Terbit: 11 Oktober 2021 | Diperbarui: 4 Februari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Self healing merujuk pada proses penyembuhan luka batin (biasanya dari gangguan psikologis, efek kesedihan mendalam, trauma, dan kondisi kesehatan mental lainnya) yang dilakukan secara mandiri. Luka ini dapat memicu stress dan depresi pada seseorang. Ketahui tentang bagaimana cara self healing melakukannya dalam artikel berikut.

Cara Melakukan Self Healing agar Pikiran Lebih Tenang

Apa Itu Self Healing?

Dalam dunia psikologi, self healing merujuk pada proses hemostatik otomatis tubuh yang dikendalikan oleh mekanisme fisiologis yang melekat pada seseorang. Secara kiasan, self healing diibaratkan seperti penyembuhan kulit yang tergores. Bagian yang terluka atau tergores itu dapat menyembuhkan diri dengan sendirinya.

Motivasi diri menjadi faktor pendorong utama dalam self healing. Proses ini dapat dibantu dengan teknik introspeksi, seperti meditasi, memotivasi diri sendiri, berpikir positif, serta mengelola perasaan dan pikiran.

Cara Melakukan Self Healing

Cara self healing ada bermacam-macam, namun intinya adalah mencari ketenangan diri dan memaafkan kesalahan di masa lalu. Ini dia cara melakukan self healing untuk menyembuhkan luka diri.

1. Melakukan meditasi grounding

Meditasi grounding bisa dilakukan dengan berdiri di atas tanah atau lantai dengan memejamkan mata. Tarik napas dalam sebanyak tiga kali, lepaskan semua energi negatif di setiap tarikan napas. Pusatkan seluruh perhatian pada telapak kaki Anda.

Bayangkan ada akar-akar besar yang tumbuh dari telapak kaki yang menjalar ke tanah sepanjang 2 hingga 3 meter. Lalu alihkan perhatian pada ujung tulang belakang. Bayangkan tulang belakang Anda tumbuh ke bawah hingga menembus bumi. Rasakan tarikan gravitasi bumi pada tubuh Anda.

Tarik napas dalam 3 hitungan, tahan, lalu hembuskan dalam 4 hitungan. Ulangi pola ini sampai 3 kali. Jika Anda sudah siap, buka mata Anda.

 

2. Rileks dengan latihan pernapasan

Latih pernapasan Anda dengan berbaring pada punggung, tarik napas dalam 6 hitungan dan hembuskan dalam 6 hitungan berikutnya. Ketika Anda sudah merasa tenang dan nyaman, bernapaslah lewat hidung, biarkan udara memenuhi dada dan paru-paru Anda.

Lalu hembuskan napas melalui mulut. Ulangi proses ini selama 5 sampai 10 menit.

3. Biasakan untuk menulis jurnal

Menulis jurnal adalah cara self healing yang bisa dilakukan. Luangkan waktu 15 hingga 20 menit di malam hari sebelum tidur, lalu tambah durasinya sesuai kebutuhan.

Apa saja yang melintas di pikiran Anda atau menyita perhatian Anda selama latihan pernapasan, tuliskan ke dalam jurnal atau buku catatan harian.

Tuliskan semua yang Anda rasakan di dalam jurnal tersebut. Mulailah dengan menuliskan 5 hal yang membuat Anda bersyukur di hari itu, hal-hal baik yang terjadi pada Anda, hingga kesalahan yang Anda lakukan dan Anda sesali.

4. Olahraga secara rutin

Self-healing sering dikaitkan dengan kondisi mental yang kurang stabil. Aktivitas fisik seperti melakukan olahraga secara rutin terbukti bisa membantu memperbaiki kondisi mental.

Olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi kecemasan, depresi, dan menghilangkan suasana hati negatif melalui pelepasan hormon endorfin dan serotonin. Hasilnya, fungsi kognitif dan kepercayaan diri semakin meningkat.

5. Lebih produktif menjalani hari dengan to-do list

Cara lain yang bisa dilakukan untuk self-healing adalah dengan membuat to-do list. Berbeda dengan to-do list yang biasanya berisi tugas-tugas yang harus diselesaikan, tujuan dari to-do list ini adalah untuk meningkatkan kondisi mental.

Misalnya dengan menuliskan hal-hal apa yang Anda impikan, tempat-tempat yang Anda ingin kunjungi, dan orang-orang tersayang yang sudah lama tidak Anda temui. Di samping itu, Anda juga bisa membuat to-do list yang berkaitan dengan pekerjaan untuk menjaga diri tetap produktif dan sibuk, karena kedua hal tersebut bisa meningkatkan rasa percaya diri.

6. Mengisi diri dengan energi positif

Jangan mengurung diri atau menjauhkan diri dari lingkungan sosial jika Anda ingin menyembuhkan diri Anda. Temukan kegiatan baru yang lebih positif seperti menekuni hobi baru atau bergabung dengan sebuah komunitas untuk mencari teman-teman baru.

Semakin banyak Anda berinteraksi dengan orang lain, maka semakin banyak pula energi positif yang bisa Anda dapatkan dari mereka.

7. Minta bantuan profesional

Self-healing tidak harus selalu dilakukan secara mandiri. Apabila Anda merasa tidak bisa melakukannya sendiri, hubungi profesional atau terapis yang akan membantu Anda menjalani prosesnya.

Apakah Tubuh Manusia Bisa Melakukan Self Healing Secara Emosional?

Pada dasarnya, self healing adalah teknik penyembuhan yang dilakukan oleh diri sendiri. Tubuh manusia dirancang untuk bisa menyembuhkan dirinya sendiri, baik secara fisik maupun emosional.

Melalui latihan yang Anda lakukan untuk mencari ketenangan dan kedamaian diri, saat itulah diri Anda sedang menyembuhkan semua luka yang ada di dalamnya. Meditasi dan latihan pernapasan akan membawa Anda ke alam bawah sadar dan mengakses energi positif dalam diri Anda yang kemudian menjadi “obat” untuk jiwa Anda yang terluka.

Itu dia pembahasan tentang cara self healing. Ketika Anda melakukan self healing, sangat penting untuk mempercayai kekuatan diri bahwa Anda mampu sembuh dari segala luka dan trauma emosional di saat ini atau masa lalu. Anda bisa melakukan self healing secara mandiri atau dengan bantuan terapis profesional.

 

  1. National Center for Complementary and Integrative Health. 2015. Meditation: In Depth. https://www.nccih.nih.gov/health/meditation-in-depth. (Diakses pada 08 Oktober 2021).
  2. Newsweek. 2020. 5 Incredible Ways to Self-Heal Your Body and Mind in Just 10 Minutes. https://www.newsweek.com/amplify/5-incredible-ways-self-heal-your-body-mind-just-10-minutes. (Diakses pada 08 Oktober 2021).
  3. Raab, Diana. 2019. How to Heal Yourself and Others. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-empowerment-diary/201907/how-heal-yourself-and-others. (Diakses pada 08 Oktober 2021).
  4. Schulz, Kathryn. 2013. The Self in Self-Help. https://nymag.com/health/self-help/2013/schulz-self-searching/. (Diakses pada 08 Oktober 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi