Terbit: 24 Desember 2021 | Diperbarui: 27 Desember 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Salah satu masalah yang umum dihadapi oleh orang tua dalam membesarkan si Kecil adalah anak susah bergaul atau introvert. Seorang anak yang memiliki karakter ini umumnya pendiam dan lebih suka menonton anak-anak lain bermain. Simak penjelasan mengenai karakteristik anak susah bersosialisasi dan cara mengatasinya, selengkapnya di bawah ini.

Kenali Karakteristik Anak Susah Bergaul dan Cara Mengatasinya

Gaya Kepribadian Introversi

Anak introvert atau anak susah bergaul sering disalahartikan sebagai anak pemalu. Akan tetapi introvert dan pemalu bukanlah hal yang sama.

Introversi bukanlah respons terhadap kondisi lingkungan; itu adalah ciri kepribadian. Dengan kata lain, anak yang ekspresif dan suka bergaul lalu menjadi tertutup dan pendiam tidak serta merta menjadi introvert.

Pada beberapa kasus, orang tua sering khawatir karena menduga anaknya sedang depresi, terutama karena menghabiskan waktu sendirian dan tidak mau membicarakan perasaannya.

Memang benar bahwa perilaku seperti itu bisa menjadi tanda-tanda depresi, tetapi dalam kasus ini yang perlu diperhatikan adalah perubahan pola perilaku.

Memahami apa itu introvert sangat penting karena membantu orang tua dalam mengasuh anak pendiam dan susah bergaul. Saat Anda mengetahui detail perilaku, interaksi sosial, emosi, dan ekspresi verbal anak, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang seorang introvert dan bagaimana menjadi orang tua yang baik.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Toxic Parents yang Berdampak Buruk bagi Mental Anak

Mengenali Karakteristik Anak Introvert

Pada dasarnya seorang anak introvert memiliki beberapa karakteristik yang khas. Berikut adalah berbagai sifat khas anak susah bergaul atau bersosialisasi, di antaranya:

1. Lebih Suka Berimajinasi

Anak introvert menyukai permainan imajinatif serta lebih suka bermain sendiri atau hanya dengan satu/dua anak lain. Seorang anak dapat menghabiskan waktu di kamar dan melakukan hal-hal yang menyendiri seperti membaca, menggambar, atau bermain game.

2. Mengamati Dahulu, Bertindak Kemudian

Umumnya, seorang anak dengan kepribadian ini lebih suka menonton anak-anak lain bermain sebelum mencoba untuk bergabung. Ia akan memasuki situasi baru secara perlahan. Namun, ia mungkin lebih energik dan banyak bicara di rumah, di mana ia merasa lebih nyaman.

3. Membuat Keputusan Berdasarkan Apa yang Diyakini

Anak introvert membuat keputusan berdasarkan standarnya sendiri daripada mengikuti orang banyak. Ini bisa menjadi aspek yang sangat positif dari sifat yang dimilikinya, karena itu berarti mereka tidak rentan terhadap tekanan teman sebaya. Anak susah bersosialisasi tidak melakukan hal-hal tertentu hanya untuk menyesuaikan diri.

4. Tidak Mudah Menerima Orang Baru

Sama seperti orang dewasa yang introvert, anak introvert harus perlahan-lahan menerima orang baru. Ia mungkin pendiam dan tertutup saat menemui orang baru, tetapi saat anak sudah nyaman ia dapat menjadi lebih aktif.

Sering kali tujuan anak menjalin percakapan adalah untuk lebih memahami dunia batinnya sendiri atau orang lain. Ia menghargai hubungan dan benar-benar mengenal seseorang pada tingkat yang lebih dalam.

Selain itu, anak dengan kepribadian ini umumnya adalah pendengar yang baik, memperhatikan, dan mengingat apa yang dikatakan orang lain. Ia mungkin berbicara dengan lembut, kadang-kadang berhenti untuk mencari kata-kata, dan berhenti berbicara jika terganggu.

5. Sulit untuk Mengikuti Aturan Kelompok

Selama bertahun-tahun, nilai-nilai masyarakat telah bergeser dan memandang sikap ekstrovert adalah sesuatu yang ideal dibanding introvert.

Sayangnya, standar untuk bersikap ramah dan tegas telah tercipta di sekolah dan institusi yang ditemui oleh anak introvert. Saat anak memulai sekolah formal, ia mungkin menghabiskan 6-7 jam sehari dengan banyak anak lain, sambil didorong untuk berpartisipasi dan bekerja dalam kelompok. Ini adalah sesuatu yang menantang bagi anak introvert.

6. Mengutamakan Kedekatan Hubungan

Anak dengan kepribadian introvert mungkin hanya memiliki satu atau dua teman dekat dan menganggap orang lain sebagai teman biasa. Penyebab anak susah bergaul ini disebabkan karena kepribadiannya lebih mementingkan kedalaman dalam hubungan daripada meningkatkan jumlah teman.

Seperti halnya orang dewasa dengan kepribadian ini, anak introvert memiliki energi sosial yang terbatas. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bersosialisasi dapat menyebabkan suasana hati yang buruk. Itulah sebabnya ia tidak menghabiskan banyak waktu bersosialisasi seperti anak ekstrovert.

Tips Mengatasi Anak yang Susah Bergaul

Meski kepribadian anak bisa berubah dari waktu ke waktu, namun kecenderungan introvert yang sama dapat dideteksi dari masa remaja hingga dewasa. Berikut adalah cara mengatasi anak yang susah bersosialisasi, antara lain:

  • Hargai kebutuhannya untuk memiliki waktu sendiri.
  • Jika datang ke pertemuan besar, datanglah lebih awal.
  • Bantu anak untuk mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Jangan paksa untuk mendapatkan banyak teman.
  • Tegur anak secara pribadi.
  • Jangan menyela pendapatnya.

Apabila anak masih tertutup dan benar-benar enggan untuk bergaul, konsultasi dengan psikolog diperlukan untuk mendapatkan saran dan perawatan yang tepat.

 

  1. Bainbridge, Carol. 2020. How to Raise an Introverted Child. https://www.verywellfamily.com/how-to-raise-an-introverted-child-1449064. (Diakses pada 24 Desember 2021).
  2. Garofalo, Koni dan Michelle Schmidt. 2021. How to Nurture Your Child As An Introvert or Extrovert. https://www.childsavers.org/introvert-extrovert-child/. (Diakses pada 24 Desember 2021).
  3. Granneman, Jenn. 2019. What Are Introverts Like as Children?: 7 Characteristics. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-secret-lives-introverts/201904/what-are-introverts-children-7-characteristics. (Diakses pada 24 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi