Terbit: 17 September 2019 | Diperbarui: 27 May 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Ada beberapa jenis makanan yang selama ini dianggap sebagai makanan sehat yang ternyata bisa memberikan dampak kesehatan lebih berbahaya dari mengisap rokok. Masalahnya adalah adanya label makanan sehat ini membuat kita lebih sering mengonsumsinya. Apa sajakah makanan-makanan tersebut?

5 Makanan Ini Ternyata Lebih Berbahaya dari Rokok

Makanan yang Ternyata Lebih Berbahaya dari Rokok

Pakar kesehatan menyebut ada baiknya kita lebih cermat dalam mengonsumsi makanan yang sudah terlanjur dianggap sebagai makanan sehat ini.

Berikut adalah makanan tersebut.

  1. Jus buah

Jika kita berbicara tentang jus buah, maka hal pertama yang akan terpikir adalah minuman segar yang kaya akan kandungan nutrisi buah-buahan. Sebenarnya hal ini memang benar, namun kita baru bisa mendapatkannya jika yang dijadikan jus ini adalah jus buah segar.

Dalam realitanya, jus buah kemasan yang dijual di pasaran tidak dibuat dari buah segar. Kandungan buah segarnya sangatlah minim atau bahkan tidak ada sama sekali. Justru, kita akan mengonsumsi gula dalam jumlah yang sangat banyak.

Bahkan, jus buah yang kita beli di penjual terkadang juga diberi tambahan gula atau susu kental manis. Meskipun hal ini membuat rasa jus buah menjadi lebih nikmat, hal ini akan membuatnya menjadi berbahaya bagi kesehatan.

Kandungan serat di dalam jus buah cenderung sudah hancur akibat pemrosesan menjadi jus tersebut. Jika kita sering mengonsumsinya, dikhawatirkan akan membuat asupan kalori berlebihan dan akhirnya memicu obesitas atau diabetes.

  1. Sushi

Sushi adalah makanan khas Jepang yang memiliki rasa yang sangat nikmat. Asalkan diolah dengan tepat, makanan ini sebenarnya sangat baik bagi kesehatan. Hanya saja, terkadang sushi memiliki bahan-bahan yang kurang baik bagi kesehatan. Sebagai contoh, terdapat kandungan mayones, saus, krim keju, hingga kecap yang tinggi kalori atau sodium.

Mengonsumsinya terlalu sering bisa saja meningkatkan tekanan darah dan berat badan dengan signifikan. Karena alasan inilah sebaiknya kita memilih sushi yang tidak menggunakan topping-topping yang kurang sehat tersebut.

  1. Sereal

Banyak orang yang berpikir jika sereal termasuk dalam sarapan yang sehat dan bisa mendukung program diet, namun jika kita cermati, sereal sebenarnya termasuk dalam makanan yang tinggi kandungan kalori dan gula .

Meskipun terbuat dari biji-bijian, proses pengolahannya menjadi sereal membuat kandungan serat dan nutrisinya rusak. Selain itu, demi membuat sereal memiliki rasa yang enak, sereal juga diberi tambahan gula yang cukup tinggi. Jika kita terlalu sering mengonsumsinya, dikhawatirkan akan menyebabkan kenaikan risiko terkena diabetes, obesitas, dan masalah kardiovaskular.

Pakar kesehatan menyarankan kita mengganti sereal dengan oatmeal atau gandum utuh yang jauh lebih sehat.

  1. Roti Putih

Banyak orang yang berpikir roti putih yang sering kita jadikan camilan atau dijadikan roti untuk sarapan sebagai makanan yang lebih sehat, khususnya jika dibandingkan dengan biskuit atau keripik. Masalahnya adalah roti putih ternyata rendah nutrisi, khususnya serat. Mengonsumsinya akan bisa meningkatkan berat badan, tekanan darah, diabetes, kolesterol, dan masalah kardiovaskular lainnya.

Alih-alih roti putih, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi roti gandum yang lebih sehat.

  1. Granola Batangan

Granola batangan sering dianggap sebagai camilan yang sehat. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut granola batangan tinggi kandungan gula. Di dalam satu porsinya, kita bisa mendapatkan sekitar 15 hingga 30 gram gula. Padahal, batasan asupan gula harian kita hanyalah 50 gram saja setiap hari.

Melihat fakta ini, pastikan untuk lebih cermat dalam memilih granola batangan sebagai camilan. Pilihlah yang memiliki kandungan gula lebih rendah dan memiliki serat lebih banyak.

 

Sumber:

  1. 2019. 8 Foods That Are Worse Than Cigarettes. brightside.me/creativity-cooking/9-foods-that-are-worse-than-cigarettes-794179/. (Diakses pada 17 September 2019).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi