Terbit: 28 September 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Vaksin Janssen atau populer dengan sebutan vaksin Johnson and Johnson adalah salah satu vaksin yang digunakan di Indonesia untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Simak penjelasan mengenai manfaat, dosis, hingga efek samping, selengkapnya di bawah ini.

Vaksin Janssen (Johnson & Johnson): Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Apakah Vaksin Janssen Aman?

Vaksin ini sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Itu artinya vaksin yang juga memiliki sebutan vaksin Janssen Ad26.COV2.S ini sudah melalui pengkajian intensif pada keamanan, khasiat, dan mutu.

Dalam memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin, BPOM melibatkan sejumlah pakar di bidang bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik, yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta asosiasi klinis terkait.

Hasil kajian terhadap Johnson and Johnson vaksin mengungkapkan, pada sisi keamanan pemberian vaksin bisa ditoleransi dengan baik. Reaksi lokal maupun sistemik dari pemberian vaksin ini menunjukkan tingkat keparahan grade 1 dan 2.

Berdasarkan data interim studi klinis fase III pada 28 hari setelah vaksinasi, efikasi vaksin Johnson and Johnson sebesar 67,2 %. Sementara untuk mencegah gejala COVID-19 sedang hingga berat pada subyek berusia di atas 18 tahun sebesar 66,1 %.

Dalam melakukan penilaian mutu vaksin, BPOM juga mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara Internasional dan juga hasil evaluasi terhadap aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terhadap sarana produksi di negara asal.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca: Manfaat, Dosis, Keamanan, Efek Samping, dll

Efek Samping Vaksin Janssen

Seperti halnya vaksin apa pun, Anda mungkin mengalami beberapa efek samping umum. Rasa nyeri, kemerahan, atau pembengkakan pada lengan bisa terjadi. Selain itu, Anda mungkin akan mengalami:

  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Badan panas dingin.
  • Demam.
  • Mual.

Beberapa efek samping ini terjadi dalam satu atau dua hari setelah mendapatkan vaksin. Hal ini adalah sesuatu yang normal karena tubuh sedang membangun perlindungan.

Boleh Ibu Hamil Mendapatkan Vaksin Janssen?

Saat ini belum diketahui apakah vaksin Johnson and Johnson bisa mengganggu perkembangan janin atau tidak. Konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan vaksin ini.

Sementara itu, berdasarkan surat keputusan Kementerian Kesehatan, mulai tanggal 2 Agustus 2021, vaksin yang dapat digunakan untuk ibu hamil adalah Pfizer, Moderna, dan Sinovac. Pemberian dosis pertama dimulai pada trimester kedua kehamilan, sedangkan untuk pemberian dosis kedua dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin.

Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Janssen?

Berdasarkan kualitas, keamanan, dan kemanjuran, vaksin ini direkomendasikan penggunaannya untuk orang berusia 18 tahun ke atas.

Perlu diketahui juga, vaksin ini aman digunakan untuk seseorang yang memiliki kondisi medis seperti hipertensi, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Selain itu, seseorang yang mengidap human immunodeficiency virus (HIV) termasuk dalam kelompok populasi yang diikutsertakan dalam uji klinis. Hasilnya, kelompok ini bisa mendapatkan vaksin Johnson and Johnson. Meski begitu, konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum divaksin.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai kemanjuran vaksin untuk orang dengan HIV.

Siapa yang Tidak Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Janssen?

Individu dengan riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin apa pun tidak boleh meminumnya. Jika suhu tubuh di atas 38,5 derajat celcius, pemberian vaksin sebaiknya ditunda sampai demam menghilang.

Saat ini, vaksin vaksin Johnson & Johnson tidak direkomendasikan untuk orang yang berusia kurang dari 18 tahun.

Dosis Vaksin Janssen

Dosis yang dianjurkan adalah sekali suntikan atau satu dosis tunggal (0,5 ml) yang diberikan secara intramuskular dengan selang waktu minimal 14 hari.

Baca Juga: Vaksin Pfizer: Manfaat, Dosis, Keamanan, Efek Samping, dll

Apakah Vaksin Janssen Mencegah Infeksi dan Penularan?

Dalam waktu 28 hari setelah suntikan, vaksin ini memiliki kemanjuran 85,4 % terhadap penyakit parah dan 93,1 % terhadap rawat inap. Dalam uji klinis, satu dosis memiliki kemanjuran 66,9 % terhadap infeksi SARS-CoV-2 gejala sedang dan berat.

Selain itu, vaksin ini telah diuji terhadap berbagai varian virus Corona, seperti B1.351 (pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan) dan P.2 (pertama kali diidentifikasi di Brasil), di mana hasilnya terbukti manjur.

 

  1. Anonim. 2021. Johnson & Johnson’s Janssen COVID-19 Vaccine Overview and Safety. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/janssen.html. (Diakses pada 28 September 2021).
  2. Anonim. 2021. SIARAN PERS Tambah Pilihan Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia, Badan POM Terbitkan EUA untuk Janssen COVID-19 Vaccine dan Vaksin Convidecia. https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/622/SIARAN-PERS-Tambah-Pilihan-Jenis-Vaksin-COVID-19-di-Indonesia–Badan-POM-Terbitkan-EUA-untuk-Janssen-COVID-19-Vaccine-dan-Vaksin-Convidecia.html. (Diakses pada 28 September 2021).
  3. Anonim. 2021. The Janssen Ad26.COV2.S COVID-19 vaccine: What you need to know. https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-j-j-covid-19-vaccine-what-you-need-to-know?gclid=Cj0KCQjw18WKBhCUARIsAFiW7Jy8dogvO50dDsoFQT9rQpnvYfxqj5H5phjv3wDIETkjPxPDHhEAJXQaAvwmEALw_wcB. (Diakses pada 28 September 2021).
  4. Anonim. Kementerian Kesehatan – Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 Tentang Vaksinasi COVID-19 Bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/Surat_Edaran_Tentang_Vaksinasi_COVID-19_Bagi_Ibu_Hamil_dan_Penyesuaian_Skrinning_dalam_Pelaksanaan_Vaksinasi_COVID-19.pdf. (Diakses pada 28 September 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi