Sekilas Mengenai Kanker Tulang

Sekilas Mengenai Kanker Tulang

Tumor adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-selnya tidak pernah menjadi dewasa. Angka kejadian tumor tulang bila dibandingkan dengan jenis tumor lain adalah kecil, yaitu kurang lebih 1% dari seluruh tumor tubuh manusia. Tumor bersifat ganas bila tumor berkemampuan untuk menyebar ke tempat lain (mampu bermetastasis) dan dikatakan jinak bila tidak mampu untuk bermetastasis. Paru-paru merupakan organ yang paling sering dihinggapi oleh anak sebar tumor ganas.

Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang, sedangkan tumor tulang sekunder merupakan anak sebar tumor ganas organ non-tulang yang bermetastasis ke tulang.

Berdasarkan penilaian klinis, radiologis dan histopatologis yang cermat dari masing-masing tumor tulang, maka dapat ditentukan staging tumor tersebut. Staging berlaku untuk tumor jinak dan tumor ganas tulang. Sistem staging yang dipakai untuk tumor tulang ialah Surgical Staging System dari Enneking.
Untuk tumor ganas ada 3 tingkat stadium, yaitu:
1. Stadium I, bila derajat keganasannya rendah.
2. Stadium II, artinya tumor mempunyai derajat keganasan tinggi.
3. Stadium III, yang berarti tumor sudah menyebar.

Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik) adalah tumor tulang ganas primer, dimana tumor ganas ini memproduksi tulang dan sel-selnya berasal dari sel mesenkimal primitif. Berdasarkan WHO definisi osteosarkoma adalah:
Primary high grade malignant tumour in which the neoplastic cells produce osteoid (Christopher D.M., 2002: 264).

Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun. Angka kejadian pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama, tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Penyebab yang pasti tidak diketahui. Karena belum diketahui penyebabnya, maka sulit kita mencegah. Untuk diketahui, kanker tulang tidak ada kaitannya dengan makanan. Ada orang menduga akibat radioaktif yang terdapat di lingkungan masyarakat.

Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas (ujung atas) dan tulang kering (ujung atas).Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Meskipun demikian, osteosarkoma juga bisa tumbuh di tulang lainnya.

Osteosarkoma dibagi menjadi dua tipe :
1. Tipe sentral yaitu tumor yang tumbuhnya di dalam tulang.
2. Tipe perifer yaitu tumor yang tumbuhnya di permukaan tulang.
Di Indonesia belum ada pusat data mengenai kanker tulang secara menyeluruh. Memang ada rencana RS Kanker Dharmais dengan RS Cipto Mangunkusumo mendirikan pusat data ini. Kalau ini terwujud nanti pasti prevalansinya diketahui.

Gejala dan Tanda
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Sejalan dengan pertumbuhan tumor, juga bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas. Tumor di tungkai menyebabkan penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di lengan menimbulkan nyeri ketika lengan dipakai untuk mengangkat sesuatu benda. Pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah.
Tanda awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa menyebabkan tulang menjadi lemah. Patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut fraktur patologis dan seringkali terjadi setelah suatu gerakan rutin. Berdasarkan Jess H. Lonner, tanda osteosarkoma adalah :
Paint and swelling, decreased range of motion, localized warmth and pathological fracture. (Jess H. Lonner, 1999: 243).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
- Rontgen tulang yang terkena untuk melihat luasnya kerusakan tulang
- Rontgen dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru
- Bone Scan tulang untuk melacak penyebaran ke tulang yang lain
- Pemeriksaan darah yaitu alkaline phosphatase serum
- Pemeriksaan histopatologi dengan biopsi jarum dan biopsi terbuka

C. Penanganan
Hampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat” yaitu menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia. Tujuan operasi adalah untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang yang terkena.
Menurut Prof. Errol, operasi ini dibagi menjadi dua:
1. Limb salvage yaitu tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia atau tulang yang terkena tumor pada stadium dini dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi.
2. Limb ablation yaitu tulang yang terkena tumor ganas di amputasi.
(Errol, 2005: 29).

Sekarang sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil. Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel tumor yang sudah mulai menyebar.
Kemoterapi yang sekarang dianut adalah neo ajuvant therapy, pada metode ini diberikan terlebih dahulu 3 siklus kemoterapi pra operasi dan kemudian diberikan lagi kemoterapi pasca bedah 3 siklus. Kemoterapi yang biasa diberikan adalah metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin, Doxorubicin (adriamisin), Cisplatin, Cyclophosphamide (sitoksan), dan Bleomycin.

Prognosis (Ramalan Hasil Akhir Perjalanan Penyakit)
Pada permulaannya prognosis osteosarkoma adalah buruk, five years survival rate-nya hanya berkisar antara 10-20%, belakangan ini dengan terapi ajuvan berupa kemoterapi yang intensif, maka five years survival rate menjadi lebih baik, mencapai 60-70%, bahkan ada yang mencapai 100%.
Berkat kemoterapi pra bedah maka tindakan amputasi juga sudah jauh berkurang. Sekarang di pusat-pusat pengobatan kanker tulang yang lengkap, lebih sering dilakukan tindakan limb salvage.

Akibat Ketidaktahuan dalam Pengobatan
Masyarakat sering mengganggap kanker tulang hal yang sepele, misalnya penderita yang mengeluh benjolan di paha atau patah tulang spontan yang disebabkan benturan ringan yang sebelumnya penderita memang sudah memiliki tumor terlebih dahulu dibawa ke pengobatan alternatif. Jika dalam kondisi seperti ini dilakukan pengurutan bisa mengakibatkan tumor tadi pecah dan menyebar, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.

dokter sehat

8 Comments »

  1. avatar comment-top

    nice artikel….
    thanks ya infonya…
    sangat bermanfaat

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    artikel yang menarik…kira-kira ada ga ya makanan yang cocok buat para penderita kanker tulang agar pertumbuhan sel-sel kankernya semakin terhambat…

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    Terima kasih banyak, infonya sangat bermanfaat. Salam.

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    salam sehat dan sukses n thanks ya atas infonya…saya nantikan yang selanjutnya ya…

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    artikel yang menarik banget…

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    thanx.. with this article i get more information

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    Info dari dokter sehat sangat bermanfaat.
    Anak ke-2 kami berusia 7 tahun, perempuan. Dia bersekolah kelas 2 SD. Gemuk dan sehat nampaknya. Dia ceria dan lincah. Demikian pula prestasinya di sekolah mengagumkan dan sangat antusias mempelajari semua pelajaran yang didapatkan sekolah.
    Tapi akhir-akhir ini, sekitar 3 bulan berselang, saat malam hari sering mengeluh sakit pada tempurung lutut, paling sering lutut kanan. Terkadang pada pangkal lengan kanan ata.
    Dokter, apakah ini gejala kanker tulang dini?
    Kami ke dokter umum, tapi tidak mengerti, dan hanya diberikan obat pereda nyeri.
    Kami bawa ke RSCM poli anak. Dikatakan oleh dokter pertama gejala rematik, kemudian di estafetkan ke dokter alergi. Setelah memperoleh hasil penelitian laboratorium, dokter bersangkutan bingung. Dan dikatakan “penyakit serangan malam”. Di Amerika ditemukan, tuturnya. Dan belum diketemukan cara penyembuhannya.
    Saat berikut kami bawa ke spesialis dokter anak yang cukup handal (pengalaman anak kami ke-1).
    Berdasarkan hasil periksa dan laboratorium, dikatakan anak kami terkena penyakit TIPUS, yang menyerang sumsum tulang.
    Kami diberikan beberapa obat, dan hanya boleh makan bubur, sampai ke jadwal pemeriksaan berikut. Namun tidak ada perubahan.
    Selanjutnya kami diminta pemeriksaan laboratorium mengenai tenggorokan dan paru-paru, yang nantinya harus diberikan pengobatan MANTHUK.
    Kami bingung, apa hubungannya tulang sumsum dan pernafasan. Karena masalah pernafasan, anak saya sehat dan tidak ada kendala.
    Karena alasan ekonomi dan tidak sampai kepada nalar kami, kami tidak mengikuti metode pengobatan selanjutnya.
    Kami sedang berusaha mencari dokter yang memang berkompeten. Jelas dan keterima oleh nalar kami.
    Bagaimana pendapat dokter sehat?
    Apa yang harus kami lakukan untuk langkah selanjutnya?
    Terimakasih.

    comment-bottom
  8. avatar
    dr. Rizal M Says:
    January 4th, 2009 at 4:40 am
    comment-top

    @hariswan
    saya bener2 ingin membantu pada hal ini tapi permasalahan detail seperti ini tidak bisa kami bantu melalui media online belaka, terlebih masalah internis yang membutuhkan pemeriksaan secara langsung. Ada baiknya dibawa ke spesialis secara langsung.

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment