Terbit: 20 January 2018 | Diperbarui: 30 May 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Dua bagian daging ayam yang paling digemari banyak orang adalah dada dan paha. Tak hanya memiliki daging cukup tebal, keduanya juga memiliki rasa yang enak setelah diolah. Sebenarnya, manakah yang lebih banyak gizinya dari kedua bagian ayam tersebut?

Lebih Baik Pilih Dada atau Paha Ayam?

Perbandingan protein keduanya
Di dalam sepotong paha ayam panggang seberat 85 gram, kita bisa mendapatkan 21 gram protein. Sementara itu, di dalam sepotong dada ayam dengan berat yang sama, jumlah proteinnya mencapai 25 gram. Angka ini hampir separuh dari kebutuhan protein harian manusia dimana pria dewasa disarankan untuk mengkonsumsi 56 gram dan wanita dewasa diminta untuk mengkoonsumsi 46 gram. Kadar protein ini bisa mendukung sistem kekebalan tubuh, proses perbaikan sel, dan pembentukan massa otot.

Perbandingan lemak keduanya
Dada ayam dengan berat 85 gram memiliki 7 gram lemak total dan 2 gram lemak jenuh. Sementara itu, paha ayam dengan berat yang sama memiliki 13 gram lemak total dan 3,5 gram lemak jenuh. Untuk menurunkan asupan lemak ini, kita tinggal menyingkirkan kulitnya.

Perbandingan kalori keduanya
Di dalam 85 gram dada ayam terdapat 170 kalori, lebih rendah dari 210 kalori dalam paha ayam dengan berat yang sama.

Perbandingan kolesterol keduanya
Di dalam 85 gram dada ayam terdapat 70 miligram kolesterol, lebih rendah dari 80 miligram kolesterol dalam paha ayam dengan berat yang sama. Jumlah ini sekitar seperempat dari kebutuhan kolesterol harian yang disarankan.

Perbandingan natrium keduanya
Kandungan natrium paha dan dada ayam cenderung setara, yakni 70 miligram pada paha ayam dan 60 miligram pada dada ayam dengan berat 85 gram.

Melihat adanya fakta ini, keduanya cenderung memiliki nilai gizi yang setara, meskipun memang kalori, lemak, dan kolesterol dalam paha ayam lebih tinggi sehingga jika mengkonsumsinya dengan berlebihan bisa memicu masalah kesehatan. Pastikan untuk mengolahnya dengan tepat dan memasaknya hingga benar-benar matang agar aman untuk dikonsumsi.


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi