Terbit: 13 September 2018 | Diperbarui: 5 September 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tidak hanya terjadi pada pria, disfungsi seksual juga bisa dialami wanita yang bernama vaginismus. Kondisi ini membuat wanita enggan berhubungan intim. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Vaginismus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Vaginismus?

Vaginismus adalah ketidakmampuan vagina menerima benda masuk ke dalam vagina, seperti penis atau tampon. Umumnya wanita bisa mengendalikan otot yang ada di dalam vaginanya. Dengan pengendalian ini mereka bisa membuat otot di rongga vagina menjadi kontraksi atau relaksasi sesuai dengan kebutuhan.

Wanita dengan kondisi vaginismus tidak bisa atau sedikit hilang kontrol pada otot di dalam vagina. Begitu ada benda masuk entah itu tampon atau penis, otot akan berkontraksi dengan kuat sehingga menghambat apa saja yang masuk. Penis yang akan masuk akan susah menembus otot sehingga menyebabkan rasa sakit yang cukup kuat.

Pada kondisi tertentu, penis masih bisa masuk hingga ke dalam rongga vagina. Sayangnya otot langsung berkontraksi dengan cukup kuat. Akibat kondisi ini vagina menjadi sakit karena tertekan penis cukup kuat. Pria pun juga merasa tidak nyaman sehingga penis susah digerakkan. Bila sudah seperti ini, seks tidak bisa dilakukan.

Gejala Vaginismus pada Wanita

Ada beberapa tanda-tanda atau ciri-ciri yang bisa dijadikan dasar acuan apakah wanita memiliki disfungsi seksual atau tidak. Secara umum, gejala vaginismus terdiri dari:

  • Cengkeraman yang kuat dari otot vagina pada penis. Wanita susah mengendurkan cengkeraman ini meski mereka menginginkannya.
  • Penis susah masuk karena otot terlanjur menghalangi akses masuknya ke rongga vagina.
  • Vagina langsung berkontraksi begitu didekatkan dengan benda tertentu misal alat bantu seks seperti dildo.
  • Rasa sakit yang cukup kuat saat berhubungan seks dan kadang diikuti dengan perdarahan.
  • Nyeri seksual jangka panjang dengan atau tanpa penyebab yang jelas.
  • Nyeri saat pemasangan tampon.
  • Nyeri saat pemeriksaan ginekologi
  • Kejang otot selama melakukan hubungan seksual.

Baca Juga: Keputihan: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengobati

Penyebab Vaginismus

Hingga saat ini dokter dan praktisi kesehatan belum tahu dengan jelas apa penyebab vaginismus. Hal ini dapat menyebabkan masalah fisik, psikologis, dan seksual pada penderitanya. Infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi jamur dapat memperburuk nyeri vaginismus.

Faktor Risiko Vaginismus

Meskipun belum jelas apa penyebabnya, ada beberapa faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko vaginismus, meliputi:

1. Gangguan Kecemasan

Wanita yang mengalami vaginismus merasa gelisah atau takut saat akan berhubungan seks. Beberapa wanita takut kalau akan merasakan sakit kalau penis melakukan penetrasi ke dalam. Hal ini menyebabkan mereka memiliki mekanisme pertahanan diri dengan mengontraksikan otot di vagina.

2. Gangguan pada Vagina

Memiliki gangguan pada vagina dapat menyebabkan rasa sakit yang cukup merusak keintiman wanita. Misalnya infeksi, inflamasi, atau cedera saat melahirkan yang membuat vagina menjadi sakit membuat otot berkontraksi agar tidak ada benda yang membuat area itu semakin sakit.

3. Trauma di Masa Lalu atau Pelecehan Seksual

Trauma dan pelecehan seksual membuat wanita merasa takut pada seks atau perasaan negatif terhadap seks. Akibatnya, segala bentuk keintiman membuat wanita tidak nyaman dan akhirnya inilah yang dapat memicu vaginismus.

Diagnosis Vaginismus

Mengawali untuk diagnosis, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan dan seksual Anda. Pemeriksaan panggul bisa membantu mengesampingkan masalah kesehatan lainnya atau memastikan adanya kejang otot.

Dokter Anda mungkin akan mengoleskan krim mati rasa topikal ke bagian luar vagina sebelum melakukan pemeriksaan untuk membuat prosesnya lebih nyaman bagi Anda.

Cara Mengatasi Vaginismus

Setelah mengetahui faktor risiko vaginismus dan gejala vaginismus, Anda juga harus tahu bagaimana cara mengatasi vaginismus. Bukan tidak mungkin bahwa disfungsi seksual wanita ini bisa disembuhkan.

Begini cara mengatasi vaginismus yang bisa Anda coba sendiri di rumah, antara lain:

  • Menghilangkan trauma atau menurunkan ketakutan kalau vaginismus muncul karena kondisi ini.
  • Coba latihan kegel untuk bisa mengontrol otot pelvis. Lakukan latihan sebanyak 20 kali per hari atau beberapa sesi. Sesuaikan dengan kemampuan tubuh.
  • Coba masukkan satu ruas jari ke dalam vagina untuk melatih kontrol otot. Saat memasukkan jari, usahakan untuk membersihkan kuku dan menggunakan cairan pelumas.

Baca Juga: 7 Cara Menyiasati Vagina yang Sering Sakit Saat Bercinta

Komplikasi Vaginismus

Vaginismus dapat mengganggu kehidupan seks dan hubungan Anda dengan pasangan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental, yang menyebabkan peningkatan kecemasan. Jika Anda berencana untuk hamil, vaginismus mungkin akan mempersulit kehamilan.

Pencegahan Vaginismus

Mengingat penyebab vaginismus tidak jelas, sulit bagi dokter untuk mengetahui secara pasti cara mencegah penyakit ini. Namun, ada cara untuk menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan nyeri seksual seperti vaginismus, berikut di antaranya:

  • Menggunakan pelumas berbahan dasar air saat berhubungan seks.
  • Melakukan aktivitas seksual yang tidak terlalu menyakitkan dibandingkan penetrasi vagina, seperti seks oral.
  • Melakukan percakapan yang jujur ??dengan pasangan seksual Anda tentang aktivitas yang menimbulkan rasa sakit dan kesenangan.
  • Meluangkan waktu untuk berhubungan seks saat Anda dan pasangan tidak merasa lelah atau cemas.
  • Pijatan sensual atau aktivitas intim lainnya yang tidak memerlukan penetrasi vagina.

Demikianlah ulasan tentang disfungsi seksual wanita yang bernama vaginismus. Apabila Anda merasa mengalami gejala seperti vaginismus, sebaiknya segera knjungi dokter. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Goodman, Brenda. 2022. Vaginismus. https://www.webmd.com/women/vaginismus-causes-symptoms-treatments (Diakses pada 5 September 2023)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Vaginismus. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15723-vaginismus (Diakses pada 5 September 2023)
  3. Smith, Lori. 2023. What you need to know about vaginismus. https://www.medicalnewstoday.com/articles/175261 (Diakses pada 5 September 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi