Terbit: 16 November 2021 | Diperbarui: 27 October 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Overthinking adalah kebiasaan bergumul dan berasumsi sendiri dengan pikiran, serta merasa cemas dan takut. Jika seseorang pernah atau bahkan sering mengalaminya hingga mengakibatkan sulit tidur dan kesulitan berpikir logis, itu adalah salah satu tanda dari bahaya overthinking. Ketahui tanda dan dampak negatif overthinking yang harus diwaspadai.

Bahaya Overthinking yang Harus Diwaspadai agar Tetap Bahagia

Tanda Overthinking yang Harus Diwaspadai

Siapa saja dapat mengalami overthinking. Namun, secara umum wanita lebih banyak mengalami hal ini. dikarenakan faktor biologis dan budaya. Ada beberapa tanda overthinking yang harus diwaspadai, yaitu:

1. Tidak bisa cepat memutuskan sesuatu

Jika seseorang terus dan terus merasa ragu, bimbang, kebingungan saat harus memutuskan sesuatu. Termasuk untuk hal yang secara umum sepele, maka bisa jadi itu adalah tanda overthinking.

2. Selalu cemas akan terjadi hal buruk

Kecemasan yang terjadi hampir setiap waktu tentu sangat mengganggu. Pada hal-hal yang bagi orang biasa terlihat baik-baik saja, bagi penyandang overthinking adalah hal yang mengerikan.

Seringkali tanda ini terlihat dibarengi dengan perilaku menarik diri dari lingkaran sosial. Bertambah parah saat mendengar berita atau melihat kejadian buruk, misalnya kesedihan, patah hati, risiko penculikan, perampokan, dll.

3. Melihat suatu hal dari sisi negatif

Ketika mendung, orang overthinking sudah memikirkan akan terjadi badai. Saat cuaca cerah, mereka mengkhawatirkan serangan heat stroke. Kira-kira seperti itu gambaran tentang melihat suatu hal dari sisi negatif.

Sangat sulit bagi penyandang overthinking untuk menemukan sisi positif dari sebuah kejadian, yang menyenangkan sekalipun. Sebaliknya, mereka akan menemukan banyak hal negatif dan kurang menyenangkan.

4. Sering pesimis

Karena terlalu sering memikirkan hal terburuk dari suatu kejadian, serta cemas terhadap hal yang belum terjadi. Maka orang overthinking pun seringkali bersikap pesimis.

Hal ini akan menyusahkan ketika dia harus menghadapi suatu tantangan. Sikap pesimis akan mencegahnya melakukan usaha terbaik.

Bahaya Overthinking yang Harus Diwaspadai

Tanda overthinking di atas, jika dibiarkan dapat berdampak kepada kesehatan fisik dan fungsi diri. Keluhan-keluhan sakit tanpa sebab yang jelas (psikosomatis) seringkali menghinggapi tubuh orang overthinking. Diantaranya:

1. Kinerja otak terganggu

Overthinking dapat menyebabkan stress. Sementara stres meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat membunuh sel-sel pada hippocampus. Bahaya Overthinking secara perlahan juga dapat mengubah struktur dan konektivitas otak. Sehingga menyebabkan gangguan mental.

2. Mengalami keluhan pencernaan

Salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dikeluhkan orang overthinking adalah masalah pencernaan. Keluhan sakit perut, mual, maag, hingga GERD bisa dipicu oleh overthinking.

3. Rawan mengalami masalah jantung

Bahaya overthinking berupa cemas, sering takut dan pesimis dapat meningkatkan detak jantung hingga di atas batas normal. Keluhan yang dirasakan misalnya sakit pada dada, takikardia, sesak napas dan sakit kepala.

4. Penuaan dini

Telah lama diketahui bahwa stress dan banyak pikiran dapat memicu keriput dan tanda penuaan dini di kulit. Kerutan-kerutan yang muncul saat seorang penyandang overthinking berpikir dan merasa cemas, jika muncul secara konsisten dan waktu yang lama, dapat menjadi permanen.

Tanda penuaan dini lainnya adalah rambut rontok, memori terganggu dan uban yang lebih cepat muncul.

5. Sistem imun terganggu

Mereka yang sering cemas berlebihan akan lebih sering sakit. Hal ini dikarenakan pelepasan hormon kortisol oleh tubuh dapat menekan sistem kekebalan tubuh.

6. Produktivitas menurun dan emosi tidak terkontrol

Produktivitas kerja maupun prestasi belajar dapat terganggu karena overthinking. Mereka yang mengalami kondisi ini akan terus merasa cemas akan hasil kerjanya.

Secara tidak sadar mereka akan mengabaikan usaha diri dan cenderung menyerah. Anda juga bisa membuang-buang waktu dengan percuma memikirkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi.

Bahaya Overthinking juga membuat penyandangnya mudah kalut dan panik. Sehingga akan mudah terpancing emosinya oleh hal-hal kecil. Tentu kedua hal ini akan sangat mengganggu kinerja dan hubungan personal dengan orang lain.

Cara Mengatasi Overthinking

Jika tidak dikelola dengan baik, bahaya overthinking dapat mengakibatkan gangguan mental bahkan depresi. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut.

1. Lakukan hal produktif  yang disukai

Melakukan hobi adalah salah satu cara efektif untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang memicu stres. Melukis, mewarnai, dan berolahraga adalah beberapa di antaranya.  Jika otak telah tenang, pasti lebih mudah diajak berpikir secara jernih.

2. Mind-mapping

Ketika ada beberapa masalah yang mengganggu pikiran, cobalah membuat mind-mapping. Petakan setiap masalah satu persatu. Lihat penyebabnya, kemungkinan jalan keluar, kemungkinan akibat, serta pilih penyelesaian yang paling memungkinkan.

Mind-mapping akan membantu otak mencerna masalah dengan lebih baik. Juga akan mengurangi kadar kecemasan dan overthinking. Karena dari peta yang terjabarkan akan terlihat jelas setiap poin yang berhubungan dengan masalah tersebut.

3. Mendekatkan diri kepada Tuhan

Kecemasan, ragu, dan rasa was-was adalah hal yang dapat diatasi dengan rasa ikhlas dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Dengan belajar berserah diri lalu melakukan usaha sekuat mungkin, masalah overthinking dapat dikelola dengan lebih baik.

Biasakan berdoa dan bersyukur setiap hari. Tuliskan hal-hal baik yang terjadi hari ini di dalam jurnal syukur. Sebisanya dilakukan setiap hari sebelum tidur atau sebelum melakukan aktivitas pagi.

4. Meminta bantuan ahli jika perlu

Ada kalanya tanda overthinking yang dialami telah mengganggu kinerja fisik dan mental. Juga mengganggu relasi dengan orang lain, menurunkan prestasi, dll.

 

Ada kalanya pula overthinking memicu sindrom kecemasan bahkan depresi. Maka jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mengatasi kondisi overthinking. Jika dibiarkan fungsi diri akan terganggu. Pada akhirnya dapat memicu keluhan yang lebih parah lagi.

Sadarilah dampak negatif overthinking secepat mungkin dan jangan membiarkannya hingga menjadi lebih parah. Dengan tindakan yang tepat kondisi ini tentu dapat diatasi.

 

  1. Chen, Jacky. 2020. 4 Dangerous Effects of Overthinking. https://medium.com/@jc.stories/4-dangerous-effects-of-overthinking-1452366a062f. (Diakses pada 14 November 2021).
  2. Kopplin, Emma. 2019. The dangers of overthinking and how to avoid it. http://www.dailynebraskan.com/culture/kopplin-the-dangers-of-overthinking-and-how-to-avoid-it/article_83022d3c-d9b0-11e9-8fbb-b34c5ccb9fa7.html. (Diakses pada 14 November 2021).
  3. Morin, Amy. 2016. 6 Ways To Stop Overthinking Everything. https://www.forbes.com/sites/amymorin/2016/02/12/6-ways-to-stop-overthinking-everything/?sh=3e63e428663c. (Diakses pada 14 November 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi