Terbit: 9 Desember 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Telapak kaki datar atau sering disebut flat foot adalah kondisi ketika lengkungan di bagian dalam kaki menjadi rata. Simak penjelasan mengenai penyebab, bahayanya, hingga perawatan yang bisa Anda lakukan, selengkapnya di bawah ini.

Flat Foot (Telapak Kaki Datar): Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Apa itu Telapak Kaki Datar?

Flat fleet atau telapak kaki datar adalah suatu kondisi di mana satu atau kedua kaki memiliki sedikit atau tidak ada lengkungan sama sekali. Pada bayi atau balita, telapak kaki rata tergolong normal karena tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang.

Lengkungan umumnya terbentuk pada usia 6 tahun. Sekitar 2 dari 10 anak masih memiliki flat foot saat dewasa.

Gejala Telapak Kaki Datar

Banyak orang tidak memiliki tanda atau gejala yang berhubungan dengan flat foot. Akan tetapi, terdapat beberapa orang yang dengan keadaan ini mengalami nyeri kaki, terutama di area tumit atau lengkung kaki.

Rasa nyeri dapat bertambah parah seiring dengan meningkatnya aktivitas fisik. Bahkan, pembengkakan di sepanjang pergelangan kaki juga bisa terjadi. Segera konsultasi dengan dokter jika rasa sakit sangat mengganggu.

Baca Juga: Fungsi Tulang Pergelangan Kaki dan Risiko Cedera yang Bisa Dialami

Penyebab Telapak Kaki Datar

Kaki datar berhubungan dengan jaringan dan tulang di kaki bagian bawah. Kondisi ini normal terjadi pada bayi dan balita karena tendon membutuhkan waktu untuk mengencang dan membentuk lengkungan. Dalam kasus yang jarang terjadi, tulang kaki pada anak menyatu dan menyebabkan rasa sakit.

Jika pengencangan ini tidak terjadi sepenuhnya, hal tersebut bisa mengakibatkan kaki rata. Seiring bertambahnya usia atau mengalami cedera, tendon di satu atau kedua kaki bisa rusak. Kondisi ini juga terkait dengan penyakit seperti cerebral palsy dan distrofi otot.

Faktor Risiko

Berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko flat feet antara lain:

  • Obesitas.
  • Cedera pada kaki atau pergelangan kaki.
  • Radang sendi.
  • Penuaan.
  • Diabetes.

Diagnosis Telapak Kaki Datar

Diagnosis awal yang umumnya dilakukan dokter adalah mengamati kaki dari depan dan belakang serta meminta Anda untuk berdiri. Dokter mungkin juga melihat pola keausan pada sepatu yang Anda gunakan sehari-hari.

Jika keadaan ini sering menimbulkan rasa sakit, dokter mungkin menyarankan beberapa tes seperti:

  • Sinar X. Tes ini menggunakan sejumlah kecil radiasi untuk menghasilkan gambar tulang dan sendi di kaki. Metode ini sangat berguna dalam mendeteksi arthritis.
  • CT-scan. Tes ini mengambil sinar-X kaki dari sudut yang berbeda dan memberikan lebih banyak detail daripada sinar-X standar.
  • USG. Jika dokter mencurigai adanya cedera tendon, ia mungkin menyarankan USG, tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail jaringan lunak di dalam tubuh.
  • MRI. Tes ini menggunakan gelombang radio dan magnet yang kuat, MRI memberikan detail yang sangat baik dari jaringan keras dan lunak.

Baca Juga: Jadi Rileks, Ini Manfaat Merendam Kaki dengan Air Garam!

Penanganan Telapak Kaki Datar

Pada dasarnya, tidak ada bahaya telapak kaki datar atau perawatan khusus selama kondisi tersebut tidak menyebabkan rasa sakit.

Namun, terdapat beberapa penanganan yang bisa dilakukan jika flat foot menimbulkan ketidaknyamanan, di antaranya:

Perawatan Rumahan

Jika flat feet menyebabkan sedikit rasa sakit, beberapa langkah yang baik dilakukan adalah:

  • Hindari aktivitas yang memperparah kondisi seperti melompat atau berlari. Aktivitas yang aman dilakukan adalah berjalan, bersepeda, atau berenang.
  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas mungkin bisa membantu.
  • Menurunkan berat badan dapat mengurangi stres pada kaki.

Terapi Telapak Kaki Datar

  • Arch support (perangkat orthotic). Penopang lengkung yang dijual bebas dapat membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh flat foot.
  • Latihan peregangan. Beberapa orang dengan kondisi ini juga memiliki tendon Achilles yang memendek. Latihan untuk meregangkan tendon ini dapat membantu.
  • Supportive shoes. Sepatu yang mendukung secara struktural mungkin dapat memberikan kenyamanan dibanding sepatu yang biasa.
  • Terapi fisik. Flat feet dapat menyebabkan cedera berlebihan pada beberapa pelari. Seorang ahli terapi fisik dapat membantu meningkatkan bentuk dan teknik untuk mengurangi gejala.

Pembedahan

Pembedahan tidak dilakukan semata-mata untuk memperbaiki flat foot. Namun, Anda mungkin menjalani operasi untuk masalah terkait, seperti robekan atau pecahnya tendon.

 

  1. Anonim. Flatfeet. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flatfeet/symptoms-causes/syc-20372604. (Diakses pada 9 Desember 2021).
  2. Anonim. Flat Feet. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17005-flat-feet. (Diakses pada 9 Desember 2021).
  3. Badii, Chitra. 2019. What You Should Know About Flat Feet. https://www.healthline.com/health/pes-planus. (Diakses pada 9 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi