Terbit: 13 October 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Meskipun nikmat, ngemil sering kali dianggap sebagai salah satu penyebab tubuh Anda menjadi gemuk. Namun, apakah benar ngemil membuat tubuh menjadi gemuk? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Apakah Sering Ngemil Bisa Bikin Tubuh Gemuk?

Apakah Ngemil Bisa Bikin Gemuk?

Ngemil didefinisikan sebagai konsumsi makanan di antara waktu makan utama; seperti sarapan, makan siang, dan makan malam.

Pada umumnya, alasan seseorang mengonsumsi camilan adalah saat perut mulai keroncongan beberapa jam setelah makan atau mungkin karena ingin menikmati cita rasa camilan.

Terdapat anggapan bahwa sering ngemil bikin gemuk, hal itulah yang membuat seseorang yang sedang menjaga berat badan menghindari aktivitas tersebut.

Sering ngemil camilan yang sedikit nutrisi tetapi tinggi lemak jenuh, gula, dan natrium, kemungkinan besar membuat Anda gemuk. Kenaikan berat badan terjadi apabila frekuensi atau porsi camilan terlalu banyak, hal ini membuat kalori yang dibutuhkan tubuh berlebih.

Sebaliknya, jika Anda sering konsumsi camilan sehat yang kaya akan protein dan berserat tinggi dalam porsi yang tidak berlebihan, hal tersebut justru dapat membantu menurunkan berat badan.

Namun, ngemil camilan sehat secara teratur dalam porsi besar kemungkinan dapat melebihi kebutuhan energi harian tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan penambahan berat badan.

Pada akhirnya, apakah ngemil bikin gemuk? Jawabannya adalah tergantung jenis , tujuan, frekuensi, hingga perilaku ngemil seseorang.

Ngemil yang Bikin Gemuk

Camilan tertentu yang cenderung bikin gemuk termasuk makanan olahan yang tinggi kalori, lemak, tambahan gula, dan garam. Namun, makanan ini masih bisa masuk ke dalam diet yang lengkap jika ngemil tidak terlalu banyak.

Berikut adalah berbagai camilan untuk ngemil yang bikin gemuk, di antaranya:

1. Kue Kering dan Donat

Kue kering dan donat biasanya mengandung banyak gula, tepung halus, lemak, serta tinggi kalori. Misalnya, 1 keping kue kering cokelat besar dapat mengandung lebih dari 220 kalori, sementara satu donat berlapis topping lebih dari 300 kalori.

2. Kentang Goreng dan Keripik Kentang

Kentang goreng adalah camilan populer yang juga bisa bikin gemuk. Satu porsi atau setara 117 gram biasanya mengandung sekitar 378 kalori, membuatnya menjadi camilan berkalori tinggi. Demikian pula, keripik kentang yang tinggi lemak, karbohidrat olahan, dan garam.

3. Buah Kalengan

Meskipun buah-buahan adalah makanan sehat, tetapi jika melalui proses dan pengemasan kaleng akan menjadi kurang sehat. Secangkir buah kalengan biasanya diawetkan dalam sirup jagung dan tambahan gula yang akan bikin Anda gemuk.

4. Cokelat Batangan

Ngemil cokelat hitam sebenarnya dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan penurunan berat badan. Namun, ngemil cokelat batangan hanya akan membuat membuat Anda gemuk, karena cokelat batangan biasanya sangat tinggi kalori dan gula.

5. Es Krim

Pada umumnya es krim mengandung gula dan lemak yang tinggi. Selain dijadikan sebagai sebagai camilan yang menyegarkan, es krim sering kali dinikmati sebagai makanan penutup sehingga menambah kalori berlebih bagi tubuh.

Baca Juga: 8 Cemilan yang Bikin Gemuk dan Tips ‘Ngemil’ Sehat

Tips Ngemil yang Tidak Bikin Gemuk

Jika Anda ingin ngemil di antara waktu makan, sebaiknya pilih makanan utuh yang tidak diproses. Camilan sehat secara alami kaya akan serat, lemak tak jenuh, dan karbohidrat kompleks—yang semuanya memberikan energi dan membuat kenyang lebih lama.

Berikut ini adalah camilan sehat yang bisa Anda jadikan pilihan, di antaranya:

1. Buah dan Sayuran

Keduanya bisa menjadi pilihan camilan yang sehat karena secara alami kaya akan serat, vitamin, dan gula yang lambat dicerna. Ngemil buah dan sayuran di antara waktu makan bisa membuat Anda tetap berenergi tanpa merasa kenyang dan lesu.

2. Kacang-kacangan

Berbagai jenis kacang dapat menjadi sumber lemak sehat yang baik untuk jantung dan otak. Dikarenakan padat kalori, konsumsi dalam porsi sedikit. Makanlah segenggam kacang tawar dan tanpa pemanis, seperti kacang mete atau almond.

3. Popcorn Polos

Popcorn tanpa tambahan bumbu atau pemanis adalah camilan rendah kalori yang secara alami kaya akan karbohidrat kompleks dan serat. Apabila ingin meningkatkan rasa tanpa mengurangi nilai gizinya, Anda bisa menambahkan sedikit minyak zaitun dan taburi garam laut.

4. Telur Rebus

Dalam satu telur rebus mengandung asam lemak omega-3, 6 gram protein, dan sembilan asam amino esensial. Selain itu, kandungan proteinnya membuat telur rebus adalah salah satu camilan paling mengenyangkan.

5. Cokelat Hitam dan Almond

Cokelat hitam dan almond adalah perpaduan camilan yang sehat. Cokelat hitam mengandung antioksidan dan almond kaya akan lemak sehat.

Meski begitu, porsi camilan jangan terlalu banyak dan terlalu sering. Jumlah camilan bervariasi berdasarkan tingkat aktivitas dan porsi makan. Jika Anda sangat aktif, mungkin 2-3 camilan per hari, sementara orang yang lebih banyak duduk mungkin 1 kali camilan atau bahkan tanpa camilan.

 

  1. Anonim. The Science of Snacking. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/snacking/. (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  2. Link, Rachael. 2021. 11 Foods That May Contribute to Weight Gain. https://www.healthline.com/nutrition/10-highly-fattening-foods. (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  3. Lang, Ariane. 2021. 29 Healthy Snacks That Can Help You Lose Weight. https://www.healthline.com/nutrition/29-healthy-snacks-for-weight-loss. (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  4. Maldonado, Jennifer. 2021. The Unhealthiest Snack Foods, According to Science. https://www.eatthis.com/snacks-causing-weight-gain/. (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  5. Spritzler, Franziska. 2019. Is Snacking Good or Bad for You?. https://www.healthline.com/nutrition/snacking-good-or-bad. (Diakses pada 13 Oktober 2022)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi