Terbit: 11 Mei 2022 | Diperbarui: 31 Mei 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Minuman isotonik adalah minuman berenergi yang terbuat dari air, gula (karbohidrat), asam sitrat, mineral, dan elektrolit. Minuman ini biasa dikonsumsi oleh atlet atau seseorang yang ingin menambah energi dengan instan. Apa saja manfaat lainnya bagi tubuh? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Minuman Isotonik, Cairan yang Membantu Meningkatkan Kinerja Olahraga

Apa itu Minuman Isotonik?

Minuman isotonik adalah salah satu produk minuman ringan yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Minuman yang juga dikenal dengan sport drink ini berfungsi untuk mempertahankan cairan dan garam tubuh, serta memberikan energi karbohidrat saat melakukan aktivitas.

Isotonik adalah istilah yang sering kali digunakan untuk larutan minuman yang memiliki nilai osmotik yang sama dengan darah. Sederhananya, itu berarti bahwa jumlah partikel terlarut per liter di dalam minuman ini kira-kira sama dengan plasma darah.

Dengan begitu, minuman isotonik dapat diserap ke dalam darah sangat cepat. Hal ini berguna untuk menghidrasi tubuh setelah aktivitas fisik lebih dari satu jam atau sekadar memenuhi kekurangan cairan tubuh.

Kandungan Minuman Isotonik

Air adalah bahan utama dalam sport drink, tetapi minuman ini juga mengandung zat lain yang bagus untuk meningkatkan kinerja olahraga, baik sebelum maupun sesudah.

Nah, berikut ini kandungan dalam minuman isotonik:

  • Air adalah bahan utama minuman isotonik.
  • Karbohidrat untuk memastikan asupan energi dan memungkinkan upaya fisik terus-menerus. Jumlah karbohidrat dalam minuman antara 60 sampai 80 gram/liter.
  • Natrium untuk memulihkan garam yang hilang dalam keringat. Selain itu, natrium memicu sensasi haus dan memudahkan penyerapan air dan karbohidrat.
  • Vitamin kelompok B untuk memfasilitasi transformasi menjadi energi dan membantu mengatasi kelelahan.
  • Kalium berguna dalam cuaca panas atau hangat.
  • Magnesium untuk membantu mengurangi rasa lelah.
  • Antioksidan untuk membantu tubuh mengatasi paparan limbah beracun tertentu yang dihasilkan oleh aktivitas sel.

Meski jarang terjadi, beberapa minuman isotonik ada yang mengandung protein.

Baca Juga: Minuman Berenergi: Efek Samping, Kandungan, Manfaat

Manfaat Minuman Isotonik

Komponen utama dari sport drink seperti air, karbohidrat, dan elektrolit, yang masing-masing memiliki peran penting untuk menunjang aktivitas fisik.

Air dan elektrolit hilang melalui keringat—dan penting untuk menggantinya—terutama selama olahraga dalam jangka waktu yang lama

Tubuh akan menyimpan karbohidrat di otot dan hati bernama glikogen, yang digunakan untuk energi saat berolahraga.

Mengonsumsi karbohidrat sebelum atau selama berolahraga mampu membantu memperlambat seberapa cepat tubuh kehabisan simpanan karbohidratnya sendiri.

Banyak penelitian telah meneliti efek minuman olahraga terhadap kinerja olahraga, dan banyak dari penelitian ini telah dilakukan pada atlet.

Berikut ini beberapa manfaat minuman isotonik:

1. Mengganti elektrolit

Manfaat utama dari minuman isotonik adalah mengganti elektrolit yang hilang dalam tubuh. Saat berkeringat, tubuh cenderung kehilangan elektrolit seperti natrium, kalium, fosfat, kalsium, magnesium, dan klorin.

Berkeringat lebih banyak selama latihan, kadar elektrolit kemungkinan besar akan berkurang dan menjadi terlalu rendah, yang berpotensi menyebabkan kram otot, pusing, dan kebingungan.

Mengganti cairan tubuh yang hilang hanya dengan air biasa sering kali tidak membantu, oleh karena itu mengonsumsi minuman dengan kandungan elektrolit adalah pilihan terbaik.

2. Mengganti cairan yang hilang

Manfaat minuman isotonik yang juga tak kalah penting adalah membantu mengganti cairan tubuh yang hilang, ini sangat penting bagi atlet ketahanan.

Tergantung pada intensitas latihan dan seberapa banyak berkeringat, Anda mungkin perlu lebih dari satu botol minuman ini. Sebagai contoh, selama latihan renang normal yang berlangsung selama sekitar dua jam yang intens, Anda dapat menyediakan 2 botol sport drink.

3. Meningkatkan kadar gula

Bergantung pada jenis olahraga, intensitas, dan kebutuhan nutrisi tubuh, Anda mungkin membutuhkan tambahan gula yang baik untuk membantu menyelesaikan latihan yang intens.

Perlu diketahui, minuman ini mengandung gula 4 sampai 6 kali lebih tinggi jumlah harian yang direkomendasikan untuk anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, jika Anda mengonsumsinya, langkah selanjutnya adalah membatasi asupan gula harian dengan ketat.

Baca Juga: Sering Ngantuk? Ini 10 Rekomendasi Minuman yang Bikin Melek

Bahaya Minuman Isotonik

Minuman ini dibuat untuk atlet profesional dan seseorang yang melakukan aktivitas yang panjang serta penuh semangat.

Biasanya, atlet dan orang-orang yang terlibat dalam aktivitas berat dan lama dapat memproses gula tambahan sebagai energi, terutama selama rutinitas normal. Gula ekstra mungkin menyebabkan komplikasi kesehatan pada orang yang jarang berolahraga.

Sebuah studi menyimpulkan bahwa peningkatan konsumsi minuman manis pada anak-anak, termasuk minuman isotonik, dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan di masa dewasa. Minuman ini juga menghubungkannya dengan kondisi kronis, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Bagi kebanyakan orang—termasuk anak-anak dan remaja—tambahan gula, natrium, dan kalori yang ditemukan dalam minuman manis tidak diperlukan.

Selain kalori, orang harus mempertimbangkan beberapa faktor lain. Versi rendah kalori dari sport drink mengandung pemanis buatan yang menurut beberapa penelitian bisa menyebabkan masalah berat badan yang berkelanjutan.

Satu penelitian di tahun 2010 menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan berat badan bila dikonsumsi secara teratur.

Pertimbangan terakhir terutama untuk seseorang yang alergi dan sensitif adalah kandungan pewarna di dalamnya. Sebuah penelitian mengungkapkan, pewarna buatan dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti hiperaktif dan kanker.

  1. Anonim. What Is The Use of Isotonic Drinks?. https://www.aptonia.co.uk/what-is-the-use-of-isotonic-drinks. (Diakses pada 11 Mei 2022)
  2. Fletcher, Jenna. 2018. Is Gatorade good or bad for you?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323211#risks-of-drinking-too-much-gatorade. (Diakses pada 11 Mei 2022)
  3. Mescolote, João. 2019. The Benefits of Sports Drinks. https://www.drinkhydraguard.com/post/benefits-of-sports-drinks. (Diakses pada 11 Mei 2022)
  4. Tinsley, Grant. 2018. Should You Drink Sports Drinks Instead of Water?. https://www.healthline.com/nutrition/sports-drinks. (Diakses pada 11 Mei 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi