Terbit: 8 September 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Petechiae adalah bintik-bintik kecil berwarna merah atau ungu yang muncul di kulit. Beberapa kondisi yang memicu masalah kulit ini dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kerusakan ginjal hingga masalah jantung. Simak penjelasan mengenai penyebab hingga pencegahannya di bawah ini.

Petechiae: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

Apa itu Petechiae?

Petechiae adalah masalah kulit di mana terdapat bintik-bintik kecil berwarna ungu, merah, atau cokelat di kulit. Gejala ini biasanya muncul di kulit lengan, kaki, perut, dan bokong, atau bahkan mungkin muncul di dalam mulut atau di kelopak mata.

Bintik-bintik ini bisa menjadi tanda dari banyak kondisi yang berbeda, dari yang ringan hingga serius. Kondisi ini juga bisa muncul karena reaksi dari obat-obatan tertentu.

Meskipun tampak seperti ruam, petechiae sebenarnya terjadi akibat pendarahan di bawah kulit. Salah satu cara mudah untuk membedakannya adalah dengan menekan titik-titiknya. Bintik-bintik ini tidak akan menjadi putih saat menekannya. Sedangkan ruam akan menjadi pucat.

Gejala Petechiae

Munculnya bintik-bintik menjadi indikasi utama seseorang terkena penyakit kulit ini. Namun, karena sering kali merupakan indikasi dari kondisi yang mendasarinya, seseorang mungkin mengalami gejala lain di samping getala ini.

Gejala petechiae lain yang mungkin terjadi, berikut di antaranya:

  • Kumpulan darah beku yang muncul di bawah kulit (hematoma).
  • Mudah berdarah atau memar.
  • Gusi berdarah.
  • Mimisan.
  • Perdarahan sendi (hemarthrosis).
  • Periode menstruasi yang sangat berat (menorrhagia).

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika Anda atau anak menderita petechiae, segera hubungi dokter. Beberapa penyebabnya bisa serius dan memerlukan pengobatan. Sulit untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kondisi yang ringan atau serius sampai menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Segera menghubungi dokter jika memiliki gejala serius seperti berikut ini:

  • Demam tinggi.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kebingungan.
  • Perubahan kesadaran.

Penyebab Petechiae

Bintik-bintik kecil kulit dapat muncul ketika pembuluh darah kecil (kapiler) pecah. Ketika kapiler pecah, darah bocor ke kulit. Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebabnya, tetapi yang paling umum adalah infeksi dan reaksi terhadap obat-obatan.

1. Infeksi

Infeksi virus, bakteri, dan jamur, semuanya dapat menyebabkan munculnya petechiae di kulit. Beberapa kondisi yang terjadi karena infeksi, termasuk:

  • Flu.
  • Radang tenggorokan.
  • Demam berdarah.
  • Sepsis.
  • Mononukleosis.
  • Rocky Mountain Spotted Fever (RMSF) atau tifus kutu.
  • Endokarditis.
  • Meningokokus.
  • Viral hemorrhagic fevers (VHFs) seperti Ebola dan Hantavirus.

2. Kekuatan Fisik

Ketegangan yang terjadi tiba-tiba atau parah dapat membuat kapiler di area tubuh mulai bocor. Seseorang mungkin mengalami ketegangan yang parah ini ketika dalam kondisi berikut:

  • Melahirkan
  • Angkat beban
  • Sering batuk
  • Muntah

3. Cedera

Kerusakan pada kulit akibat cedera dapat menyebabkan terbentuknya petechiae. Cedera yang menyebabkan kerusakan di kulit, termasuk:

  • Hantaman benda tumpul akibat kecelakaan mobil.
  • Tergigit.
  • Benturan.
  • Gesekan di kulit akibat membawa tas atau ransel yang berat.
  • Terbakar sinar matahari.

4. Reaksi Obat-obatan

Munculnya bintik-bintik merah kecil di kulit bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh telah bereaksi berlebihan terhadap obat-obatan. Beberapa obat ini termasuk:

  • Penicillin (antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri).
  • Phenytoin (obat untuk mencegah kejang).
  • Quinine (obat malaria).

5. Kondisi Medis

Kondisi medis lain yang menyebabkan petechiae, di antaranya:

  • Leukemia.
  • Penyakit hati kronis.
  • Kekurangan vitamin C atau K.
  • Vaskulitis (peradangan pembuluh darah).
  • Sindrom Ehlers-Danlos (kelainan jaringan ikat).
  • Gangguan pendarahan atau jumlah trombosit yang rendah.

Diagnosis Petechiae

Dokter akan memeriksa kondisi kulit guna mengetahui bahwa pasien mengalami bintik-bintik merah kecil. Selain itu, dokter mungkin akan mengajukan banyak pertanyaan tentang kondisi kesehatan pasien. Hal ini dapat membantu dokter mengetahui tentang cedera yang baru terjadi atau obat yang sedang dikonsumsi.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik tambahan untuk melihat apakah bintik-bintik ini muncul di bagian tubuh lainnya.

Guna menunjukkan penyebab pasti, dokter juga akan mencari gejala lain. Jika penyebabnya tidak jelas, pasien mungkin memerlukan tes urine atau tes darah. Prosedur ini akan memberikan rincian lebih lanjut tentang kondisi kesehatan pasien.

Cara Mengobati Petechiae

Jika infeksi bakteri atau virus menyebabkan bintik merah, penting untuk membersihkan kulit setelah infeksi membaik. Jika obat menjadi penyebabnya, gejala ini akan hilang setelah berhenti minum obat.

Periksa bintik-bintik sesering mungkin untuk melihat apakah kondisinya berubah. Jika jumlah bintik bertambah banyak, mungkin pasien mengalami gangguan pendarahan.

Sebelum menganjurkan perawatan, dokter akan mencari tahu penyebabnya dan gejala lainnya. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengobati penyebab bintik-bintik. Obat obatan ini, di antaranya:

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.
  • Kortikosteroid untuk menurunkan peradangan.
  • Obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh, seperti azathioprine, methotrexate, atau cyclophosphamide.
  • Kemoterapi, terapi biologis, atau radiasi untuk mengobati kanker.

Pasien juga dapat mencoba pengobatan rumahan untuk meredakan gejala, berikut di antaranya:

  • Istirahat.
  • Perbanyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau acetaminophen.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Bintik-bintik kecil di kulit sendiri sebenarnya tidak menyebabkan komplikasi, dan gejala ini tidak akan meninggalkan bekas luka. Namun, beberapa kondisi yang menyebabkan gejala ini mungkin dapat menimbulkan komplikasi.

Komplikasi petechiae yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Kerusakan pada hati, ginjal, limpa, jantung, paru-paru, atau organ lainnya.
  • Masalah jantung.
  • Infeksi di bagian tubuh lainnya.

Pencegahan Petechiae

Untuk mencegahnya, hindari kondisi yang dapat menjadi penyebab. Meski begitu, tidak semua penyebab dapat dicegah.

Jika memiliki riwayat reaksi terhadap obat-obatan, beri tahu dokter sesegera mungkin. Dokter mungkin akan menganjurkan untuk menghindari obat di kemudian hari.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kondisi ini, antara lain:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air, atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
  • Menjauhi orang yang sedang sakit.
  • Jangan berbagi gelas, peralatan makan, dan barang pribadi dengan orang lain.
  • Membersihkan meja dan permukaan benda lainnya.
  • Melakukan seks yang aman.
  • Mengoleskan losion anti serangga yang mengandung diethyl-meta-toluamide (DEET) sebelum pergi ke daerah berhutan. Jangan lupa kenakan pakaian lengan dan celana panjang.

 

  1. Anonim. 2021. Petechiae. https://www.drugs.com/mcs/petechiae. (Diakses pada 8 September 2021)
  2. Anonim. 2019. What Are Petechiae?. https://www.medicinenet.com/about_petechiae/article.htm. (Diakses pada 8 September 2021)
  3. Cadman, Bethany. 2018. What to know about petechiae. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320597. (Diakses pada 8 September 2021)
  4. Watson, Stephanie. 2019. What Causes Petechiae?. https://www.healthline.com/health/petechiae. (Diakses pada 8 September 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi