Terbit: 4 July 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Obat perangsang yang dikonsumsi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter berisiko mendatangkan sejumlah efek samping. Apa saja efek samping obat perangsang? Lebih lanjut simak ulasan di bawah ini!

Waspada! Ini 12 Efek Samping Obat Perangsang

Efek Samping Obat Perangsang

Ada banyak alasan mengapa seseorang memiliki gairah seksual yang rendah. Berapa di antaranya, yaitu stres, kehamilan, masalah seksual (disfungsi ereksi atau vagina kering), penggunaan alat kontrasepsi dan obat-obatan tertentu, serta masih banyak lagi penyebab lainnya.

Jika penyebabnya masalah medis, penggunaan obat perangsang dianggap bisa menjadi jalan keluarnya. Beberapa obat yang umum digunakan, yakni Viagra (Sildenafil), Fibrasenin, dan Bremelanotide.

Sayangnya, penggunaan obat juga kerap kali dilakukan tanpa konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Padahal, hal ini bisa memicu berbagai dampak negatif bagi tubuh.

Berikut ini sejumlah efek obat perangsang yang dikonsumsi sembarangan:

1. Tekanan Darah Rendah

Salah satu obat perangsang yang banyak digunakan adalah Viagra. ‘Obat kuat’ ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan aliran darah ke penis sehingga Anda bisa mempertahankan ereksi.

Meski obat ini terbilang efektif, terdapat efek samping yang mesti Anda waspadai, salah satunya penurunan tekanan darah (hipotensi), terutama sekitar 1 sampai 2 jam setelah mengonsumsi obat.

Oleh karena itu, bagi pemilik darah rendah, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat perangsang ini.

2. Tekanan Darah Tinggi

Bukan hanya menurunkan tekanan darah, efek obat perangsang juga dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi).

Perhatikan penggunaan obat golongan inhibitor PDE5 (obat yang memicu ereksi pada penis) bersamaan dengan alpha-blocker (obat untuk hipertensi) atau obat yang mengandung nitrate.

Baca Juga10 Obat Perangsang Wanita Alami yang Dapat Tingkatkan Hasrat Seksual!

3. Masalah Jantung

Aktivitas seksual memang dapat mendatangkan manfaat sehat bagi kesehatan jantung. Sayangnya, jika Anda sudah memiliki penyakit kardiovaskular, penggunaan obat perangsang Viagra sebaiknya tidak dilakukan.

Hindari konsumsi Viagra jika Anda memiliki masalah kesehatan jantung atau stroke.

4. Ereksi Berkepanjangan

Obat perangsang seperti Viagra bisa sangat efektif untuk meningkatkan gairah seksual. Obat ini biasanya bertahan hingga empat jam.

Namun, pada sebagian orang, efek obat perangsang bisa berakibat pada ereksi berkepanjangan. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan merasa kesakitan.

Jika ereksi bertahan lebih dari empat jam, segera periksakan kondisi ke dokter.

Selain itu, penggunaan obat perangsang juga sebaiknya Anda waspadai, terutama jika memiliki penyakit Peyronie. Dokter kemungkinan tidak menyarankan konsumsi jenis obat ini.

5. Masalah Penglihatan

Sildenafil adalah obat perangsang yang umum untuk mengatasi disfungsi ereksi sekaligus hipertensi arteri pulmonal (PAH).

Obat ini memiliki efek samping berupa gangguan pada penglihatan. Jika mengalaminya, Anda mungkin akan mengalami kehilangan penglihatan secara mendadak, baik pada salah satu mata atau pada keduanya.

6. Masalah Pendengaran

Efek obat perangsang juga tidak hanya menimpa indra penglihatan, melainkan juga indra pendengaran. Dampaknya, Anda akan mengalami kehilangan pendengaran mendadak dan telinga berdengung (tinnitus).

Melansir Healthline, meski tidak umum, beberapa pria yang menggunakan inhibitor PDE5 dapat mengalami gangguan pendengaran tersebut.

Selain itu, penggunaan obat perangsang ini sebaiknya Anda hindari jika memiliki riwayat neuropati nonarteritic anterior ischemic optic neuropathy (NAION).

7. Sakit kepala

Sakit kepala termasuk gejala yang paling umum terjadi ketika seseorang mengalami efek samping obat disfungsi ereksi. Penyebabnya yaitu adanya perubahan mendadak dalam aliran darah akibat meningkatnya kadar oksida nitrat.

Meskipun Anda sudah mengganti merek obat, gejala ini tetap dapat muncul. Konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui cara meringankan gejala.

8. Pusing

Selain sakit kepala, efek obat perangsang yang bisa digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi dapat memicu pusing pada sebagian orang.

Sama dengan penyebab sakit kepala, peningkatan oksida nitrat juga menjadi alasan di balik kondisi ini.

Meski tergolong ringan, aktivitas harian Anda bisa terhambat. Selain itu, pada kasus yang jarang, pusing akibat penggunaan obat bisa menimbulkan seseorang pingsan.

Oleh karena itu, segera bicarakan kepada dokter apabila Anda merasa pusing setelah menggunakan obat.

9. Perubahan Warna Gusi dan Kulit

Pada wanita, obat perangsang yang umum digunakan salah satunya adalah Bremelanotide. Obat ini dapat Anda gunakan untuk mengatasi gairah seksual rendah pada wanita yang belum memasuki masa menopause atau sebelumnya tidak memiliki gangguan gairah seksual rendah.

Efek dari obat perangsang ini adalah dapat menggelapkan warna gusi atau kulit, terutama wajah dan payudara. Risiko efek samping ini dapat meningkat pada orang dengan warna kulit lebih gelap.

Perubahan kulit dapat terjadi secara permanen, sekalipun Anda telah berhenti mengonsumsi Bremelanotide.

Mengetahui fakta tersebut, konsultasikan dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat.

10. Masalah Pencernaan

Tahukah Anda jika sebesar 80 persen Viagra dapat tertinggal pada feses atau kotoran Anda? Sementara itu, 20 persen sisanya akan dikeluarkan tubuh melalui urine.

Salah satu efeknya adalah gangguan pada pencernaan. Pria yang menggunakan obat perangsang ini bisa mengalami sakit perut. Selain itu, terkadang gejala yang dapat muncul berupa mual dan muntah.

Beberapa obat disfungsi ereksi juga dapat memicu diare. Jika mengalaminya, ubahlah pola makan menjadi lebih sehat. Jangan lupa imbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.

Apabila gejala gangguan pencernaan masih terjadi, bahkan setelah perubahan pola makan, segera konsultasikan masalah ini ke dokter.

Baca Juga: 15 Penyebab Impotensi yang Wajib Diketahui Pria

11. Nyeri pada Tubuh

Pada orang dengan disfungsi ereksi, penggunaan obat perangsang dapat memicu nyeri otot, nyeri punggung bawah, dan nyeri di seluruh tubuh,

Jika penggunaan obat disfungsi ereksi memicu beberapa efek samping tersebut, Anda bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual di pasaran (over the counter/OTC).

12. Flushes

Flushes adalah periode kemerahan sementara pada kulit. Kondisi yang muncul bisa ringan seperti noda, atau bahkan parah hingga membentuk ruam.

Flushes umumnya berkembang di wajah, lalu dapat menyebar ke bagian lain di tubuh. Kondisi ini juga dapat memburuk jika Anda mengonsumsi makanan pedas atau panas, minum alkohol, atau berada di luar dengan suhu hangat.

Selain beberapa efek di atas, terdapat sejumlah efek samping lain yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Pilek.
  • Mimisan.
  • Pingsan.
  • Sulit tidur.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kelelahan.
  • Berkeringat.
  • Batuk-batuk.

Agar Aman, Konsultasi Dahulu Sebelum Menggunakan Obat Perangsang

Sebelum mengonsumsi obat perangsang untuk meningkatkan gairah seksual sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Konsultasikan tentang kondisi kesehatan seksual Anda, dosis obat perangsang, serta kemungkinan alergi yang Anda miliki.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, seperti seperti seksolog, andrologi, atau urolog.  

Langkah tersebut untuk meminimalkan atau mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti efek samping yang telah dijelaskan sebelumnya. 

Nah, itulah ulasan tentang efek samping penggunaan obat perangsang yang mungkin dapat terjadi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2021. Sildenafil (Oral Tablet): Side Effects, Dosage, Uses, and Review. https://www.healthline.com/health/sildenafil-oral-tablet. (Diakses pada 4 Juli 2022).
  2. Anonim. 2022. Low Sex Drive (Loss of Libido). https://www.nhs.uk/conditions/loss-of-libido/. (Diakses pada 4 Juli 2022).
  3. Anonim. Bremelanotide. https://www.drugs.com/mtm/bremelanotide.html. (Diakses pada 4 Juli 2022).
  4. Anonim. Flibanserin (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/flibanserin-oral-route/side-effects/drg-20152672?p=1. (Diakses pada 4 Juli 2022).
  5. Cherney, Kristeen. 2022. 7 Common Side Effects of Erectile Dysfunction Medication. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction-medications-common-side-effects. (Diakses pada 4 Juli 2022).
  6. Pietrangelo, Ann. 2022. Viagra Side Effects and Other Impacts on the Body. https://www.healthline.com/health/mens-health/effects-of-viagra-on-the-body. (Diakses pada 4 Juli 2022).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi