Terbit: 18 Februari 2022 | Diperbarui: 8 Maret 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Automatonophobia adalah ketakutan pada sosok yang menyerupai manusia, seperti maneken, patung, boneka, animatronik, atau robot. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Automatonophobia, Takut Berlebih pada Objek yang Mirip Manusia

Apa itu  Automatonophobia?

Automatonophobia adalah salah satu jenis fobia yang membuat seseorang takut melihat sosok yang mirip seperti manusia. Pada umumnya, fobia ini tidak menyebabkan ketakutan yang parah, namun bisa menyebabkan keraguan atau kegugupan saat menghadapi sosok tersebut.

Gejala Automatonophobia

Saat melihat sosok yang menyerupai manusia, fobia ini menyebabkan respon rasa takut sehingga memicu kecemasan. Gejala yang sama juga dialami oleh seseorang yang memiliki ketakutan pada boneka (pediophobia).

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki fobia ini membuat deteksi ancaman visualnya meningkat, bahkan saat melihat gambarnya saja.

Kondisi ini bisa menyebabkan gejala psikologis hingga fisik, meliputi:

  • Agitation.
  • Kegelisahan.
  • Khawatir terus menerus.
  • Konsentrasi menurun.
  • Susah tidur.
  • Serangan kecemasan.

Sementara beberapa gejala fisik yang bisa terjadi, antara lain:

  • Peningkatan denyut jantung.
  • Kesulitan bernapas dan nyeri dada.
  • Mual.
  • Diare.
  • Berkeringat dan gemetar.
  • Pusing dan disorientasi.

Baca Juga: Venustraphobia (Takut Wanita Cantik): Penyebab, Diagnosis, Perawatan

Penyebab Automatonophobia

Menurut penelitian, terdapat dua penyebab utama seseorang mengembangkan fobia ini. Pertama, kondisi bisa muncul karena peristiwa traumatis yang berkaitan dengan sosok mirip manusia, atau dikenal sebagai experiential phobia. Peristiwa traumatis ini bisa berasal dari video atau menyaksikannya secara langsung.

Sedangkan jika fobia ini berkembang tanpa peristiwa traumatis, atau dikenal sebagai non-experiential phobia, ketakutan dapat berkembang karena berbagai alasan, antara lain:

  • Genetik. Memiliki saudara kandung dengan kondisi ini dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan fobia yang sama.
  • Lingkungan. Penyebutan peristiwa traumatis yang berkaitan dengan sosok mirip manusia dapat menyebabkan fobia ini pada beberapa individu.
  • Perkembangan. Tahap perkembangan otak anak dapat membuat seseorang lebih rentan untuk mengembangkan jenis fobia ini.

Dalam satu penelitian, para peneliti menemukan bahwa perkembangan fobia spesifik mungkin terkait dengan gen tertentu yang juga memengaruhi seseorang untuk meningkatkan gangguan kecemasan sepanjang hidupnya.

Baca Juga: Philophobia (Takut Jatuh Cinta): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Perawatan Automatonophobia

Penanganan untuk kondisi ini mungkin melibatkan sejumlah terapi. Dalam beberapa kasus, obat-obatan mungkin diperlukan.

  • Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) adalah bentuk psikoterapi populer yang mengajarkan Anda bagaimana menantang pola pikir negatif sehingga Anda dapat mengubah pola perilaku.

Metode ini banyak digunakan untuk mengobati kondisi seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, gangguan obsesif-kompulsif, bipolar, dan lain-lain.

Penelitian telah menunjukkan bahwa terapi dapat berhasil mengubah sirkuit otak yang terkait dengan kondisi ini, hal itulah yang membuatnya efektif untuk mengatasi kecemasan dan fobia yang parah

Untuk orang dengan gejala kecemasan yang disebabkan oleh automatonophobia, CBT mungkin merupakan pengobatan lini pertama yang efektif.

  • Terapi Paparan

Terapi pemaparan adalah bagian dari CBT yang berfokus pada paparan rasa takut. Paparan yang aman ini dirancang untuk mengurangi penghindaran dan perilaku fobia terkait kecemasan lainnya.

Terapi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, terutama jika seseorang telah menghindari aktivitas tertentu karena ketakutannya.

Metode ini dapat membantu mengurangi respons ketakutan dan gejala kecemasan langsung yang terjadi saat seseorang terpapar pada sosok yang menyerupai manusia.

  • Experimental Therapy

Virtual reality therapy adalah pendekatan yang lebih baru untuk terapi fobia karena mengharuskan Anda masuk dalam realitas virtual untuk berinteraksi atau terpapar dengan sumber ketakutan.

Seperti terapi paparan, penelitian telah menunjukkan bahwa metode ini mungkin merupakan pendekatan yang efektif untuk mengatasi fobia, apalagi jika dibarengi dengan opsi psikoterapi lainnya.

  • Obat-obatan

Ketika CBT dan terapi paparan tidak cukup, obat-obatan dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan. Antidepresan dapat digunakan untuk mengobati gejala automatonophobia dalam jangka panjang, sedangkan benzodiazepin dapat digunakan untuk gejala jangka pendek.

Namun, profesional kesehatan mental mungkin tidak meresepkan obat-obatan seperti benzodiazepin karena meningkatkan risiko ketergantungan.

 

  1. Lockett, Eleesha. 2019. Understanding Automatonophobia: Fear of Human-Like Figures. https://www.healthline.com/health/anxiety/automatonophobia. (Diakses pada 18 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi