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi muncul.

Sementara itu, sebagian wanita lainnya melaporkan bahwa mereka lebih terangsang ketika menstruasi sedang berlangsung.

3. Menjadi Pelumas Alami

Vagina kering bisa menjadi masalah tersendiri saat berhubungan seks. Pasalnya, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri.

Jika Anda mengalami vagina kering, darah menstruasi bisa menjadi pelumas alami. Seks pun akan berlangsung lebih nyaman tanpa adanya nyeri yang mengganggu.

Baca JugaBerhubungan Seks Saat Hamil? Ini Aturan yang Perlu Diperhatikan!

4. Meredakan Sakit Kepala

Sakit kepala yang biasa dialami oleh wanita ketika menstruasi disebabkan oleh adanya perubahan hormonal.

Nah, menurut penelitian, aktivitas seksual bisa membantu meredakan gejala haid yang satu ini, lho.

Meski belum diketahui hubungan antar keduanya, para peneliti menyimpulkan bahwa endorfin yang dihasilkan dari berhubungan seks adalah penyebabnya.

5. Membuat Jangka Menstruasi Lebih Pendek

Berhubungan seks ketika haid dapat menyebabkan jangka menstruasi Anda lebih pendek. Pasalnya, orgasme dapat membantu membersihkan rahim Anda.

Singkatnya, periode menstruasi bisa lebih singkat karena lapisan rahim Anda luruh lebih cepat.

Sayangnya, belum ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

Risiko Berhubungan Intim saat Haid

Meskipun belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya bahaya dari berhubungan seks saat menstruasi, tetap saja ada sejumlah risiko yang harus diwaspadai, di antaranya:

1. Infeksi Menular Seksual

Meskipun infeksi menular seksual (IMS) adalah risiko utama dari berhubungan seks, tetapi jika dilakukan saat datang bulan, risiko akan berkali-kali lipat lebih meningkat.

Virus-virus pencetus kondisi tersebut hidup dalam darah, dan mereka dapat menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi yang terinfeksi.

Beberapa penyakit infeksi menular seksual akibat melakukan hubungan intim saat sedang haid, antara lain:

  • Klamidia.
  • Hepatitis B.
  • Herpes.
  • Kutil kelamin.
  • HIV.
  • Human papillomavirus (HPV).
  • Sipilis.
  • Gonore.
  • Moluskum kontagiosum.
  • Trikomoniasis.
  • Kudis dan kutu kemaluan.

Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dapat mengurangi risiko penyebaran atau terkena IMS.

2. Infeksi Lain

Selain infeksi menular seksual, berhubungan seks ketika menstruasi juga bisa memperbesar risiko infeksi lainnya.

Hal ini disebabkan oleh kondisi wanita yang sedang mengalami penurunan kadar hormon estrogen saat haid. Ini berarti, produksi cairan lubrikasi pada organ vitalnya juga akan semakin berkurang.

Kondisi tersebut akan membuat organ vital wanita sangat rentan mengalami luka saat berhubungan intim sehingga menjadi jalan bagi bakteri untuk memicu datangnya infeksi.

Baca JugaBerapa Lama Waktu Berhubungan Intim yang Normal?

3. Tampon Terdorong ke Dalam

Perhatikan penggunaan tampon. Jika Anda memang menggunakannya untuk menyerap darah haid, jangan lupa untuk melepaskannya sebelum berhubungan intim.

Apabila sampai lupa untuk melakukannya, tampon bisa terdorong ke dalam dan memicu timbulnya infeksi.

Tampon yang tersangkut jauh di dalam vagina kemungkinan besar membutuhkan bantuan tenaga medis untuk mengeluarkannya. 

4. Kehamilan Terjadi

Jika Anda berhubungan seks tanpa menggunakan kondom, kemungkinan hamil bisa saja terjadi. Namun, peluang untuk hamil lebih rendah selama menstruasi.

Seperti yang diketahui, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi dimulai. Namun, panjang siklus setiap wanita berbeda, dan panjang siklus dapat berubah setiap bulan.

Jika memiliki siklus menstruasi yang pendek, risiko hamil lebih tinggi.

Selain itu, pertimbangkan bahwa sperma dapat tetap hidup di tubuh hingga tujuh hari. Jadi, jika memiliki siklus 22 hari dan Anda mengalami ovulasi segera setelah menstruasi, ada kemungkinan ovarium akan melepaskan telur saat sperma masih berada di saluran reproduksi.

Jika sedang menghindari kehamilan, menggunakan alat kontrasepsi adalah ide yang baik, tidak peduli kapanpun hubungan badan dilakukan

Perhatikan Ini Sebelum Berhubungan Intim saat Haid

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine, waktu yang paling ideal bagi pasangan untuk berhubungan intim adalah sekitar 14 hari setelah siklus awal dari menstruasi.

Pada periode tersebut, klitoris wanita akan cenderung membesar hingga 20 persen dan lebih peka pada rangsangan.

Bagi wanita, hal ini akan membuat mereka lebih mudah untuk mendapatkan orgasme sekaligus mengurangi risiko terkena berbagai masalah kesehatan.

Selain memperhatikan apa akibat jika melakukan hubungan intim saat haid, cermati juga beberapa tips berikut:

  • Bersikap terbuka dan jujur dengan pasangan Anda. Katakan kepadanya bagaimana perasaannya tentang berhubungan seks selama menstruasi. Jika salah satu dari Anda ragu-ragu, bicarakan alasan di balik ketidaknyamanan itu.
  • Jika Anda menggunakan pembalut atau tampon, keluarkan sebelum Anda mulai berhubungan intim.
  • Gunakan handuk berwarna gelap di tempat tidur untuk menampung kebocoran darah.
  • Berhubungan intim di kamar mandi untuk menghindari ceceran darah haid.
  • Simpan lap basah atau tisu basah di samping tempat tidur untuk membersihkan ceceran darah haid sesudahnya.
  • Minta pasangan Anda memakai kondom lateks. Ini akan melindungi terhadap kehamilan dan penyakit menular seksual.
  • Jika posisi seksual yang biasa dilakukan membuat Anda tidak nyaman, cobalah sesuatu yang berbeda. Misalnya, Anda mungkin ingin mencoba berbaring miring, sedangkan pasangan Anda di belakang.

Demikian penjelasan seputar manfaat dan bahaya berhubungan intim saat haid. Ingat! perhatikan cara seks yang aman jika tetap berhubungan saat haid ya, Teman Sehat.

 

  1. Abraham, Cynthia. 2020. Experiencing Vaginal Dryness? Here’s What You Need to Know. https://www.acog.org/womens-health/experts-and-stories/the-latest/experiencing-vaginal-dryness-heres-what-you-need-to-know. (Diakses pada 9 September 2022).
  2. Chisholm, Andrea. 2022. Period Sex: Can You Have Sex On Your Period? It’s Safe to Have Sex During Your Period, But You Need to Practice Safe Sex. https://www.verywellhealth.com/sex-during-your-period-2721991. (Diakses pada 9 September 2022).
  3. Levin, Roy J. 2010. The Ins And Outs of Vaginal Lubrication. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/14681990310001609859. (Diakses pada 9 September 2022).
  4. Smith, Lori. 2018. Is It Safe to Have Sex During Menstruation? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321667. (Diakses pada 9 September 2022).
  5. Watson, Stephanie. 2021. Is It Safe to Have Sex During Your Period? Tips, Benefits, and Side Effects. https://www.healthline.com/health/womens-health/sex-during-periods. (Diakses pada 9 September 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi