Terbit: 24 March 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Ruam adalah salah satu masalah umum pada kulit. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Meski sebagian kasus tidak berbahaya, ruam bisa terjadi akibat infeksi virus atau dalam dunia medis disebut viral exanthem. Kenali lebih jauh seputar penyakit kulit tersebut di sini!

Viral Exanthem: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa itu Viral Exanthem?

Viral exanthem adalah ruam atau erupsi kulit yang disebabkan oleh infeksi virus. Exanthem adalah sebutan untuk ruam, sedangkan viral mengacu kepada infeksi virus.

Virus penyebab exanthem cukup beragam, yaitu chickenpox (cacar air), enterovirus, adenovirus, measles (campak), rubella, mononukleosis, dan beberapa jenis infeksi herpes.

Kebanyakan infeksi yang menyebabkan viral exanthem atau exanthem virus dapat menyebabkan kondisi kesehatan lain, misalnya sakit kepala, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan.

Melansir PCDS, exanthem dapat muncul bersama gejala sistemik, seperti malaise (tidak enak badan dan rasa lelah), demam, dan sakit kepala.

Bentuk ruam pada exanthem sangat bervariasi. Pada sebagian kasus, akan muncul bintik-bintik berwarna merah atau merah muda pada tubuh.

Selain itu, kondisi ini pada umumnya tidak menimbulkan keluhan gatal. Namun, terkadang gatal dapat terjadi cukup parah dan menyebabkan lecet.

Gejala Viral Exanthem

Exanthem virus dapat menyebabkan bintik-bintik, bercak, atau benjolan pada kulit Anda. Selain itu, ruam yang muncul dapat terasa gatal ataupun tidak. Gejalanya dapat serupa dengan erupsi yang terjadi akibat alergi obat.

Selain itu, ada sejumlah gejala yang umum muncul bersamaan dengan exanthem virus, di antaranya:

  • Rasa lelah.
  • Badan pegal.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Sakit perut.
  • Pilek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilang nafsu makan.

Sebagian kondisi dapat sembuh dalam beberapa hari hingga berminggu-minggu, bahkan tanpa mendapatkan pengobatan khusus.

Perlu Anda ingat pula bahwa penyakit akibat infeksi virus ini bisa sangat menular. Oleh sebab itu, hindari kontak dengan penderita untuk mencegah infeksi.

Baca JugaMacam-Macam Alergi Kulit yang Harus Anda Tahu

Penyebab Viral Exanthem

Penyebab viral exanthem adalah infeksi virus. Adapun infeksi virus yang umum mencetuskan kondisi ini, antara lain:

1. Rubella

Infeksi virus rubella dapat mencetuskan exanthem virus. Melansir CDC, kondisi ini menyebabkan gejala berupa demam ringan, sakit tenggorokan, dan ruam yang awalnya muncul di wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit ini termasuk infeksi virus yang menular. Rubella pada anak berisiko tinggi menular ketika ruam telah muncul. Akan tetapi, penularan juga dapat terjadi pada 7 hari sebelum munculnya ruam, atau 7 hari setelahnya.

Pada ibu hamil, kondisi ini dapat mengakibatkan keguguran atau kecacatan pada bayi.

2. Chickenpox (Cacar Air)

Selain rubella virus, cacar air juga dapat menimbulkan exanthem virus. Sama seperti rubella, kondisi ini termasuk infeksi kulit yang menular. Penyebabnya adalah infeksi virus Varicella zoster.

Ruam muncul pertama kali pada wajah, dada, dan punggung. Setelah itu, barulah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam tersebut bisa terasa sangat gatal, bahkan membuat kulit melepuh.

Kondisi ini bisa menjadi sangat serius, terutama jika Anda termasuk ke dalam golongan berikut:

  • Remaja.
  • Wanita hamil.
  • Orang dengan sistem imun rendah.

Selain itu, viral exanthem pada bayi juga perlu diwaspadai karena bisa berdampak serius.

3. Campak

Campak atau rubeola terjadi akibat infeksi virus. Infeksi ini cukup menular dan dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain. Terkadang, campak bisa berbahaya, terutama bagi anak-anak.

Selain timbulnya ruam, gejala yang dapat muncul, di antaranya:

  • Pilek.
  • Demam.
  • Batuk.
  • Konjungtivitis (mata merah).
  • Badan pegal.
  • Bintik-bintik putih kecil di dalam mulut.

4. Fifth disease (penyakit kelima)

Penyakit kelima merupakan salah satu penyebab viral exanthem. Pada kondisi ini, infeksi virus mengakibatkan ruam merah pada lengan, kaki, dan pipi.

Fifth disease cukup umum ditemui dan tidak membahayakan bila terjadi pada anak-anak. Namun, kondisi bisa cukup serius pada wanita hamil atau orang dengan sistem imun tubuh yang lemah.

5. Roseola

Roseola adalah infeksi virus ringan yang biasanya menyerang anak-anak pada usia 2 tahun. Namun, kondisi ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa.

Penyebab roseola adalah dua jenis virus herpes. Gejala setelah infeksi, yaitu demam yang diikuti oleh kemunculan ruam.

Selain itu, melansir My Cleveland Clinic, viral exanthem juga dapat terjadi akibat infeksi berikut:

  • Human immunodeficiency virus (HIV).
  • Mononucleosis (Epstein-Barr virus).
  • Hepatitis.

Diagnosis Viral Exanthem

Dokter atau tim medis akan mendiagnosis exanthem virus berdasarkan gejala yang Anda keluhkan. Kondisi yang diamati berupa pola ruam dan gejala penyerta lain.

Setelah mengamati kondisi, barulah  dokter atau tenaga medis melakukan tes untuk menegakkan diagnosis. Beberapa tes yang umum dilakukan, antara lain:

  • Tes darah.
  • PCR Swab.
  • Genotipe.

Cara Mengobati Viral Exanthem

Pengobatan akan bergantung pada penyebab kondisi. Namun, ketahuilah bahwa tidak ada obat yang secara khusus mampu menyembuhkan kondisi ini.

Akan tetapi, ada sejumlah obat untuk membantu mengatasi exanthem virus pada bayi dan anak-anak. Berikut di antaranya:

  • Obat demam untuk menurunkan suhu tubuh.
  • Paracetamol, asetaminofen, atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri tubuh.
  • Krim atau losion untuk mengurangi keluhan gatal.

Baca Juga10 Cara Mengobati Bintik Merah pada Kulit Disertai Gatal (Alami dan Medis)

Pencegahan Viral Exanthem

Cara agar tidak terkena viral exanthem adalah dengan mencegah infeksi virus. Beberapa upaya yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut jika Anda tidak yakin terhadap kebersihan tangan.
  • Bersihkan barang-barang atau permukaan benda yang sering kali Anda sentuh, misalnya gagang pintu.
  • Dapatkan vaksinasi secara rutin.
  • Jaga jarak dengan orang yang sakit. Hindari juga berkontak langsung dengan orang tersebut.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Nah, itu dia penjelasan seputar viral exanthem. Dikarenakan kondisi ini dapat menimpa siapa saja, Anda harus selalu melakukan berbagai upaya pencegahan agar penyakit ini tidak menyerang Anda. 

 

  1. Anonim. A to Z: Viral Exanthem. https://kidshealth.org/Nemours/en/parents/az-viral-exanthem.html. (Diakses pada 23 Maret 2022).
  2. Anonim. About Chickenpox. https://www.cdc.gov/chickenpox/about/index.html. (Diakses pada 23 Maret 2022).
  3. Anonim. Measles. https://medlineplus.gov/measles.html. (Diakses pada 23 Maret 2022).
  4. Anonim. Roseola. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/roseola/symptoms-causes/syc-20377283. (Diakses pada 23 Maret 2022).
  5. Anonim. Rubella (German Measles, Three-Day Measles. https://www.cdc.gov/rubella/index.html. (Diakses pada 23 Maret 2022).
  6. Anonim. Viral Exanthems. https://www.pcds.org.uk/clinical-guidance/viral-exanthems. (Diakses pada 23 Maret 2022).
  7. Anonim. Viral Exanthem Rash. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22510-viral-exanthem-rash#. (Diakses pada 23 Maret 2022).
  8. Rivers, Autumn. 2019. Everything You Need to Know About Fifth Disease. https://www.healthline.com/health/fifth-disease. (Diakses pada 23 Maret 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi