Terbit: 22 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Buckwheat juga dikenal dengan nama gandum kuda memiliki kandungan nutrisinya tidak main-main. Cek manfaat buckwheat untuk kesehatan dan kecantikan berikut ini!

7 Manfaat Buckwheat untuk Kesehatan dan Kecantikan

Apa Itu Buckwheat?

Buckwheat (Fagopyrum esculentum) adalah bahan baku untuk pembuatan soba, mie khas Jepang. Tanaman ini terkenal di Asia dan Eropa timur, bahkan masih menjadi bahan utama banyak makanan di Eropa.

Sejak 8.000 tahun yang lalu buckwheat menjadi salah satu pilihan makanan pokok utama masyarakat kedua wilayah Eropa. Popularitasnya kemudian menurun di awal abad 20 saat produksi gandum dan jagung meningkat.

Makanan non-gluten ini dapat menjadi pilihan sehat untuk penderita diabetes, penyakit kardiovaskular, serta anak berkebutuhan khusus.

Kandungan Nutrisi Buckwheat

Buckwheat mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh. Sebut saja protein, serat pangan, karbohidrat kompleks, dan yang terpenting non-gluten.

Berikut adalah nutrisi lengkap dalam satu cangkir buckwheat:

  • 68 g protein
  • 04 g lemak baik
  • 5 g karbohidrat kompleks
  • 5 g serat pangan
  • 148 milligram potasium
  • 118 mg fosfor
  • 86 mg magnesium
  • 12 mg kalsium
  • 34 mg zat besi

Buckwheat juga mengandung vitamin, termasuk:

Manfaat Buckwheat bagi Kesehatan dan Kecantikan

Sebagai jenis makanan pokok yang kaya akan zat penting bagi tubuh, manfaat buckwheat sangat banyak untuk kesehatan. Berikut ini di antaranya:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Buckwheat sangat kaya serat dan niasin. Gandum ini juga menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan American Heart Association bagi penderita masalah jantung.

Dilansir dari sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, menemukan kaitan antara serat pangan yang tinggi dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Buckwheat adalah sumber serat yang tinggi. Serat pangan sangat baik dalam menurunkan kolesterol dalam darah sehingga berefek positif bagi kesehatan jantung, mencegah stroke, dan menormalkan tekanan darah.

2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Buckwheat yang kaya serat juga sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Dipercaya dapat memperlancar pembuangan zat sisa serta mempermudah tubuh menyerap zat gizi yang diperlukan.

Gandum ini juga mengandung 1,58 mg niasin atau vitamin B3. Nutrisi penting dalam mengolah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang dapat digunakan oleh sel-sel tubuh.

3. Mencegah Diabetes

Sebagai jenis gandum utuh, buckwheat merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dapat mengontrol kadar gula di dalam darah.

Tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mengubah karbohidrat kompleks ini menjadi karbohidrat sederhana. Proses ini akan menjaga kadar gula di dalam darah tetap stabil.

Gandum kuda juga non-gluten, sehingga baik bagi mereka yang mengidap diabetes, anak berkebutuhan khusus atau mereka yang alergi gluten. Gandum kuda juga merupakan sumber energi, serat dan mineral yang sempurna bagi tubuh.

Baca Juga: Diet Gluten Free: Aturan, Manfaat, Efek Samping, dll

4. Baik untuk Diet

Buckwheat adalah makanan yang bagus untuk diet dan menjaga kestabilan berat badan. Kandungan serat yang tinggi akan membuat kenyang lebih lama sehingga orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan selera untuk mengasup lebih banyak kalori lagi.

Serat tinggi juga memperbaiki metabolisme tubuh dan memperlancar sistem pembuangan. Dua hal yang sangat dibutuhkan dalam proses menurunkan berat badan.

Protein tinggi di dalam buckwheat juga sangat penting untuk membentuk otot tubuh, apalagi bila diiringi dengan olahraga yang teratur.

Walau masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang buckwheat sebagai makanan diet, tidak dipungkiri bahwa makanan ini jauh lebih baik daripada sumber karbohidrat yang mengandung gluten dan glukosa tinggi.

5. Potensi Mencegah Kanker

Kandungan antioksidan di buckwheat adalah penangkal iradiator sinar X. Buckwheat juga mengandung lignan. Perpaduan antara antioksidan dan lignan yang juga disebut enterolakton sangat penting dalam penerimaan estrogen. Juga melindungi tubuh terhadap kanker yang berkaitan dengan masalah hormon.

6. Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Kandungan fosfor, magnesium, besi, tembaga, zinc, mangan, dan juga flavonoid yang tinggi pada buckwheat sangat efektif untuk meningkatkan hemoglobin. Sehingga makanan ini sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang mengalami anemia atau sedang melawan DBD.

Baca Juga: 7 Manfaat Rice Bran Oil untuk Kesehatan dan Kecantikan

7. Menjaga Kecantikan Kulit dan Rambut

Buckwheat mengandung karbohidrat kompleks dan zinc. Buckwheat juga mengandung vitamin A dan vitamin B-kompleks yang sangat penting untuk pertumbuhan rambut.

Flavonoid dan antioksidan di dalamnya berfungsi sebagai anti-aging dan menjaga kekenyalan kulit. Itulah sebabnya buckwheat juga lazim dipakai sebagai campuran dalam produk make up maupun perawatan kulit.

Minyak buckwheat dapat digunakan sebagai cleansing oil yang berfungsi membersihkan kulit wajah dari kotoran dan sisa riasan sekaligus melembabkannya.

Buckwheat oil dapat digunakan sebagai masker rambut dengan atau tanpa dicampur bahan lain. Menggunakan minyak ini sebagai campuran bahan lulur dapat membantu menjadikan kulit lebih lembap dan lembut sepanjang hari.

Adakah Efek Samping Buckwheat?

Secara umum tidak ada efek samping mengonsumsi buckwheat bagi sebagian besar orang. Namun bisa saja seseorang alergi terhadap buckwheat, yang biasanya menyebabkan gatal-gatal dan kesulitan menelan—walau hal ini sangat jarang.

Buckwheat juga merupakan pilihan yang baik sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan aneka roti dan cemilan. Buckwheat dapat dikonsumsi langsung sebagai pengganti nasi, campuran salad, atau cemilan. Caranya adalah dengan merebus hingga matang dan meniriskannya sebelum dimakan.

Demikian penjelasan mengenai buckwheat, termasuk nutrisi, manfaat serta cara mengkonsumsinya. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Arnarson, Atli. 2019. Buckwheat 101: Nutrition Facts and Health Benefits. https://www.healthline.com/nutrition/foods/buckwheat. (Diakses pada 17 Desember 2021).
  2. Barrington, Kate. 2017. The Health Benefits Of Buckwheat. https://www.naturespath.com/en-us/blog/health-benefits-of-buckwheat/. (Diakses pada 17 Desember 2021).
  3. Kandola, Aaron. 2019. What are the health benefits of buckwheat? https://www.medicalnewstoday.com/articles/325042. (Diakses pada 17 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi