Terbit: 8 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mommy issues adalah manifestasi pengalaman seorang anak yang memiliki dinamika hubungan kurang baik dengan ibunya di masa kecil. Kondisi ini dapat berdampak buruk pada pribadi seseorang hingga dewasa. Baik dalam hubungan dengan pasangan, maupun dalam proses pengasuhan kelak bila penyandangnya adalah anak perempuan.

Mengenal Istilah Mommy Issues dan Cara Mengatasinya

Apa itu Mommy Issues?

Mommy Issue adalah kondisi yang dialami seseorang akibat hubungannya yang kurang baik dengan sang ibu di masa kecil. Bisa jadi karena keterikatan yang tidak sempurna dengan sang ibu, atau pola asuh ibu yang menyakiti dan menuntut.

Kondisi psikologi ini bisa juga terjadi bila sang anak diasuh dengan cara yang sangat protektif/posesif sehingga memiliki ketergantungan yang tidak sehat terhadap ibunya.

Mommy issues dapat terjadi pada anak laki-laki dan perempuan, walaupun lebih banyak terjadi pada anak laki-laki. Anak perempuan yang mengalami mommy issues biasanya mendapat banyak kritikan dari sang bunda serta menjadikan ibunya sebagai saingannya.

Sigmund Freud pernah meneliti tentang hal ini dan memandangnya sebagai kompleksitas Oedipus dan Electra.

Oedipus yaitu istilah saat anak lelaki berkompetisi dengan ayahnya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ibu. Sebaliknya Electra adalah anak perempuan berkompetisi melawan ibunya untuk mendapat perhatian dari ayah.

Masalah ini muncul saat anak berusia 3 sampai 5 tahun. Bila masalah ini berlangsung terus menerus dan tidak teratasi maka akan berpengaruh pada hubungan asmara ketika dewasa nanti.

Awalnya Freud meneliti pada anak lelaki, tetapi kemudian tidak terbatas pada gender. Lalu seorang psikolog Inggris bernama John Bowlby menemukan pola kedekatan (attachment style) yang terjadi sejak masa kecil. Selanjutnya, akan membentuk pola hubungan pada anak dengan orang lain di masa yang akan datang.

Baca Juga: 7 Tanda Seseorang Mungkin Memiliki Daddy Issue

Penyebab Mommy Issues

Mommy issues terjadi sebagai akibat dari bagaimana seorang ibu mendapat pola asuh dari ibunya dulu. Seandainya mereka merasa mendapat dukungan dan penerimaan maka akan terbentuk hubungan seimbang bersama anak-anaknya sendiri. Bila hubungan mereka dulu baik, mereka juga akan merasa lebih sensitif dan tidak terlalu mendominasi.

Seorang ibu dengan pola asuh penuh kasih sayang akan membangun hubungan dekat bersama anak-anaknya kelak. Sebaliknya, seorang ibu yang mendapat pengekangan dan sering mendapat konflik dengan ibunya maka akan menghindari anaknya sendiri. Demikian juga dengan ibu yang sering mengkritik anaknya, kemungkinan besar mendapat masalah yang sama di masa lalu.

Hubungan antar generasi mempunyai dampak besar untuk masa depan anaknya. Siklus ini akan terus berlanjut jika tidak segera terdeteksi dan teratasi.

Ciri Ciri Mommy Issues

Mommy issues dapat dilihat dari pola hubungan seseorang dengan ibu mereka. Juga dengan anak perempuannya. Berikut ini adalah tanda-tanda seseorang mengalami mommy issues:

  • Terlalu Bergantung pada Orang Lain

Seseorang yang terlalu bergantung kepada ibunya saat kecil akan memiliki kemelekatan yang sama kepada pasangannya saat dewasa. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi oleh ibunya.

  • Bersikap Sangat Menuntut atau Kritis

Seseorang yang mempunyai perilaku menuntut, kritis, atau mengendalikan bisa jadi karena pengaruh pola asuh sebelumnya. Sikap ini akan ditunjukkannya kepada pasangan, anak-anak, dan rekan kerja.

  • Berjuang untuk Mengungkapkan Kasih Sayang

Anak akan sulit mengungkapkan rasa kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya bila di waktu kecil ibunya juga tertutup secara emosional.

  • Selalu Mencari Perhatian

Penyandang mommy issues akan bersikap kurang mandiri dan tergantung pada orang lain. Dia ingin pasangannya, temannya, dan orang lain selalu memperhatikannya.

  • Cenderung Mengorbankan Diri Sendiri

Kadang-kadang seseorang dengan masalah ini akan merawat dan mencintai yang lain dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Seharusnya anak belajar mengenai cinta dari cara orang tua merawatnya. Namun karena hal itu tidak didapatnya, dia berpikir untuk mengorbankan diri agar dicintai.

  • Hubungan yang Tegang Bersama Ibu

Anak mengalami hubungan yang tidak baik bersama ibunya. Meskipun sang anak merasa baik-baik saja, hubungan seperti ini akan mempengaruhi kehidupannya.

Baca Juga: Single Parent? Inilah 10 Cara Mendidik Anak Tanpa Sosok Ayah

Dampak Mommy Issues di Masa Depan

Baik anak laki-laki maupun perempuan yang mengalami dampak mommy issues cenderung akan mengalami masalah hubunga dengan orang lain, baik pasangan, rekan, maupun anak-anaknya kelak. Ini disebut juga dengan insecure attachment style.

Berikut ini dampak buruk mommy issue terkait attachment style:

  • Anxious-Preoccupied

Bila seseorang lebih suka banyak menuntut dan ingin bersama seseorang secara terus-menerus. Dia khawatir pasangan tidak hadir ketika dia sangat memerlukannya.

  • Fearful-Avoidant

Karakter ini mempunyai ciri-ciri sulit merasa dekat dengan seseorang. Adakalanya, lebih baik menjaga jarak dan tidak membanggun hubungan asmara. Menurutnya, daripada terluka lebih baik menutup diri.

  • Dismissive-Avoidant

Karakter ini menghindari segala jenis hubungan asmara. Mereka menghindari hubungan terlalu dekat karena kegagalannya di masa lalu.

Baca Juga: Gangguan Kepribadian Menghindar: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Cara Mengatasi Mommy Issues

Bila Anda sempat mengalami hubungan buruk dengan ibu di masa lalu, bukan berarti masalahnya tidak akan bisa diatasi.

Berikut cara mengatasi mommy issues.

  • Mendapat Dukungan Orang Terdekat

Orang-orang yang berhasil memutus siklus mommy issues biasanya karena mereka mendapat dukungan dari pasangan dan teman-temannya.

Bisa juga dengan berkonsultasi pada pakar hubungan. Dengan begitu, mereka dapat mencukupi dukungan emosional dan sosialnya.

  • Memaafkan Masa Lalu

Cara memutus siklus mommy issues yaitu dengan menyadari dan memaafkan masa lalu. Perasaan marah dengan apa yang terjadi pada masa kecil menandakan ada yang salah di masa lalu.

Sadari bila Anda punya masalah masa lalu yang belum selesai. Hadapi dan terima agar masalah tersebut tidak abadi menghantui Anda.

  • Terapi psikologis

Terapi akan membantu untuk mengidentifikasi kekerasan masa lalu, merenungkan, dan memahaminya. Sehingga penyandang mommy issues paham mengapa hal itu terjadi dan bagaimana mengatasinya.

Baca Juga:  Oedipus Complex: Ketertarikan Anak Laki-Laki pada Ibunya Sendiri

Mommy issues akan terus berlangsung jika tidak diputus dengan bantuan terapi dan dukungan orang sekitar. Setelah mengetahui penyebab, dan cirinya, segera lakukan tindakan untuk mengatasi masalah ini.

 

  1. Lewis, Rhona. 2020. What Is the Mother Wound and How Do You Heal? https://www.healthline.com/health/mother-wound. (Diakses pada 01 Desember 2021).
  2. Loggins, Brittany. 2021. What’s the Psychology Behind Mommy Issues? https://www.verywellmind.com/whats-the-psychology-behind-mommy-issues-5195106. (Diakses pada 01 Desember 2021).
  3. Raypole, Crystal. 2021. When Mommy Dearest Isn’t So Dear: Unpacking ‘Mommy Issues’. https://www.healthline.com/health/mommy-issues. (Diakses pada 01 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi