Terbit: 28 June 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Tidak hanya terasa lezat, ikan cakalang ternyata memberikan banyak manfaat yang bagus untuk kesehatan berkat kandungan nutrisinya. Maka tak heran ikan ini sangat digemari. Lantas, apa saja manfaatnya? Yuk, intip daftar manfaatnya di bawah ini!

10 Manfaat Ikan Cakalang untuk Kesehatan

Kandungan Nutrisi Ikan Cakalang

Ikan cakalang atau skipjack adalah salah satu jenis ikan tuna yang paling banyak dikonsumsi. Tidak hanya rasanya yang enak, ikan ini memiliki beragam manfaat bagi kesehatan karena kandungan nutrisi di dalamnya.

Berikut ini kandungan nutrisi dalam 100 gram ikan cakalang segar:

  • Energi: 103 Kkal.
  • Protein: 22 gram (g).
  • Jumlah lemak: 1,01 g.
  • Kolesterol: 47 miligram (mg).
  • Folat total: 9 mikrogram (mcg).
  • Niasin: 15,4 mg.
  • Piridoksin: 0,85 mg.
  • Riboflavin: 0,1 mg.
  • Tiamin: 0,033 mg.
  • Vitamin A: 52 International Units (IU).
  • Vitamin C: 1 mg.
  • Vitamin B1: 0.53 mg.
  • Vitamin B2: 0.07 mg.
  • Vitamin B12: 2,2 µg.
  • Natrium: 37 mg.
  • Kalium: 407 mg.
  • Kalsium: 29 mg.
  • Besi: 1,25 mg.
  • Magnesium: 34 mg.
  • Fosfor: 222 mg.
  • Selenium: 36,5 mg.
  • Seng (zinc): 0,82 mg.

Manfaat Ikan Cakalang untuk Kesehatan

Berkat kandungan nutrisinya yang begitu melimpah, ikan cakalang memberikan banyak manfaat yang bagus untuk kesehatan, terutama apabila dikonsumsi secara rutin.

Berikut ini daftar manfaat ikan cakalang bagi kesehatan, di antaranya:

1. Sumber asam lemak tak jenuh ganda

Daging tanpa lemaknya adalah sumber asam lemak tak jenuh ganda atau Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) yang baik. Studi menunjukkan bahwa diet kaya ikan yang tinggi asam lemak omega-3, seperti tuna cakalang kaleng, dapat menghambat atau mencegah penurunan kognitif, demensia, depresi, gangguan neuropsikiatri, asma, dan gangguan inflamasi.

2. Rendah merkuri

Ikan cakalang hanya mengandung 0,144 ppm merkuri dalam dagingnya. U.S. Food and Drug Administration mengategorikan cakalang sebagai ‘pilihan terbaik’ mengingat kadar merkuri dalam dagingnya. Rekomendasinya adalah konsumsi 2-3 porsi (227-340 gram) per minggu untuk cakalang.

3. Membantu perkembangan sistem saraf

Ikan cakalang adalah sumber asam lemak omega-3 eicosapentaenoicacid (EPA), docosapantaenoicacid (DPA), dan asam lemak docosahexaenoic (DHA). Satu penelitian menunjukkan bahwa asam lemak ini, terutama DHA, berperan penting dalam perkembangan sistem saraf, terutama pada bayi dan anak-anak.

4. Membantu menurunkan tekanan darah

Manfaat ikan cakalang ternyata dapat membantu menurunkan tekanan darah. Menurut sebuah studi, asam lemak berperan penting dalam menurunkan tekanan darah dan detak jantung, serta membantu meningkatkan fungsi kardiovaskular.

5. Menyehatkan kulit

Ikan cakalang mengandung sedikit vitamin A (52 IU/100 gram) dalam dagingnya. Meskipun demikian, hatinya memiliki asam lemak esensial omega-3 dalam jumlah tinggi seperti ALA, DHA, dan DPA yang membantu menjaga kesehatan mukosa dan kulit.

Baca Juga: 10 Jenis Ikan Laut dan Manfaatnya untuk Kesehatan

6. Menyehatkan jantung

Asam lemak berperan penting dalam menurunkan tekanan darah dan detak jantung dan membantu meningkatkan fungsi kardiovaskular. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 menurunkan risiko aritmia (detak jantung abnormal) yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

7. Mencegah anemia

Ikan cakalang mengandung folat, zat besi, dan B12. Kekurangan salah satu dari mikronutrien ini bisa menyebabkan berbagai jenis anemia (kekurangan darah).

Gejala anemia ditandai dengan kelemahan otot, gangguan penglihatan, kelelahan ekstrem, bersama dengan beberapa komplikasi yang lebih serius, seperti infertilitas. Dengan begitu, manfaat ikan cakalang membantu memberikan dasar nutrisi yang baik untuk pencegahan anemia.

8. Memperkuat tulang

Ikan cakalang mengandung vitamin B yang merupakan komponen utama dalam memperkuat tulang. Vitamin ini membuat tulang lebih kuat dan melindunginya dari cedera seperti patah tulang. Cobalah untuk menambahkan ikan ini dalam menu harian Anda.

9. Mencegah risiko kanker

Antioksidan dari daging ikan cakalang dapat melawan sel kanker. Penelitian telah menunjukkan bahwa makan ikan ini secara teratur dapat membantu menghilangkan risiko kanker payudara dan ginjal.

Ikan cakalang berpotensi memiliki sifat antioksidan karena selenium dan nutrisi lainnya, sehingga efektif mencegah beberapa jenis kanker. Menurut American Association for Cancer Research, konsumsi ikan—terutama jenis ikan berlemak—dapat menurunkan risiko untuk kanker kolorektal.

10. Membantu mengurangi peradangan

Manfaat ikan cakalang yang terakhir adalah dapat menjaga tingkat stres tubuh secara keseluruhan dengan mengurangi peradangan, berkat vitamin dan mineral yang berpotensi sebagai antiinflamasi.

Berkurangnya peradangan di seluruh tubuh memastikan peningkatan fungsi semua organ. Pada akhirnya, hal ini juga membantu mencegah penyakit radang seperti radang sendi dan asam urat.

Itulah berbagai manfaat ikan cakalang dan kandungan nutrisinya yang bagus untuk kesehatan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. What is skipjack fish and the benefits of consuming it?. https://www.goinformasi.com/2021/09/what-is-skipjack-fish-and-benefits-of.html. (Diakses pada 28 Juni 2022)
  2. Anonim. Skipjack Tuna. https://www.animalspot.net/skipjack-tuna.html. (Diakses pada 28 Juni 2022)
  3. Anonim. Skipjack tuna Nutrition facts. https://www.nutrition-and-you.com/skipjack-tuna.html. (Diakses pada 28 Juni 2022)
  4. Agarwal, Smriti. 2018. 8 Incredible Benefits Of Tuna: Heart Health, Weight Loss And More. https://food.ndtv.com/food-drinks/8-incredible-benefits-of-tuna-heart-health-weight-loss-and-more-1662263. (Diakses pada 28 Juni 2022)
  5. Frey, Malia. 2020. Tuna Nutrition Facts and Health Benefits. https://www.verywellfit.com/tuna-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4114019. (Diakses pada 28 Juni 2022)
  6. Staughton, John. 2021. 13 Amazing Benefits Of Tuna Fish. https://www.organicfacts.net/health-benefits/animal-product/tuna-fish.html. (Diakses pada 28 Juni 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi