Terbit: 29 October 2021 | Diperbarui: 30 March 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Burnout adalah istilah untuk menggambarkan kelelahan emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres berlebihan dan berkepanjangan. Simak penjelasan mengenai tanda-tanda dan cara mengatasinya, di bawah ini.

Burnout: Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri Seseorang Mengalami Burnout

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah merasa tidak berdaya, kelebihan beban, atau tidak dihargai. Namun, jika Anda sering merasa seperti ini, mungkin saja Anda memiliki burnout syndrome.

Burnout adalah proses bertahap, hal ini tidak terjadi dalam semalam. Tanda dan gejalanya tidak kentara pada awalnya, tetapi menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu.

Jika Anda secara aktif mengurangi rasa stres yang muncul, Anda bisa mencegah masalah menjadi lebih besar di kemudian hari. Namun, jika Anda tidak berusaha untuk mengurangi pikiran negatif yang muncul, burnout bisa terjadi.

Tanda dan gejala fisik burnout pada seseorang yang bisa terlihat adalah:

  • Merasa lelah hampir sepanjang waktu.
  • Imunitas menurun, sering sakit atau tidak enak badan.
  • Sering sakit kepala atau nyeri otot.
  • Perubahan nafsu makan atau kebiasaan tidur.

Tanda dan gejala emosional burnout:

  • Perasaan gagal dan keraguan diri.
  • Merasa tak berdaya, terjebak, dan kalah.
  • Emotional detachment, merasa sendirian di dunia.
  • Kehilangan motivasi.
  • Pandangan semakin sinis dan negatif.
  • Menurunnya kepuasan dan rasa pencapaian.

Tanda dan gejala perilaku saat sedang burnout:

  • Menarik diri dari tanggung jawab.
  • Mengisolasi diri dari orang lain.
  • Menunda-nunda, membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan sesuatu.
  • Menggunakan obat-obatan atau alkohol untuk mengurangi kecemasan.
  • Melampiaskan kekesalan pada orang lain.

Cara Mengatasi Burnout

Apakah Anda mengalami beberapa gejala seperti di atas? Jika iya, sekarang saatnya untuk berhenti sejenak dan mengubah arah dengan mempelajari bagaimana Anda dapat membantu diri sendiri mengatasi kelelahan serta merasa sehat dan positif kembali.

Pada dasarnya mengatasi burnout membutuhkan pendekatan ‘tiga R’ yaitu:

  • Recognize. Perhatikan tanda-tanda peringatan kelelahan.
  • Reverse. Hilangkan sumber masalah dengan mencari dukungan dan mengelola stres.
  • Resilience. Meningkatkan ketahanan terhadap stres dengan menjaga kesehatan fisik dan emosional.

Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengatasi burnout berdasarkan tiga hal di atas, di antaranya:

1. Bertemu dengan Orang Lain

Ketika Anda kelelahan, masalah yang datang tampak seperti sesuatu yang tidak dapat diatasi, semuanya tampak suram dan sulit untuk mengumpulkan energi untuk peduli, apalagi mengambil tindakan untuk membantu diri sendiri.

Sebenarnya, Anda memiliki lebih banyak kendali atas stres daripada yang Anda pikirkan. Terdapat langkah-langkah positif yang dapat Anda ambil untuk mengatasi stres dan membuat hidup kembali seimbang. Salah satu yang paling efektif adalah bertemu dengan orang lain

Kontak sosial adalah penangkal stres yang alami. Berbicara tatap muka dengan seseorang yang mendengarkan cerita Anda adalah salah satu cara tercepat untuk menenangkan sistem saraf dan menghilangkan stres.

2. Mengubah Sudut Pandang tentang Pekerjaan

Apakah Anda memiliki pekerjaan yang membuat Anda terburu-buru atau pekerjaan yang monoton dan tidak memuaskan? Cara paling efektif untuk memerangi kelelahan kerja adalah berhenti dan mencari pekerjaan yang Anda sukai.

Meski ini adalah solusi praktis, tidak semua orang dapat dengan mudah melakukannya. Jika Anda termasuk orang tidak mudah melakukan hal ini, salah satu caranya adalah bersyukur karena Anda masih memiliki pekerjaan, yang pada akhirnya membuat Anda bisa membayar angsuran sehari-hari.

3. Mengevaluasi Kembali Prioritas Hidup

Burnout adalah tanda yang tidak dapat disangkal bahwa ada sesuatu yang penting dalam hidup tidak berjalan dengan baik. Luangkan waktu untuk memikirkan harapan, tujuan, dan impian Anda. Apakah Anda mengabaikan sesuatu yang benar-benar penting bagi Anda?

Cara ini bisa menjadi kesempatan untuk menemukan kembali apa yang benar-benar membuat Anda bahagia. Selain itu, teknik ini juga memberi diri Anda untuk istirahat, merenung, dan menjadi waras.

4. Rutin Berolahraga

Olahraga adalah salah satu cara ampuh untuk mengatasi stres. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan energi, mempertajam fokus, dan merilekskan pikiran. Cobalah berjalan santai, latihan beban, berenang, atau olahraga bela diri.

5. Diet Sehat

Apa yang Anda makan dapat berdampak besar pada suasana hati dan tingkat energi sepanjang hari. Oleh karena itu, beberapa asupan yang harus diperhatikan adalah mengurangi gula dan karbohidrat olahan.

Selain itu, kurangi asupan yang dapat memengaruhi suasana hati, seperti kafein, lemak tidak sehat, dan makanan dengan pengawet. Hindari merokok dan minuman beralkohol.

Terakhir, tingkatkan asupan asam lemak omega-3 untuk meningkatkan mood. Sumber terbaik adalah ikan berlemak (salmon, herring, mackerel, teri, sarden), rumput laut, biji rami, dan kenari.

Selain itu, sempatkan waktu untuk beristirahat sejanak bila pikiran mulai pusing dan stres saat sedang melakukan sebuah pekerjaan. Minum air putih, makan bila perlu, atur napas, dan relaksasi tubuh sejenak untuk memulihkan lagi fokus pikiran.

Itulah beberapa cara mengatasi burnout. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Smith, Melinda, Jeanne Segal, dan Lawrence Robinson. 2020. Burnout Prevention and Treatment. https://www.helpguide.org/articles/stress/burnout-prevention-and-recovery.htm. (Diakses pada 29 Oktober 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi