Terbit: 17 December 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Pare atau karela (bahasa India) adalah buah dengan rasa yang sangat pahit. Meski demikian, pare yang diolah menjadi jus mendatangkan sejumlah kebaikan bagi tubuh. Simak sejumlah manfaat jus pare untuk kesehatan di bawah ini.

Meski Punya Rasa Pahit, Ini 6 Manfaat Jus Pare untuk Kesehatan

Berbagai Manfaat Jus Pare bagi Kesehatan Tubuh

Jus pare mengandung sejumlah nutrisi penting, seperti kalori, serat, karbohidrat, protein, vitamin C, folat, zinc, potasium, zat besi, dan vitamin A.

Oleh karena itu, mengonsumsi jus yang satu ini dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Berikut ini adalah sejumlah manfaat jus pare untuk kesehatan yang sayang untuk dilewatkan, di antaranya:

1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Buah yang satu ini mengandung tiga bahan aktif, yakni charanti, polipeptida-p, dan vicine. Charanti terbukti dapat menurunkan gula darah, polipeptida-p merupakan senyawa mirip insulin, lektin mampu mengurangi kadar gula darah, dan vicine bersifat antidiabetes.

Zat-zat tersebut bekerja dengan membantu mengurangi kadar gula di dalam darah penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2.

Manfaat jus pare untuk diabetes sudah dibuktikan oleh penelitian selama tiga bulan. Penelitian tersebut melibatkan sebanyak 24 partisipan dewasa penyandang diabates. Hasilnya, konsumsi 2.000 mg pare setiap hari dapat mengurangi gula darah dan hemoglobin A1c.

Penelitian lainnya mengungkapkan jika konsumsi sebanyak 2.000 mg pare per hari dalam 4 minggu terbukti dapat menurunkan kadar gula darah pada 40 orang dengan diabetes.

Namun, sebuah laporan dalam Cochrane Database of Systematic Review menyebutkan bahwa masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan manfaat pare untuk diabetes tipe 2.

2.  Menurunkan Berat Badan

Bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan, konsumsi pare bisa menjadi salah satu cara yang patut dipertimbangkan. Sebab, buah yang satu ini mengandung rendah kalori tetapi tinggi serat.

Pada satu cangkir pare (94 gram), terkandung sekitar 2 gram serat. Serat akan mengurangi rasa lapar dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Sebuah studi yang melibatkan 42 peserta menemukan bahwa konsumsi sebanyak 4.8 gram ekstrak pare setiap harinya mampu mengurangi lemak perut secara signifikan.

Menurut studi tersebut, setelah tujuh minggu, ukuran lingkar pinggang partisipan berkurang rata-rata sebesar 1.3 sentimeter.

Baca Juga10 Manfaat Angkak, Tingkatkan Trombosit hingga Kepadatan Tulang

3. Menurunkan Kadar Kolesterol

Manfaat jus pare untuk kesehatan selanjutnya adalah menurunkan kadar low density protein (LDL) alias kolesterol jahat.

Penting diketahui, tingginya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh merupakan salah satu faktor penyebab penyakit jantung. Oleh karena itu, agar risiko terkena penyakit kardiovaskular berkurang, perhatikanlah kadar kolesterol tubuh.

Nah, jus pare diketahui baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan telah menunjukan khasiat jus pare yang satu ini.

Salah satu penelitian pada tikus menemukan bahwa ekstrak pare dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida.

Meski manfaat jus pare untuk menurunkan kadar kolesterol cukup menjanjikan, penelitian terhadap manusia masih perlu dilakukan.

4. Menurunkan Risiko Kanker

Manfaat jus pare untuk mengurangi risiko kanker telah terbukti oleh sejumlah penelitian. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan menggunakan tabung reaksi.

Menurut penelitian tersebut, ditemukan fakta bahwa ekstrak pare efektif membunuh sel kanker lambung, paru-paru, nasofaring, dan usus besar.

Hanya saja, penelitian yang dilakukan masih terbatas. Pasalnya, para peneliti hanya menggunakan ekstrak pare dalam jumlah tertentu pada sel individu di laboratorium.

Oleh karena itu, terkait khasiat jus pare yang satu ini, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Jus pare mengandung vitamin C dan vitamin A dalam jumlah tinggi. Kandungan ini bertindak sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mempercepat pemulihan luka.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan terhadap tikus, ekstrak pare mampu menyembuhkan luka secara efektif dan cepat. Efek ini bahkan bisa terlihat pada hewan pengerat yang mengidap diabetes.

Tak hanya itu, manfaat jus pare mentah dianggap dapat mengobati berbagai masalah kulit. Menurut penelitian, khasiat jus pare untuk kulit, yaitu mengatasi gejala eksim, bisul, dan psoriasis.

Baca Juga10 Manfaat Daun Jarak bagi Kesehatan dan Efek Sampingnya

6. Mengurangi Peradangan

Pare mengandung polifenol, senyawa alami dalam tumbuhan. Polifenol dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi peradangan atau inflamasi di dalam tubuh.

Inflamasi adalah respons tubuh terhadap infeksi atau penyakit dari luar yang masuk ke dalam tubuh. Namun pada beberapa kondisi, sistem kekebalan tubuh malah melawan sel-sel tubuh secara tidak sengaja.

Kondisi tersebut memicu peradangan yang berbahaya, seperti rheumatoid arthritis, psoriasis, dan Crohn’s disease.

Nah, itulah sederet manfaat jus pare untuk kesehatan. Bila ingin menambahkannya ke dalam menu harian, tetap waspadai efek samping yang bisa muncul, seperti diare, muntah, dan masalah pencernaan lainnya.

Wanita yang sedang hamil sebaiknya menghindari konsumsi jus pare. Pasalnya, efeknya untuk kesehatan dalam jangka panjang belum dipelajari dengan baik.

Tak hanya itu, bila Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter terkait keamanannya.

 

  1. Anonim. 2018. What is An Inflammation? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279298/. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  2. Anonim. Weight Loss and Diabetes. https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/whats-your-healthy-weight/lose-weight. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  3. Anonim. 2022. Bitter Gourd: Health Benefits, Nutrition, and Uses. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-bitter-gourd. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  4. Jia, S., dkk. 2017. Recent Advances in Momordica charantia: Functional Components and Biological Activities. https://www.mdpi.com/1422-0067/18/12/2555/htm. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  5. Link, Rachael. 2019. 6 Benefits of Bitter Melon (Bitter Gourd) and Its Extract. https://www.healthline.com/nutrition/bitter-melon. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  6. Naz, Rabia, dkk. 2016. Dietary Supplementation of Bitter Gourd Reduces the Risk of Hypercholesterolemia in Cholesterol Fed Sprague Dawley Rats. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27731813/. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  7. Silver, Natalie. 2021. Bitter Melon and Diabetes. https://www.healthline.com/health/diabetes/bitter-melon-and-diabetes. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  8. Tsai, chung-Huang, dkk. 2012. Wild Bitter Gourd Improves Metabolic Syndrome: A Preliminary Dietary Supplementation Trial. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3311063/. (Diakses pada 16 Desember 2022).
  9. Wartenberg, Lisa. 2019. Karela Juice: Nutrition, Benefits, and How to Make It. https://www.healthline.com/nutrition/karela-juice. (Diakses pada 16 Desember 2022).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi