Terbit: 22 Maret 2022 | Diperbarui: 23 Mei 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Saat menjalin hubungan romantis dengan orang lain, tentu akan muncul rasa bahagia. Namun, bila Anda terus-terusan dibanjiri dengan kata-kata cinta dan perilaku berlebihan lainnya, inilah yang menjadi masalahnya. Kondisi ini dikenal sebagai love bombing. Simak lebih lanjut dalam ulasan berikut!

Mengenal Love Bombing dan Ciri-cirinya

Mengenal Love Bombing

Ketika hubungan Anda dan pasangan tergolong baru, hal-hal yang dilakukan pasangan akan terasa sangat istimewa. Apalagi ketika pasangan berniat memperkenalkan Anda kepada teman dan keluarganya.

Sayangnya, meskipun hal tersebut terkesan romantis. Anda patut waspada ketika pasangan menunjukkan sejumlah perhatian dan kasih sayang yang berlebihan untuk awal suatu hubungan.

Kondisi tersebut dikenal dengan love bombing. Apa itu love bombing? Apakah hal ini berbahaya dalam hubungan?

Love bombing adalah perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang untuk mendapatkan kasih sayang dari pasangannya dalam waktu secepat mungkin. Pada prosesnya, ada banyak teknik manipulatif yang dilakukan.

Love bomber (pelaku love bombing) mungkin akan menunjukkan sikap romantis kepada pasangan sehingga tujuannya bisa tercapai. Apa yang menjadi tujuannya? Ego mereka sendiri untuk mendapatkan sesuatu dari apa yang mereka usahakan.

Menurut Lia Huynh, MS, LMFT, seorang terapis hubungan asal California, bisa saja hal tersebut merupakan sebuah tahapan dalam siklus narsisme, manipulasi, ghosting, dan sakit hati.

Bila sudah terjebak, Anda akan bergantung padanya. Dengan begitu, mereka lebih mudah mengontrol Anda. Pelaku love bombing pun bisa saja meng-ghosting Anda.

Melansir Very Well Family, ghosting merupakan istilah yang mengacu pada pemutusan kontak secara tiba-tiba dengan seseorang, tanpa peringatan atau penjelasan apa pun sebelumnya.

Jadi, pelaku love bombing tidak akan segan untuk meninggalkan Anda, lalu move on mencari mangsa selanjutnya.

Baca JugaCiri-Ciri Karmic Relationship, Tahapan, dan Cara Mengakhirinya

Ciri-ciri Anda Terjebak dalam Love Bombing

Love bomber akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dan kasih sayang Anda sepenuhnya. Maka dari itu, sebelum terlambat, kenali ciri-ciri Anda terjebak dalam love bombing berikut ini:

1. Pasangan sering memberikan hadiah

Sering mendapatkan hadiah dari pujaan hati? Meski tak selalu menandakan love bombing, tetap saja hal ini harus Anda perhatikan.

Pelaku love bombing biasanya sering memberikan sejumlah hadiah kepada pasangannya, misalnya buket bunga, atau tiket untuk menonton film berdua.

Meskipun bukan sesuatu yang berbahaya, hal ini akan membuat Anda berpikir untuk membalas budi. Pada akhirnya, ia berhasil mengontrol Anda.

2. Pasangan selalu memuji

Pujian yang diberikan oleh pasangan merupakan hal yang wajar. Hanya saja, jika berlebihan, Anda pun bisa saja merasa tidak nyaman.

Contoh kalimat yang kerap kali disampaikan para pelaku love bombing, misalnya “Aku suka segala hal tentang kamu.”, “Aku belum pernah bertemu seseorang yang sempurna seperti kamu.”, atau “Aku ingin menghabiskan waktu hanya dengan kamu.”

Pujian tersebut memang terdengar romantis. Sebab, pasangan Anda sedang mengungkapkan rasa cintanya.

Kendati demikian, bila dilakukan secara berlebihan, bahkan ketika hubungan yang Anda jalin terbilang baru, mungkin saja pujian itu tidak tulus.

3. Pasangan memaksakan komitmen

Berbicara soal pernikahan, padahal Anda dan si Dia baru menjalin suatu hubungan memang tidak salah. Hanya saja, jika pasangan terkesan menekan Anda untuk merencanakan masa depan dengannya, inilah yang harus Anda waspadai.

Ketika Anda berkata ingin menjalaninya secara perlahan, love bomber kemungkinan besar tidak akan menerimanya. Oleh sebab itu, pelaku akan terus-menerus memanipulasi Anda sehingga apa yang menjadi keinginannya terwujud.

4. Pasangan menginginkan komunikasi berjalan terus-menerus

Pada awal hubungan, saling bertukar pesan atau menelepon di sela-sela kesibukan memang normal bagi setiap pasangan.

Seiring berjalannya waktu, frekuensi komunikasi mungkin akan menurun. Jadi, bila pasangan meminta Anda untuk mengabarinya sesekali ketika tidak bisa bertemu, hal ini juga dapat dimaklumi.

Namun, jika ia terus meneror Anda dengan puluhan pesan atau panggilan, waspadalah. Apalagi ketika komunikasi lebih dominan dilakukan olehnya sehingga membuat Anda kewalahan menghadapinya.

Selain itu, love bomber ingin selalu menghabiskan waktu bersama Anda. Jika Anda menolak, ia akan mendesak Anda untuk setuju dan mengikuti keinginannya. Bahkan, ia juga akan memonopoli waktu Anda bersama teman atau keluarga.

5. Pasangan menginginkan perhatian lebih

Tanda lain Anda terjebak dalam love bombing adalah pasangan cenderung ingin Anda terus memperhatikannya.

Sebagai contoh, pasangan tidak suka ketika Anda mengabaikannya saat momen berdua. Padahal, Anda sedang membalas pesan penting dari teman.

6. Pasangan selalu meyakinkan bahwa Anda adalah belahan jiwa

Seorang pelaku love bombing akan meyakinkan bahwa Anda adalah belahan jiwannya yang ditakdirkan untuk bersama. Love bomber biasanya akan berkata, “kamu memang paling mengerti aku” atau “memang sudah takdirnya kita bisa bertemu”

Baca JugaHubungan Parasosial, saat Penggemar Kagum pada Idolanya

Apa yang Harus Dilakukan?

Dampak dari love bombing tidak main-main karena bisa merusak kesehatan mental seseorang. Melansir Psychology Today, love bombing termasuk pelecehan emosional karena pelaku secara sengaja memanipulasi dan mengeksploitasi kelemahan seseorang.

Oleh sebab itu, upayakan untuk lepas dari hubungan ini. Anda dapat melakukan beberapa tips berikut:

  • Putuskan kontak

Cara pertama untuk terlepas dari love bomber adalah hindari kontak. Bila perlu, Anda bisa memblokir kontak dan sosial media pelaku. Dengan begitu, tidak ada celah baginya untuk menghubungi Anda.

Selain itu, pastikan Anda bersikap tegas saat ingin memutuskan hubungan dengannya. Pasalnya, seorang love bomber tidak bisa menerima penolakan. Jadi,  sikap tegas Anda diperlukan.

Ingat, Anda tidak bisa menjalin pertemanan setelah putus dengan love bomber. Sebab, pelaku akan berusaha mendapatkan Anda kembali sehingga kejadian yang sama akan terulang kembali.

  • Jalin hubungan baik dengan orang-orang terdekat

Selama terjebak dalam love bombing, hubungan Anda dengan teman dan keluarga mungkin akan terganggu. Pasalnya, seluruh waktu dan perhatian Anda tercurahkan penuh padanya.

Perbaiki lagi komunikasi Anda dengan teman dan keluarga, terutama jika mereka mengetahui kondisi hubungan Anda.

Cara ini diharapkan dapat memberikan Anda dukungan sosial sehingga Anda bisa segera terlepas dari pelaku sepenuhnya.

Apabila Anda terus-menerus terjebak dalam love bombing, Anda bisa berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater untuk mengatasinya.

 

  1. Acher, Dale. 2017. The Danger of Manipulative Love-Bombing in a Relationship. https://www.psychologytoday.com/us/blog/reading-between-the-headlines/201703/the-danger-manipulative-love-bombing-in-relationship. (Diakses pada 22 Maret 2022).
  2. Gould, Wendi R. 2020. What Is Ghosting? An Uptick Has Occurred in Online Dating. https://www.verywellmind.com/what-is-ghosting-5071864. (Diakses pada 22 Maret 2022).
  3. Lamothe, Cindy. 2019. Love Bombing: 10 Signs of Over-the-Top Love. https://www.healthline.com/health/love-bombing#. (Diakses pada 22 Maret 2022).
  4. Simon, Sarah. 2022. Is It Love, Or Love Bombing? https://www.verywellhealth.com/love-bombing-5217952. (Diakses pada 22 Maret 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi